Demo Warga Di Kedutaan Besar Indonesia Yangon Myanmar

179

For when you’ve been wondering about what happened in KBRI Yangon…

Iya guys, jadi KBRI, aka Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Yangon, Myanmar kemarin menjadi sasaran demo warga.
Hah? Kenapa? 
Gara-gara this article. Jadi dalam artikel ini disebutkan bahwa Indonesia mendukung pemilu ulang setelah kudeta militer yang terjadi di Myanmar. A quick reminder:  Awal Februari lalu, pemimpin sah dan demokratis Myanmar (dipimpin Aung San Suu Kyi) dikudeta oleh Junta militer dengan alasan pemilu yang digelar tahun lalu dan dimenangkan oleh Suu Kyi dkk itu curang. Jadi mereka mau mengambil alih kekuasaan dan tahun depan, pemilunya bakal digelar lagi. Catch Up! on the issue here.
 
Go on…
Merespons ke kondisi ini, publik Myanmar be like “no can do!” dan melakukan aksi protes ke jalan-jalan untuk meminta pemerintahan Suu Kyi balik lagi menjabat. Aksinya juga udah turned violent, di mana ada ratusan warga yang ditangkap dan empat orang meninggal.
 
Meanwhiiile….
Artikelnya Reuters tadi bilang bahwa pemerintah Indonesia mendukung supaya junta militer tetep menjabat sampe pemilunya diulang tahun depan. Disebutkan bahwa solusi yang ditawarkan Indonesia adalah untuk menghindari pertumpahan darah dan membantu kelompok militer dalam menjalankan komitmennya yang katanya bakal menggelar pemilu lagi dan memastikan emang bakal terjadi transfer of power ke pihak yang menang. Nggak cuma mendukung, disebutkan juga bahwa Indonesia mengajak negara-negara ASEAN lain untuk mendukung posisinya.
HAH kok gitu?
Yha gitu. Adapun sumber Reuters adalah tiga orang dari pemerintah yang tidak boleh disebutkan namanya. Artikelnya juga bilang bahwa Indonesia mengajak negara ASEAN lainnya untuk memfasilitasi dialog antara para junta dan para pemrotes dan katanya sih, proposal ini banyak yang mendukung, tapi upaya diplomasinya yang susah.
I see, and? 
Yha terkait pemberitaan ini, tentunya KBRI Yangon didemo warga Myanmar yang bilang bahwa aksi kudetanya militer Myanmar itu ilegal dan mereka nggak butuh pemilu baru. Para demonstran juga bilang bahwa mereka maunya yha pemimpin lama yang menjabat lagi dan plz banget hargai suara kami.
 
Terus terus…
Terus disebutkan juga bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia Bu Retno Marsudi bakal berkunjung ke Myanmar pada Kamis hari ini, di tengah aksi demonstrasi yang tengah berlangsung. Nah menanggapi hal ini, Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, bilang bahwa beritanya nggak bener, karena Bu Retno justru lagi di Thailand.
Tapi kunjungannya emang bahas soal Myanmar?
Iya emang sih, Bu Menlu emang lagi melakukan kunjungan ke beberapa negara ASEAN untuk membahas tentang kondisi Myanmar. Kunjungan pertamanya ke Brunei Darussalam pada Rabu (17/2), terus ke Singapura. Adapun kunjungan-kunjungan tersebut adalah instruksi dari Pak Jokowi, setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan PM Malaysia bilang kalau Menlu ASEAN harus ketemu secara khusus untuk bahas kondisi Myanmar.
And? 
Terus kemarin, pas Bu Retno lagi kunjungan ke Bangkok, beliau bertemu sama Menlu Myanmar rezim militer, U Wunna Maung Lwin. Nah, dalam pertemuan tersebut Bu Retno meminta Myanmar untuk nggak menggunakan kekerasan dalam menanggapi demonstran, mendengarkan suara rakyat Myanmar, dan ngasih akses kunjungan kemanusiaan untuk orang-orang yang ditahan militer, termasuk bagi Suu Kyi.
 
Well, I believe Bu Retno has a say…
Of course. Dalam keterangannya, Bu Retno juga bilang bahwa “Transisi demokrasi inklusif harus diupayakan sesuai dengan keinginan rakyat Myanmar. Jalan apa pun yang ditempuh di depan harus dilakukan untuk mencapai tujuan ini.” Terus, “Indonesia sangat prihatin dengan situasi di Myanmar dan mendukung rakyat Myanmar. Kesejahteraan dan keamanan masyarakat Myanmar menjadi prioritas nomor satu.”
Got it, anything else? 
Menurut Kemlu, aksi demo di KBRI Yangon berjalan aman dan kondusif. Selain itu, warga Indonesia yang ada di Myanmar juga kondisinya aman. FYI, Menlu Thailand juga ikut pertemuan Bu Retno sama Menlu Myanmar. Dalam pertemuan tersebut, Bu Menlu juga bilang bahwa Indonesia turut prihatin sama kondisi politik yang terjadi di Myanmar. Oh iya FYI, gara-gara pertemuan ini, Kedutaan Thailand di Myanmar juga didemo gengs.