Corona Updates 22 Februari 2021, Wali Kota Bogor Sebut Banjir Jakarta Disebabkan Bangunan Liar Sepanjang Ciliwung, Texas Alami Badai Salju Selama Satu Minggu Hingga Alami Krisis Air Bersih, Waspada Bahan Kimia Pada Mainan Anak

107

Good morning!

Wake up, wake up, wake up! Today we got a lot of updates abouuuut the mother nature. They may not be good news, but hopefully, they can work as a reminder that we should always ‘hemat energi’, use less plastics, and be a little thoughtful about the environment. Global warming is reallll guys…

But before, here. Your Covid-19 updates.

Hi there. Yep, we still start the week with some Covid-19 updates because apparently, the pandemic is still everywhere. Let’s go!

 
Nationally…
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di Indonesia udah mencapai 1.278.653 kasus, 34.489 meninggal (2,7% dari Terkonfirmasi), dan 1.087.076 (85,0% dari Terkonfirmasi) sembuh.
  • Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (317.432 kasus), Jawa Barat (175.950 kasus), Jawa Tengah (142.318 kasus), Jawa Timur (122.807 kasus), dan Sulawesi Selatan (52.640 kasus).
  • Dudududuuuu jadi minggu lalu, Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menyatakan bahwa sejauh ini, ada 1.214 warga asing dan warga Indonesia yang baru aja nyampe dari luar negeri yang terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal, mereka telah memegang surat keterangan bebas virus corona.
  • Sabtu kemarin, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin baru aja menyatakan bahwa pemerintah nggak menganjurkan masyarakat untuk mudik dan bepergian saat libur Lebaran tahun ini demi menekan penularan Covid-19 yang masih tinggi. Pak Budi mengimbau agar masyarakat Indonesia merayakan Hari Idul Fitri yang jatuh sekitar tanggal 13 Mei itu dengan tetap berada di rumah aja.
  • Seiring dengan udah dimulainya program vaksinasi di Indonesia, Pak Presiden Jokowi menyatakan kekhawatirannya bahwa ketersediaan vaksin saat ini nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Menurut Pak Jokowi, targetnya sih vaksinasi bisa dilakukan pada jutaan orang setiap harinya, tapi yha itu, ketersediaan vaksinnya masih jadi masalah.
  • Minggu lalu, pemerintah dengan resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Jawa dan Bali hingga dua minggu ke depan.
  • Jumat lalu, Menteri Pemuda dan Olah Raga Zainudin Amali menegaskan bahwa atlet sepak bola masuk gelombang pertama penerima vaksin covid 19 untuk olahragawan. Dalam keterangannya, Amali menyebut bahwa para pesepakbola masuk ke kelompok 5.000 atlet, pelatih dan tenaga pendamping yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 olahragawan tahap pertama. Selain itu, atlet yang akan segera divaksin juga adalah mereka yang akan segera melakukan kegiatan kayak dari PSSI, Perbasi dan PBSI.
 
Meanwhile, internationally…
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di dunia udah mencapai 111.114.777 kasus dan 2.461.436 kasus meninggal.

  • Negara-negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (28.007.638 kasus), India (10.991.651 kasus), Brazil (10.139.148 kasus), Inggris (4.117.739), dan Russia (4.117.257 kasus).

  • Dalam kesempatan KTT negara G7 yang dimulai Jumat lalu, pemerintahan Amerika Serikat di bawah Joe Biden menyampaikan rencananya yang bakal nyumbang bantuan sebesar US$4 milyar untuk program pengadaan vaksin global yang diinisiasi oleh PBB, Covax.

  • Minggu lalu, pihak kepolisian Meksiko baru aja membekuk enam anggota komplotan penjual vaksin corona (Covid-19) palsu yang dibandrol seharga US$2000 (Rp28 juta) untuk setiap dosis. Padahal, vaksin itu hanya bisa diperoleh melalui program vaksinasi dari pemerintah.

  • Masih drama vaksin ni gengs. Jadi minggu lalu, Taiwan baru aja kode-kode keras bahwa China udah menghalangi rencananya membeli vaksin covid-19 dari perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech. Dalam keterangannya, Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung, bilang bahwa Taiwan is thiiiiiiis close untuk mencapai kesepakatan pembelian 5 juta dosis vaksin pada Desember lalu. Namun, tiba-tiba BioNTech mundur dari kesepakatan tersebut. Dia kemudian bilang bahwa “curiga ada pihak asing yang ikut campur neh…” *looking at u, China*

  • Otoritas Vatikan pada minggu lalu baru aja mewajibkan vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 5.000 pekerjanya dan akan memberikan sanksi pemecatan kepada yang menolak. Selain itu, otoritas setempat juga mengatur bahwa kalo emang ada yang nggak mau divaksin, maka pekerja tersebut harus memiliki alasan medis yang terdokumentasi.

  • Setelah hampir 50% dari penduduknya menerima vaksin, Israel udah mulai berencana untuk membuka kembali tempat-tempat keramaian kayak gym, mall, dan bioskop. Rencananya, mereka yang udah divaksin atau yang udah pernah terinveksi Covid-19 akan diberikan semacam “green pass” dalam bentuk aplikasi yang ngasih mereka akses untuk memasuki lokasi-lokasi keramaian tertentu.

For when you’ve been hearing about banjir Jakarta over the weekend…

Here’s your updates. 

Tell me.
OK. Jadi kayak yang kamu tahu, DKI Jakarta baru aja dilanda banjir sejak Sabtu (20/2) dini hari lalu. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, setidaknya ada 200 RT yang kena dampak banjir ini per Sabtu (20/2) pagi.
Gosh, di mana aja tuh? 
Di berbagai titik guys. Jadi per kemarin, sebenernya seluruh wilayah di Jakarta Pusat udah nggak banjir lagi. Terus daerah yang masih banjir adalah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.  To break it down, ada 6 RT di Jakbar yang masih banjir dengan ketinggian air 40 – 70 cm. Terus di Jaksel ada 11 RT dengan tinggi air 40 – 90 cm, meanwhile di Jaktim ada 32 RT dengan tinggi air 40 – 100 cm. FYI, total jumlah RT di ibukota Jakarta itu ada sebanyak 30.070 RT gengs, jadi ada sekitar 0,6 persen RT yang terdampak bajir sejak Sabtu kemarin.
I see…
Nah selain RT-RT tadi, ada juga beberapa jalan utama yang sempat kena banjir, kayak Jl. Benhil Raya, Jalan Sudirman, Kemang, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, tol ring road Kembangan Jalan Lingkar Luar Barat dari arah Cengkareng menuju Ciledug/Karang Tengah (dan sebaliknya), Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jalan Haji Amsir, Jalan Nurul Imam, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Jalan Jatinegara Barat Raya, and so on.    
 
Any victims?
So far, menurut BPBD DKI, ada lima warga (1 lansia dan 4 anak) yang meninggal karena banjir. Untuk yang lansia, beliau adalah seorang kakek yang terkunci di dalam rumahnya yang lagi kebanjiran. Terus tiga anak meninggal karena hanyut terseret arus pas lagi main air, dan satu orang anak karena tenggelam.
 
Terus kan sekarang lagi ada corona…
Nah terkait hal ini, pemerintah setempat juga udah nyiapin tenda khusus untuk isolasi mandiri bagi warga yang punya gejala covid-19. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pemerintah juga melakukan tes swab antigen dan menyediakan obat-obatan dan prasarana bagi pasien-pasien covid-19 yang terkena banjir. Kata Pak Anies kemarin, pas di-swab antigen emang ada beberapa pengungsi yang positif Covid-19, dan mereka langsung dipisahkan di tenda isolasi.
Emang penyebab banjirnya apa sih?
Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, penyebab banjirnya adalah curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jaksel. Nggak cuma itu, ada juga luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, dan Kali Cipinang di Jakarta Timur. Selain itu, Pak Anies juga bilang bahwa banjir DKI adalah kiriman dari Depok, Jawa Barat, melalui Kali Krukut.
 
Is that true?
Well, someone has another say. Meet: Kang Bima Arya, Wali Kota Bogor yang baru aja ngirim surat ke Pak Anies saying I know why U kebanjiran mulu. Menurut Kang Bima, setelah pihaknya melakukan penelitian ekspedisi Ciliwung, ditemukan bahwa saat ini, udah banyak bangunan liar, sampah, limbah, dan pendangkalan di sepanjang sungai Ciliwung menuju Jakarta, makanya JKT jadi banjir. Kang Bima juga bilang bahwa untuk menanggulangi banjir ini perlu dilakukan bersama-sama dan nggak bisa sendirian.
Terus gimana? 
Well, kalo untuk banjir ini, Pemerintah DKI Jakarta menyatakan bahwa mereka udah menyiapkan 5.000 petugas selama 24 jam untuk menangani sampah pasca banjir. Menurut Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, mereka bakal siaga di lokasi rawan tumpukan sampah saat terjadi banjir kiriman. Para petugas ini juga udah nyiapin sarana untuk mengangkut sampah-sampahnya nanti, termasuk: 44 mobil pickup angkut sampah, 50 truk sampah, 5 ekskavator jenis spider, 6 ekskavator long armand so on.  
 
Ok, anything else? 
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau supaya warga Jakarta tetap waspada karena potensi hujan lebat yang bisa menyebabkan banjir dan longsor kemungkinan terjadi pada 23 – 24 Februari mendatang.

Now everybody, let’s talk about Texas. 

What about it?
Jadi minggu kemarin, Texas, negara bagian di Amerika Serikat yang identik dengan cuaca hangatnya mengalami badai salju hebat selama hampir satu minggu full. Akibatnya, listrik mati, heater mati, dan terjadi krisis air bersih besar-besaran.
Di TEXAS?
Yep, Texas. Jadi emang hampir lebih dari setengah populasi Texas terdampak oleh badai ini. Terus Presiden Biden juga udah mengumumkan status bencana besar buat The Lone Star State dan bakal segera mengucurkan dana pemulihan buat para korban bencana.
 
Emang parah banget?
Parah guys. Jadi awalnya kan terjadi badai salju dulu tuh, abis itu, listrik langsung mati, meaning kalo nggak ada listrik, berarti nggak bisa nyalain penghangat ruangan juga, padahal tempraturnya minggu lalu itu dingin banget, yaitu sekitar -6 sampai 1 derajat celsius. Terus pas listriknya udah nyala, giliran tap water mereka yang mati karena terjadi kerusakan pipa-pipa air dan gas di berbagai lokasi. Akibatnya hingga Sabtu kemarin, masih ada sekitar 15 jutaan warga Texas yang nggak dapet akses air bersih.
 
Tapi kok bisa sih listriknya mati?
Karena ternyata, pembangkit listrik di Texas emang nggak dirancang untuk cuaca super dingin. Jadi pas terjadi badai itu guys, sumber listrik di Texas yang berasal dari natural gas, batu bara, dan pembangkit nuklir tiba-tiba mati dan pipa-pipanya bocor. At the same time, udara dingin juga menyebabkan konsumsi natural gas di Texas meningkat, hingga otoritas setempat terpaksa harus memutus akses listrik secara bergiliran biar kerusakan pipa-pipanya nggak makin parah.
 
Terus kalau air bersih?
Bad, too. Jadi gara-gara badai ini, ada lebih dari 1.300 sistem suplai air yang terganggu dan gangguan ini terjadi di 62% wilayah yang ada di Texas. FYI guys, di salah satu kota besarnya Texas, Houston, laporan soal pipa bocor aja udah mencapai lima ribu laporan. Dan tanpa adanya air bersih, warga jadi banyak yang nggak bisa mandi, bersih-bersih, hingga nge-flush toilet.
Geeeez…is this due to climate change? 
Yep, udah banyak penelitian yang membuktikan bahwa climate change menyebabkan cuaca yang ektrim, either kalau panas, panas banget, kalau dingin, dingin banget. Hal ini juga yang terjadi di Texas, di mana minggu lalu itu, wilayahnya mengalami rekor terdingin dalam 30 tahun terakhir, yaitu mencapai -18C.
 
Terus, ada korban ga?
Ada. Sejauh ini, tercatat ada 58 orang meninggal karena badai salju tadi. Penyebabnya adalah kedinginan akut (hipotermia), menghirup asap beracun (misalnya, berusaha stay warm dengan nyalain mesin mobil tapi jendela mobilnya nggak dibuka), hingga meninggal karena nggak mendapat pertolongan di rumah sakit, due to power outage. 

Sad :(, anything else I should know? 
Well, winter storm also means political storm for a politician from Texas, Ted Cruz yang juga pernah nyapres di tahun 2016 lalu. Jadi pas lagi badai kemarin, Cruz dan keluarganya malah terbang ke Cancun, Mexico buat liburan. Cruz menjelaskan bahwa gara-gara badai, kan sekolah jadi ditutup selama seminggu, nah terus anak-anak perempuannya minta jalan-jalan, jadi deh mereka sekeluarga cussss ke Cancun. Dalam permintaan maafnya, Cruz juga bilang dia emang salah dan harusnya nggak melakukan hal itu. MeanwhileWalikota Colorado City, Texas, baru aja mengundurkan diri gara-gara dia posting di Facebook untuk bilang ke masyarakatnya bahwa “the city owes them nothing” and “Only the strong will survive” untuk menanggapi warganya yang protes tentang listrik mati.

For when babies make you “gemez…”

Well, who doesn’t feel that way about babies?
Babies are cute, fluffy, aaaaand they tend to chew everything. Nah untuk yang terakhir ini guys, kamu harus agak hati-hati kalo kamu udah punya baby, atau punya keponakan yang masih bayi, karena hasil penelitian terbaru menemukan bahwa bahan kimia pewarna sintetis yang lumrah ditemukan di berbagai produk berbahan dasar plastik, namanya phthalates ternyata terbukti bisa membahayakan perkembangan otak bayi.
Karenanya, dalam penelitian yang dirilis oleh Project TENDR, stands for Targeting Environmental Neuro-Development Risks para peneliti mendesak otoritas yang berwenang untuk melarang penggunaan bahan kimia ini dalam produk yang dipakai sehari-hari.
Menurut para peneliti yang terdiri dari peneliti sukarela, dokter kesehatan anak, dan aktivis atas isu anak-anak, udah banyak bukti yang menunjukkan dampak negatif dari bahan-bahan kimia ini terhadap tumbuh kembang anak, termasuk mereka jadi susah fokus, gangguan belajar, hingga gangguan dalam berperilaku. FYI, Phthalates ini juga dikenal sebagai ‘everywhere chemicals’ karena bahan kimia yang satu ini sering banget ditemukan di produk-produk konsumen, kayak plastic packagings, deterjen, lantai vinyl, baju, furniture, sabun, etc. Tapi, biasanya Phthalates nggak tertulis di bagian ‘ingredients’ dari barang-barang tersebut, namun ditulis sebagai ‘fragrance’ aja.
Moreover, secara global ada sekitar 8,4 juta metric tones of phlathates yang dipake setiap tahunnya. Padahal, udah banyak studi yang membahas tentang risiko dari bahan kimia ini, di antaranya bisa menyebabkan obesitas pada anak kecil, asma, masalah jantung, kanker, dan masalah reproduksi.  That’s why para ilmuwan project TENDR berupaya supaya seluruh bentuk phthalates di-ban, at least untuk produk-produk wanita hamil, wanita dalam usia reproduksi, dan anak-anak.

“Pripun kabare?”

Gitu isi twitnya Pak Presiden Joko Widodo kemarin, pas merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada Hari Minggu (21/2). Dalam twitnya itu, Pak Jokowi juga nanya neh, kamu masih pake bahasa ibu nggak, dalam kehidupan sehari-hari?
 
Raise your hand if you do…. 🖐🏻✋🏻

Catch Me Up! Recommendations

Admit it, when we grocery shop, some parts of it ends up in garbage. So how to reduce your food waste? Here’s some tips.

A thank you note…

Thanks to Seseorang for buying us coffee yesterday!
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Ceritanya kemarin aku baru balik dari luar kota Jatim naik bis. Di tengah perjalanan hujan turun lumayan deras sampai melewati tiga kota masih tetap hujan. Sampai di Kota Santri, jalanan sedikit macet, aku ngelihat seorang pedagang asongan yang jualan pisang rebus di pinggir jalan, sepertinya beliau merupakan bagian dari pedagang yang biasa berjualan dari satu bis ke bis lainnya. Beliau memandangi bis yang aku tumpangi seolah ragu mau naik apa engga, soalnya kondisi macet tapi engga yang bikin laju bis bisa berhenti total, bis masih tetap berjalan jadi bapak pedagang pisang rebus tadi akan cukup susah untuk naik di tengah kemacetan. Sampai akhirnya bis benar-benar melaju aku masih terus menoleh ke bapak pedagang yang melihat nanar, tambah sedih melihat beliau sudah cukup sepuh dengan dagangan di tangan. Semoga bapak pedagang pisang rebus Tuhan cukupkan rezekinya, sebagaimana janji-Nya untuk siapa yang tidak putus berusaha:)
-Pulau tetangga Surabaya-
2. Aku mahasiswa rantau. Awalnya di sekitar kampus ada banyak usaha dan warung. Tapi setelah negara api menyerang (covid), hampir semua gulung tikar karena gaada mahasiswa ngekos. Karena kuliah online bisa dari kampung halaman. Ada satu temenku yang lagi di kos buat packing barang. Dia cerita ada satu warung nasi uduk yang buka, namanya Warung Alhamdulillah. Kata dia, ibu penjualnya sering bilang alhamdulillah, misalnya pas liat temenku dateng, pas denger order, dst. Kata temenku waktu beli sekali pagi itu si ibu udah bilang alhamdulillah 15 kali wkwk. Dan si ibu kelihatan bahagia despite of kondisi pandemi tadi :”) Makasih Bu sudah memberi pelajaran, mari banyak bersyukur.
-Bints-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!