Hasil Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Inggris dan Sputnik V Rusia

106

A good news from the vaccine world…

Yep, we’ve heard from Sinovac, Pfizer, Moderna, now let’s hear it from… AstraZeneca.

Tell me.
Well, jadi hasil penelitian atas vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Inggris itu menunjukkan bahwa vaksinnya nggak hanya efektif dalam melindungi penggunanya dari penularan corona, tapi juga bisa mengurangi tingkat penularan virus secara substansial.
 
Whoaaa really?
Yep, jadi hasil penelitiannya menunjukkan bahwa angka hasil tes PCR positif berkurang hingga setengahnya setelah penggunaan vaksin AZ sebanyak dua kali. Jadi caranya, para peneliti ini mengumpulkan hasil tes swab PCR dari para peserta penelitiannya, dan hasilnya ditemukan bahwa positivity rate mereka yang udah dapet dua kali vaksin adalah 50%, sedangkan kalo baru sekali, maka positivity rate-nya adalah 67%.
 
Nice…
Yep, dengan hasil ini, maka para ahli menyebut bahwa vaksinnya AZ bukan hanya efektif dalam melindungi penggunanya dari virus, tapi juga bikin penularannya berkurang. Meski begitu, FYI guys bahwa penelitian ini belum di-peer review, jadi masih butuh ditinjau lebih lanjut.
 
Tell me more about this AZ vaccine again…
Jadi awalnya, diketahui bahwa vaksinnya AZ ini memiliki efektivitas sebesar 66,7% setelah suntikan kedua untuk melindungi penggunanya dari virus. Yha emang jauh kalo dibandingin sama Moderna maupun Pfizer yang mencapai 90%-an, namun ternyata, vaksinnya AZ ini udah cukup memberikan perlindungan dalam satu kali disuntik aja. Penelitian tadi juga menemukan bahwa vaksinnya bakal lebih efektif kalo diambil dalam jarak waktu yang berjauhan, yakni dari 6 sampai 12 minggu.
Now, let’s zoom in on…Russia.
Yep, Rusia juga punya vaksin Covid-19 gengs, namanya Sputnik VAaaand we also got a good news, di mana hasil uji coba tahap tiga menemukan bahwa tingkat efektivitas vaksin ini mencapai 91.6% untuk mencegah Covid-19, dan hingga 100% efektif dalam mencegah munculnya gejala dari sedang sampai parah.
 
Whoaaa excited! 
Yep, jadi angka 91,6% itu dihasilkan dari penelitian terhadap 19.866 relawan di mana 14.964 di antaranya menerima dua dosis vaksin, dan sisanya diberikan placebo. Hasilnya, setelah disuntik kedua, ditemukan ada 16 kasus Covid-19 di antara para relawan, dan 62 kasus positif ditemukan di kelompok yang menerima placebo. Jadi hasilnya yha 91.6% itu.
 
Cool…
Yep, hasil ini selain jadi berita baik, juga menampik sentimen negatif yang udah muncul di awal terkait vaksin Sputnik V yang dinilai banyak pihak terlalu cepat didistribusikan, padahal hasil uji klinisnya belum keluar. Selain itu, nggak kayak vaksin lain yang harus ditaruh di suhu super dingin, vaksin Sputnik V ini cukup ditaro di kulkas ajha. Adapun harganya juga cuma dibendrol US$10 per dosis.
Mayan murah ya. Nyampe ke Indonesia ga si?
Gatau guys jujur, karena kalo dari keterangannya pihak Kedubes Rusia pada November tahun lalu sih, Sputnik V ini belum masuk ke Indonesia. Namun, Dubes Lyudmila Vorobieva mengatakan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan Indonesia dalam produksi dan distribusi vaksin Covid-19. Selain itu, disebutkan juga bahwa pihak Kedubes Rusia di Indonesia udah mendaftarkan vaksinnya ke BPOM. FYI, saat ini Sputnik V juga udah digunakan di berbagai negara kayak Serbia, Argentina, UAE, Iran, hingga Palestina. Rinciannya, vaksin ini udah digunakan pada 2 juta orang di seluruh dunia.