Gelombang Protes Anti Pemerintah di Rusia Tuntut Pembebasan Navalny

101

For when things are heating up in Russia…

Yep, saat ini, kondisi di Rusia lagi makin hareudang, hareudang, hareudang, panas panas panaaas karena gelombang protes anti pemerintah masih terjadi. Adapun para pemrotes menuntut dibebaskannya Alexei Navalny, tokoh oposisi Rusia, yang last week ditangkap polisi. Catch up with the story here.   
I need a background please. 
Ok. Jadi guys, Navalny ini adalah seorang tokoh oposisi Rusia yang sering banget mengkritik pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Vladimir Putin. Adapun isu yang sering disampaikannya adalah terkait dugaan korupsinya Putin. Atas sikapnya ini, Navalny pernah menjalani hukuman penjara dan tahun lalu, dia sempat diracun hingga harus menjalani pemulihan di Jerman. Nah, setelah sembuh, minggu lalu, Navalny kemudian balik lagi ke Rusia dan langsung ditahan polisi pas baru mendarat di bandara. Dia disebut terlibat kasus pencucian uang, makanya langsung ditahan.
 
I see…
Nah aksi penangkapan ini dinilai publik Rusia sebagai bentuk pemerintahnya dalam membungkam kritikan, makanya warga pada turun ke jalan untuk menuntut dibebaskannya Navalny. Adapun aksi protes ini dimulai sejak Hari Minggu lalu dan meluas ke hampir seluruh kota-kota di Rusia, padahal di sana lagi winter-winternya.
 
Well, anything for democracy…
Rite. Nah ngomongin aksi protes, tentunya kita nggak bisa mengabaikan peran polisi dalam upayanya membendung aksi para demonstran. Selain menangkap ribuan orang, disebut juga bahwa polisi-polisi ini menggunakan stun gun untuk menangani para demonstran. FYI juga guys, bahwa di Moscow terdapat lebih dari 1.600 orang yang ditahan, termasuk istri Navalny, Yulia, yang udah dibebasin lagi.
 
Whoaa….
Yep, aksi protesnya ini juga terjadi besar-besaran dan serentak di hampir 120 kota yang dimulai sejak jam 12 siang di setiap kotanya.  Di Moskow, para demonstran juga tadinya udah berencana melakukan aksi di depan the Russian Federal Security Service (FSB), yang diduga merupakan lembaga yang meracuni Navalny. Namun rencana ini urung dilakukan karena pemerintah Moscow udah menutup tujuh subway stops di pusat kota dan memotong rute-rute bis demi menghentikan pendemo.
OMG…
Terus Kremlin, sebagai pusat pemerintahan di Rusia udah dikawal secara ketat oleh polisi dan berbagai akses kereta dan publik transport ke sana udah dihentikan. Selain itu, para pemrotes juga berkumpul di tempat ditahannya Navalny, namanya Matrosskaya Tishina, sebelum akhirnya akses ke sana ditutup juga sama pemerintah. FYI, dalam aksi protesnya ini, para peserta aksi menyerukan yel yel kayak “Rusia tanpa Putin!” dan “Bebaskan Navalny! Infonya, protes-protes ini masih bakal berlangsung sampai persidangan Navalny dimulai pada minggu ini.
 
So, how’s Putin doing?
Not good. Seiring dengan rangkaian protes ini, popularitas Putin juga menurun drastis. Hal ini makin memperparah ketidakpuasan warga terhadap pemerintahan Putin yang dinilai makin membatasi kebebasan individu, berkurangnya pendapatan, dan ketidakmampuannya mengatasi pandemi Covid-19.