China Mendapat Kecaman Dari Negara Anggota Dewan PBB Terkait Pelanggaran HAM Etnis Uighur

191

Who are zooming in on The Uighur Issue?The members of United Nations Human Rights Council aka Dewan HAM PBB.

 
Hah emang kenapa? 
Yha jadikan sekarang ini lagi berlangsung sidang tahunan Dewan HAM PBB (Human Rights Council)  yang ke ke-46 yang dimulai pada Senin (22/2) sampai 23 Maret 2021 nanti di Swiss. Dalam kegiatan ini, ada sekitar 130 negara anggota yang berkumpul baik secara fisik maupun online untuk membahas tentang perkembangan HAM di dunia. Nah, salah satu topik yang dibahas adalah soal kasus etnis Uighur di China.

Etnis Uighur?
Iya. FYI, etnis Uighur ini adalah kelompok minoritas di China, yang mayoritas beragama Islam Sunni. Terus, mereka tinggal di bagian baratnya China, tepatnya di Xinjiang, dan beribukota Urumqi. Para etnis Uighur ini berbahasa Turkic dan budaya mereka mirip kayak orang Turki, Uzbekistan, Mongolia, Kazakhstan, dan Kirgistan (secara sebelahan).
Go on…
Nah tentunya soal etnis Uighur ini, kamu udah sering denger pemberitaan terkait berbagai aksi diskriminasi yang diduga dilakukan sama pemerintah China terhadap mereka, mulai dari menandai individu-individu yang melakukan kegiatan keagamaan kayak naik haji, pake jilbab, dan menolak makan babi, hingga mengirim orang-orang Uighur ke kamp “pendidikan” yang katanya sih, di dalamnya terjadi berbagai aksi pelanggaran HAM.
 
Tell me more….
Nah terkait kondisi ini, banyak juga ahli dan aktivis hak asasi manusia yang melaporkan bahwa saat ini, ada at least satu juta etnis Uighur dan minoritas Muslim yang ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.  Not just camps, tapi pemerintah China juga diduga udah melakukan sterilisasi secara paksa terhadap para perempuan di sana dan menerapkan kerja paksa pada para warganya. Tindakan-tindakan ini yang menjadi dasar kenapa China dituduh melakukan ‘genosida’ terhadap etnis Uighur dan muslim.
Genosida?
Iya, atas aksinya ini, China disebut telah melakukan aksi genosida terhadap warganya sendiri. Selain itu, kecaman juga datang dari beberapa negara anggota Dewan HAM PBB. Contohnya Menlu Jerman, Heiko Maas yang bilang kalau penahanan sewenang-wenang terhadap etnis minoritas di Xinjiang harus menjadi perhatian. Terus juga ada Menlu Turki Mevlut Cavusoglu yang meminta China supaya bisa transparan tentang isu di Xinjiang dan juga meminta pemerintahnya melindungi hak-hak orang Uighur dan Muslim lainnya di sana.
That’s all? 
Of course not. Some countries are taking a stronger stance, for example Pemerintah Amerika Serikat yang sejak bulan lalu menyebut bahwa tengah terjadi genosida di Xinjiang. Dalam hal ini, mau pemerintahannya Trump atau Biden, dua-duanya satu suara guys, yaitu ada genosida. Terus ada juga Kanada yang kemarin baru aja meloloskan voting di parlemennya untuk mengakui bahwa China emang telah melakukan genosida terhadap warganya, and finally…The UK.
 
The UK says what?
They said something like: Ini pelanggaran HAM-nya beneran ada loh dan tiap hari selalu ada laporan baru. Selain itu, Inggris juga meminta China untuk memberikan akses seluas-luasnya ke PBB untuk memantau langsung kondisi di Xinjiang dan melakukan investigasi atas dugaan pelanggaran HAM di sana.
And I believe China has a say?
Yep, of course pemerintah China menolak tuduhan tersebut dan dalam pernyataannya di sidang HAM PBB, they’re like, “Yha silakan aja cui dateng dan liat sendiri.” Selain itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga bilang bahwa kamp-kamp “pendidikan” yang jadi sumber protes negara-negara lain itu emang kamp untuk memberikan pelatihan kejuruan yang menurut mereka emang dibutuhkan demi melawan ekstrimisme.
 
Ekstrimisme?
Iya, jadi masih menurut Wang Yi, emang kamp-kamp tersebut merupakan upaya pemerintah dalam membendung aksi terorisme dan buktinya, udah nggak ada kasus terorisme selama empat tahun. Selain itu, Wang Yi juga bilang bahwa saat ini ada 24.000 mesjid di Xinjiang yang membuktikan bahwa ga pernah tuh ada upaya genosida atau diskriminasi agama di sana.
 
OK. Anything else I should know?
Selain isu HAM di Xinjiang, pada sidang tahunan kali ini, para perwakilan negara-negara juga membahas soal kondisi HAM di Myanmar, Ethiopia, Sri Lanka, dan kondisi pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny yang lagi ditahan sama pemerintahan Putin. Dalam pidatonya Senin lalu, Sekjen PBB Antonio Guiterres bilang bahwa saat ini, seluruh penjuru dunia sedang mengalami berbagai kasus pelanggaran HAM.
:((((((