Banjir Air Berwarna Merah Kota Semarang dan Kota Lain Di Jawa Tengah

96

For when you’re curious about the red flood video…

Here’s your update. 
 
Tell me. 
Ok. Jadi over the weekend kemarin, Kota Semarang dan kota-kota lain di Jawa Tengah baru aja dilanda banjir tinggi gara-gara hujan deras.
 
HAH kok bisa?
Yha jadi emang minggu lalu itu, terjadi hujan deras sejak Jumat (5/2) malam dan berlangsung terus hingga sekitar 12 jam. Akibatnya, air tergenang hingga hampir 1 meter di ruas jalan sehingga bikin Jalur Pantura Semarang-Kendal lumpuh. Akibat hal ini, para pengendara jalan pun jadi harus putar balik untuk cari jalur lain.
Ya ampun, how about other transportations? 
Bad. So far, ada 21 penerbangan yang terdampak karena Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ditutup total gara-gara runway-nya juga digenangi air setinggi 15 cm.  Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Semarang, Hardi Aryanto, seluruh penumpang yang melakukan perjalanan di hari Sabtu kemarin, semuanya di-reschedule ke hari Minggu.  Nggak cuma di runway-nya tapi di sekitaran bandara juga banjir, sampai-sampai penumpang yang udah di bandara diantar pake truk TNI untuk keluar bandara.
 
What about trains, then?
Also bad. Jadi ada Stasiun Tawang di Semarang yang juga lumpuh karena tergenang banjir. Terkait hal ini, Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, menyebut bahwa Stasiun Tawang seluruhnya terendam banjir sampai ke jalan raya di depan stasiun, dengan kedalaman banjirnya sampai 70 cm. Terus, setidaknya ada tujuh rute kereta yang mengalami keterlambatan atau terganggu gara-gara banjir, termasuk kereta-kereta yang numpang lewat Semarang aja.
 
Can we get into the red flood now?
Oh right, that actually happened in Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Jadi, warna banjirnya berwarna merah karena obat pewarna batik, sekitar tiga kilogram, yang ikutan hanyut dan larut kena banjir.
 
How did that happen?
Well, karena menurut Kepala Desa Jenggot, Taibin, banjirnya terjadi di Jalan Pelita 3, di mana banyak pengrajin batik yang tinggal di sana. Menurutnya, bungkus obat pewarna batik itu sobek, jadi ikut larut dalam banjir yang dalamnya sekitar 50 cm. Terus, Taibin juga menegaskan bahwa warna merahnya bukan karena limbah produksi batik karena produksi batik libur setiap hari Jumat.
 
Got it. Anything else I should know?
It’s been raining everywhere aaaaand… also flood happened, pretty much everywhere, too. Nah terkait banjir di Semarang ini, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menyebut bahwa banjirnya terjadi karena tiga hal, pertama, pembangunan infrastruktur yang bikin daerah resapan air di Kota Semarang berkurang. Kedua, karena sampah yang menutup luasan saluran air, dan ketiga, karena aktivitas penghijauan di sekitar sungai juga kurang.
 
Well, does the govt have a say about this?
Yep, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemukan bahwa salah satu penyebab banjir Semarang adalah gara-gara sejumlah pompa penyedot banjir di sana nggak berfungsi. Gara-garanya, pompanya masih dikunci jadi pompanya belum dinyalain dan asal muasalnya adalah karena pekerjaannya belum diserahkan. Meaning, penyebabnya adalah permasalahan administratif. Terkait hal ini, Mas Ganjar pun langsung meminta agar semua pompanya difungsikan untuk menyedot banjir.