WHO Sebut Bahaya Krisis Moral Akibat Kebijakan Vaksin Covid-19

113

WHO’s giving a warning?

WHO aka World Health Organization. 
 
Warning about what? 
The so-called “catastrophic moral failure” aka kegagalan moral gara-gara kebijakan vaksin covid-19 yang nggak adil.
Apa sih itu?
Well, jadi menurut Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Senin lalu, dunia saat ini lagi menghadapi krisis moral karena kebijakan vaksin. Menurut Pak Dir, ga adil banget ketika anak muda dan sehat di negara maju bisa divaksin lebih dulu dibanding kelompok rentan di negara miskin. Beliau juga menyebutkan bahwa saat ini, udah ada 39 juta dosis vaksin yang diberikan pada 49 negara kaya, meanwhile negara miskin cuma dapet 25 dosis.
OMG…
Yep, beliau juga bilang bahwa pendekatan “me-first” kayak gini bahaya banget, karena bakal bikin negara-negara menimbun vaksin dan bikin harga vaksin juga jadi lebih tinggi. Hal ini tentunya bikin upaya penanganan pandemi bakal lebih lama. Akibatnya yaaa korbannya bakal banyak di negara-negara miskin.
 
Got it.
Nah sebenarnya, terkait vaksin ini WHO juga udah mengembangkan vaksin yang akan dibagikan secara global, namanya Covax. Covax ini rencananya akan diluncurkan pada bulan depan.  FYI, Menlu RI, Retno Marsudi terpilih jadi Co-chair Covax lho gengs.
Whooaaa..wait, what’s Covax again? 
Covax adalah mekanisme vaksin untuk menjamin semua negara di dunia bisa punya akses terhadap vaksin covid-19 secara cepat, adil, dan setimpal. Covax bertujuan bikin negara-negara yang bergabung untuk punya satu suara dalam bernegosiasi sama perusahaan pembuat vaksin, dan so far, udah ada 180 negara yang ikut dalam kerjasama Covax ini.
Anything else? 
Up till now, negara-negara yang lagi mengembangkan vaksin sendiri adalah China, India, Russia, the UK dan Amerika Serikat.  Hampir seluruh negara ini memprioritaskan distribusi vaksin di dalam populasi mereka sendiri.