GameStop: Perusahaan Video Game Besar Melantai Di Bursa Saham Amerika

45

For when you’ve been curious about the Robinhood drama…

Oh boy, where do we start?
 
Start.
OK. Jadi once upon a time, ada sebuah perusahaan video game besar di Amerika Serikat yang namanya GameStop. Pada tahun 2002, GameStop melakukan IPO aka went public aka melantai di bursa saham AS aka Wallstreet. Namun, sebagai perusahaan game di tengah perkembangan digital yang masif, GameStop lumayan struggling sih dalam mempertahankan bisnisnya.
 
Go on…
Terus ditambah munculnya covid-19 yang bikin mereka terpaksa menutup berbagai tokonya di AS hingga bikin harga saham mereka rendah banget hingga di bawah US$5 per lembar. Nah namun, kayak sulap, pada minggu lalu, harga sahamnya naik hingga 1.800% dan harga sahamnya mencapai US$350 per lembar!
 
HAH kok bisa? 
Bisa dong. Meet: Reddit. Iya, aplikasi forum tanya-jawab itu. Jadi sebelum kenaikan drastis tadi, emang ditemukan forum namanya Wallstreetbets di Reddit yang membahas soal rencana mereka membeli saham GameStop untuk bikin rugi hedge fundFYI guys, anggota dari forum ini sendiri udah mencapai 6,5 juta members.
 
Bentar, hedge fund itu apa?
Kayak investment management company gitu guys, di mana biasanya mereka menghimpun duit dari investor besar aka orang-orang kaya untuk mereka kelola dananya, biasanya dalam jual beli saham.
 
Terus kenapa para Redditor ini pengen bikin rugi hedge fund?
Karena para hedge fund ini suka melakukan short-selling yang bikin rugi berbagai pihak. Now, let us tell you what is short selling. Short selling adalah jenis transaksi penjualan saham di mana kamu jual saham dulu, baru beli. Jadi kan karena tahu bahwa GameStop ini perusahaannya struggling, para hedge fund kemudian meminjam sahamnya GameStop dari perusahaan sekuritas untuk dijual, dengan harapan harga sahamnya makin turun, dan mereka bisa ngambil keuntungan dari selisihnya. Tapi yaa kenyataannya harga saham GameStop justru naik, hingga bikin jajaran hedge funds ini mengalami rugi bandar gede-gedean.
 
When are we talking about Robinhood?
Now. Nah guys, untuk beli saham ini, para Redditors kebanyakan pake aplikasi jual beli saham, RobinHood. Hal ini karena adanya beberapa fitur menarik dalam RobinHood kayak kamu bisa melakukan juali beli saham secara gratis (commission free) dan bisa melakukan pinjaman dana dalam jumlah kecil. Nah di sinilah kebanyakan para Redditors berkumpul untuk membeli sahamnya GameStop tadi.
 
I see….
Nah menanggapi fenomena ini ini, Robinhood (dan perusahaan-perusahaan keuangan lainnya) pada Hari Kamis lalu kemudian memutuskan untuk menghentikan penjualan saham GameStop dengan alasan ‘ketidakstabilan’ pasar. Tindakan ini kemudian mendapat protes dari berbagai pihak karena RobinHood dianggap nggak berpihak pada gerakan kecil kayak para retail investors ini, instead, mereka justru melindungi perusahaan besar aka si hedge fund tadi.
 
Yea, it doesn’t sound right…
Yha memang banyak yang merasa tindakan RobinHood ini nggak fair guys, di antaranya politisi asal New York, Alexandria Ocasio-Cortez. Menurut Ocasio-Cortez, tindakan ini nggak bisa diterima dan publik perlu tahu kenapa RobinHood justru menutup akses untuk pembeli saham perorangan, tapi membiarkan investor besar aka hedge funds melakukan jual beli saham dengan bebas.
So what now? 
Setelah dibatasi tadi, harga sahamnya GameStop kembali turun hingga 44%. Selain itu, para pelanggan aplikasi Robinhood juga dikabarkan udah mengajukan gugatan class-action lawsuit dengan tuduhan manipulasi pasar ke the Southern District of New York pada Jumat (29/1) kemarin.
 
Got it. Anything else I should know?
 Well, emang di dunia kapitalisme ini guys, banyak banget hal-hal yang nggak diprediksi bisa terjadi. Fenomena Wallstreet yang bisa dikejutkan dari gerakan online yang berasal dari Reddit ini tentunya berhasil bikin banyak pihak geleng-geleng kepala, apalagi kalo sampe perusahaan (read: Robinhood) harus turun tangan untuk mengembalikan keadaan seperti semula.