Israel Temukan Vaksin Pfizer Ampuh Kurangi Penularan Covid-19 Lebih Dari 90 Persen, Jokowi Laporan Barang Gratifikasi Ke KPK Bernilai 8,7 Miliar, BPS Umumkan Terjadi Penambahan Jumlah Penduduk Miskin Di Semua Provinsi, Pasangan Meghan Markle dan Pangeran Harry Menanti Kehadiran Anak Kedua.

66

Morning, morning!

Rise and shine, hustlers! Crazy that we’ve already passed half of February and things still look pretty much the same…like last year. But wait, don’t lose hope yet, because today we will update you with a good news from the vaccine world. AKA, it…mostly works. Leggo!

Yep, let’s hear it….from Israel.

What what?
Jadi guys, hari Minggu kemarin, para peneliti di The Clalit Research Institute, Israel menemukan bahwa iya loh, vaksin Pfizer-BioNTech ternyata ampuh mengurangi penularan virus Covid-19 hingga lebih dari 90% di dunia nyata, aka bukan penelitian lagi guys, tapi emang fakta penemuan di lapangan.

 
HAH kok bisa?
Karena emang sejak vaksinnya muncul, Israel termasuk negara pertama di dunia yang dengan gercep memvaksin warganya. Dalam sehari, Israel rata-rata memvaksin 106.000 orang di bulan Februari ini. Nah untuk mengetahui keampuhan vaksinnya itu, The Clalit Institute tadi melakukan survei terhadap 1,2 juta warga, di mana setengahnya udah divaksin, dan setengahnya belom.
 
Terus…
Adapun hasilnya, ditemukan bahwa vaksin dari Pfizer-BioNTech memiliki efektivitas sebesar 94 persen dalam mencegah penularan Covid-19, dan 92 persen efektif dalam menghindari terjadinya perkembangan gejala yang lebih serius pada pasien. FYI guys, penelitian ini dipercaya merupakan yang pertama yang melibatkan peserta sebanyak 1,2 juta orang. Whoooa….
 
Tell me more!
Well, jadi hasil ini juga turut didukung oleh temuan yang sama oleh lembaga kesehatan lainnya asal Israel yakni Maccabi Healthcare Services. Data mereka menunjukkan bahwa dari 600 ribu orang yang udah divaksin, maka hanya ditemukan 0,1% aka 544 orang yang didiagnosis positif Covid-19. Dari seluruh angka itu, cuma empat orang yang punya kasus parah, dan nggak ada satu pun yang meninggal. Dengan begini, artinya efektivitas vaksinnya emang ada di angka 93 persen.
 
Clap clap…
Yha selanjutnya disebutkan juga, bahwa setelah mempertimbangkan berbagai faktor lain, misalnya usia, maka udah bisa disimpulkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech emang efektif dalam mencegah terjadinya kasus serius pada para pasien yang berusia 70 tahun dan lebih.
 
Emang jangka waktu efektifnya berapa lama?
Satu minggu. Jadi selang satu minggu setelah suntikan kedua, maka vaksinnya akan efektif dalam mencegah terjadinya kasus serius dari angka 91 persen hingga 99 persen.
 
Got it. Anything else I should know?
FYI, Israel emang jadi satu negara yang diprediksi bakal bisa segera mengendalikan penularan coronavirus di negaranya karena program vaksinasi yang masif dan gercep. Hingga Minggu kemarin, udah lebih dari 3,8 juta warga Israel menerima vaksin pertamanya, dan udah ada 2.5 juta warga yang menerima kedua dosis vaksin dari total populasi yang berjumlah 9 juta. Rencananya, kalo angka vaksinasi udah mencapai 50 persen, maka pemerintah setempat akan mulai membuka perekonomian.

Who’s just filed in his report?

Pak Presiden Joko Widodo.

Report on what?
On gratifikasi. Jadi gengs, Pak Jokowi baru aja melaporkan barang gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (15/2) kemarin. Adapun total nilai dari barang-barang tersebut mencapai Rp8,78 miliar.
Bentar. Gratifikasi itu apa ya?
Jadi, gratifikasi ini adalah pemberian dalam arti luas terhadap penyelenggara negara, kayak presiden, menteri, termasuk juga di dalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN). Contohnya, misalnya kamu ASN nih, terus tugas kamu adalah ngurus perizinan bangunan di wilayah kamu. Eh pas lagi ketemu sama orang yang mau ngurus izin, doi ngajak salaman, terus ada selipan $$$-nya di sana. Nah, itu gratifikasi.
 
HAH terus?
Terus menurut aturannya guys, yang termasuk ke gratifikasi itu banyak banget jenisnya, ga cuma $$$ aja. Bisa tiket perjalanan, diskon, penginapan gratis, berobat gratis, dll. Nah menurut undang-undang, setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Jadi, kalo kamu lagi ngurusin apa-apa ke Pak Camat, gausah deh sambil salam tempel-salam tempelan. Wkwkwkkw…
 
I see…
Nah balik lagi ke Pak Jokowi, jadi dalam aturannya, barang gratifikasi ini harus dilaporkan ke KPK, which is what he did yesterday. Adapun barang yang dilaporkan berjumlah 12 objek dan serah terima dilakukan oleh sekretariat negara kepada KPK kemarin. Dari KPK, barangnya kemudian diputuskan sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan kemudian diserahkan ke Kemenkeu. dari sini, Kemenkeu deh yang bakal mengelola barangnya.
I see, emang BMN-nya apa aja? 
Ada 12 barang yang dilaporkan sama Pak Jokowi, including: 

  • Satu buah lukisan bergambar Ka’bah
  • Satu kalung dengan taksiran emas 18 karat
  • Satu buah gelang dengan taksiran emas 18 karat
  • Satu pasang anting dengan taksiran emas 18 karat
  • Satu buah cincin dengan taksiran emas 18 karat
  • Satu buah jam tangan Bovet AIEB001
  • Satu buah cincin bermata blue sapphire 12,46 karat
  • Cufflink bermata blue sapphire 6,63 karat dan 8,01 karat
  • Satu buah pulpen berhias berlian 17,57 karat
  • Tasbih berbahan batu mulia (berlian dan blue sapphire)
  • Dua buah minyak wangi
  • Satu set Al Quran

So fancy…terus diapain BMN-nya? 

Menurut Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) DJKN, Purnama T. Sianturi, dua belas BMN-nya dititipin lagi ke Sekretariat Presiden dengan alasan keamanan. Nanti, kalo udah tau status penggunaannya baru deh ditetapkan oleh Kemensetneg. Later last night, KPK menyampaikan bahwa barang-barangnya Pak Jokowi mau dipajang di museum gratifikasi, tapi museumnya belum dibangun.
Jadi dibalikin lagi? 
Iya, nggak ke Pak Jokowi-nya gengs, tapi ke lembaganya, which is Kemensetneg. Kan barangnya juga udah milik negara.

For when more people are getting poorer…

Really?
Yep, according to the newest report from Badan Pusat Statistik aka BPS.
 
Explain. 
OK. Jadi guys kemarin banget, BPS baru aja mengumumkan bahwa telah terjadi penambahan jumlah penduduk miskin di semua provinsi di Tanah Air.
Seriouslyyy?
Yep, jadi dalam penjelasannya itu, BPS menyebutkan bahwa provinsi yang paling banyak penduduk miskinnya ada di pulau Jawa, yakni Jawa Timur (4,58 juta orang), Jawa Barat (4,18 juta orang), dan Jawa Tengah (4,11 juta orang). Meanwhile di luar pulau Jawa, provinsi yang paling banyak penduduk miskinnya adalah Sumatera Utara (1,35 juta orang), Nusa Tenggara Timur (1,17 juta orang), Sumatera Selatan (1,11 juta orang), Lampung (1,04 juta orang), dan Papua (912,23 ribu orang).
Terus kalo yang paling tajir?
More like provinsi yang paling rendah jumlah penduduk miskinnya kali ya, yakni Kalimantan Utara (52,7 ribu orang), Bangka Belitung (72,05 ribu orang), dan Maluku Utara (87,52 ribu orang).  
 
What about di ibu kota?
Yha nambah sih angka penduduk miskinnya. Jadi saat ini, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta ada 496,840, naik dari sebelumnya yang ada di jumlah 480,860 per Maret 2020 kemarin.
I see…
Nah, masih dari datanya BPS, dengan hasil ini, maka diketahui bahwa jumlah total penduduk miskin di Indonesia jadinya 27,55 juta per September 2020 kemarin, which is sekitar 10,19 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini naik dari jumlah sebelumnya di angka 26,42 juta orang (9,78 persen) di bulan Maret 2020.
 
Well, any words from BPS?
Yep, menurut Kepala BPS, Suhariyanto, meskipun jumlahnya naik, namun angka ini teteup berada di bawah prediksi kenaikan dari lembaga internasional. Contohnya, Bank Dunia sebelumnya memprediksi bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia naik 10,7 – 11,6 persen tanpa bantuan dari pemerintah. Jadi kata Pak Suhariyanto, ya naik sih, tapi nggak sedalam yang diprediksi…
Tapi alasannya apa sih kok bisa naik?
Yha apa lagi kalo bukan gara-gara Si Rona aka the pandemic gengs. Jadi emang pandemi ini memberi dampak buruk ke kesehatan, ekonomi, dan perubahan perilaku hingga mempengaruhi hampir semua lapisan masyarakat (especially the vulnerable….). Faktanya, BPS juga menemukan bahwa 7 dari 10 responden dengan ekonomi rendah mengaku bahwa pendapatannya menurun. On the other side, cuma 3 dari 10 responden dari kalangan ekonomi menengah dan atas yang bilang bahwa pendapatannya turun.
🙁  anything else? 
BPS juga mencatat bahwa rasio ketimpangan aka gini ratio di Indonesia juga meningkat, dari 0,381 di bulan Maret 2020 menjadi 0,385 pada September 2020 kemarin. FYI, gini ratio ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran penduduk. Jadi, kalau gini ratio meningkat, berarti tingkat ketimpangan juga meningkat. In other words, jarak antara si kaya dan si miskin makin jauh.
Just like the distance between us #eh.

Who’s gonna soon welcome another baby?

Pasangan Meghan Markle & Prince Harry
Yuhuuu guys, ada berita bahagia nih dari pasangan Duke & Duchess of Sussex yakni Meghan Markle& HarryDalam keterangan resmi dari juru bicara keduanya hari Minggu lalu, diumumkan bahwa pasangan ini lagi menanti kehadiran anak kedua yang soon bakal jadi adeknya Baby Archie. Terkait pengumuman ini, disampaikan juga bahwa pihak kerajaan Inggris kayak Ratu Elizabeth, Prince Charles dan seluruh keluarga besar di Buckingham Palace ikut ‘delighted’ mendengar kabar ini. FYI, sejak mengundurkan diri dari keluarga kerajaan pada awal tahun 2020 lalu, Meghan dan Harry kini tinggal di California, Amerika Serikat bersama anak pertamanya Archie Harrison. Meski udah nggak jadi royals, namun keduanya tetap sibuk dengan berbagai kegiatan, di antaranya adalah memproduksi acara-acara audio dan podcast. Terus, mereka juga udah punya kontrak sama Netflix untuk bikin konten-konten tentang anak-anak, dokumenter, film, etc.
 
Stay healthy and stay happy, mom and baby!

“Jangan kelamaan rebahan,”

Gitu guys kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno saat menjadi pembicara di kuliah perdana di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, kemarin. Pak Sandi bilang, mahasiswa bisa jadi pengusaha ekonomi kreatif dan turut berperan dalam mengembangkan desa wisata, yang penting jangan kelamaan rebahan. Beliau juga bilang bahwa kalo mencari kerja susah, kenapa kita nggak bikin usaha sendiri aja, untuk membuka lapangan pekerjaan.
 
Maunya gitu pak, tapi bentar…satu episode lagi…wkwkwkw

Catch Me Up! Recommendations

It’s Tuesday, so we all need that little extra motivation at work. Well, look no further

A thank you note…

No one bought us coffee today 🙁
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Feeling grateful! Untuk suami yang setia dan super baik dan sabar menghadapiku. Hampir empat tahun bersama sebagai suami istri tanpa anak, membuatku sadar bahwa everything happens for a reason. So, anxiety itu wajar, tapi kelola dengan benar itu akan jauh lebih baik. Syukuri segala hal baik yang hadir di tengah kehidupan, jangan fokus pada segala hal negatif..
-pejuang 2 garis-
2. Akhir-akhir ini, gak tau kenapa aku lagi merasa down. Mungkin faktor covid, terus juga kerjaanku yang nggak jelas akan diperpanjang atau enggak kontraknya, hingga masalah keluarga. Aku emang ga bisa curhat sama orang atau temen, akhirnya kemarin aku niatkan untuk bangun pagi dan jogging di sekitaran rumah, supaya aku menghirup udara segar dan nggak terlalu merasa tertekan. Nah pas lagi jogging itu, aku ngeliat ada anak-anak yang lagi bantuin seorang kakek tua menyeberang. Anak-anaknya kayak seumuran remaja masih muda gitu, dan aku terenyuh banget liatnya! Hal ini mengingatkan aku untuk terus berbuat baik apapun kondisinya, terima kasih ya dek!
-Seseorang di Ibu kota-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!