Program Vaksinasi Covid-19 Di Indonesia Mulai 13 Januari

109

Who will be super busy next week?

Our gov’t
Why?
Karena udah fix nih guys, bahwa program vaksinasi Covid-19 bakal dimulai di Indonesia pada this time next week, aka 13 Januari mendatang.
Oh really?
Yep. Jadi, berdasarkan Rapat Koordinasi Kesiapan Vaksinasi Covid-19 kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa vaksinasi covid-19 bakal dimulai per 13 Januari 2021. Vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap dan serentak di 34 provinsi di Indonesia.
Ada yang serentak tapi bukan Pilkada…
….. OK nice try but anywaaaaay jadi orang yang pertama bakal disuntik adalah Presiden Joko Widodo. Abis itu para menteri Kabinet Indonesia maju, dan dilanjutkan oleh tenaga kesehatan. Proses vaksinasi kemudian bakal dilakukan di 34 provinsi di hari yang sama. Terkait hal ini, Pak Budi juga meminta para kepala daerah untuk ikutan divaksin supaya masyarakat pada percaya. Abis itu, beliau juga meminta supaya para nakes di daerah menjadi prioritas utama untuk mendapatkan vaksin.
I haven’t heard the word “approved”…
Yea not yet. Jadi emang so far, belum ada nudge dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) soal izin darurat penggunaan aka emergency use authorization (EUA) atas vaksin Sinovac-nya ini. Pihak BPOM menyebut bahwa EUA-nya belum keluar karena masih nunggu hasil uji klinis analis di Bandung untuk konfirmasi khasiat atau efikasi vaksin. Namun BPOM memastikan, bahwa izinnya bakal keluar sebelum jadwal vaksinasi berlangsung.
 
Terus terus….halal gak?
Nah ini juga belum nih. Kata Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) bidang halal Sholahuddin Aiyub, lampu hijau dari lembaganya juga bakal segera disampaikan dalam waktu dekat untuk vaksin Sinovac. Beliau menyebut bahwa pihaknya udah punya data-data terkait, tapi masih melengkapi SOP (standard operating procedures) jadi belum bisa diumumin.  Tapi, katanya sih kemungkinannya bakal diumumin dalam waktu dekat, nggak lama setelah BPOM ngasih izin, dan sebelum tanggal 14 Januari 2021.
Jadi gimana beb? 
Yha ga gimana-gimana, karena kata BPOM sih, emang pemerintah tetap melakukan distribusi vaksin meski EUA belum keluar. Hal ini karena Pemerintah ingin mengantisipasi keterlambatan kedatangan vaksin Covid-19 di masing-masing daerah. FYI guys, saat ini, terdapat 3 juta vaksin Covid-19 Sinovac yang didatangkan dalam dua tahap, pertama pada 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dan 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis.
I see…
Yep. Nah terkait vaksinasi ini, pemerintah punya target untuk memvaksin sekitar 67-70 persen penduduk, atau sekitar 181 juta orang Indonesia. Disebutkan Pak Budi bahwa angka ini udah cukup untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap covid-19. Sementara itu, sejak 4 Januari lalu, pemerintah udah mulai mendistribusikan vaksin Sinovac ke 34 provinsi meski belum ada izin darurat.
 
One question. I got an SMS text saying I am eligible for vaccine….
Great. Chances are, you’re our healthcare warrior. Nah jadi emang pada 31 Desember lalu, pemerintah udah nge-blast SMS buat seluruh penerima vaksin covid-19 yang masuk kategori prioritas pertama which termasuk ke dalamnya adalah para tenaga kesehatan. Namun kalo kamu adalah Nakes dan nggak dapet SMS-nya, gausah panik guys, karena kata pemerintah, Nakes masuk ke prioritas vaksin. Jadi gausah nunggu SMS, kamu bisa langsung aja cek status kamu di website peduliLindungi.id dan registrasi.
Got it. Anything else I should now?
Well seiring dengan dilaksanakannya program vaksinasi ini, Mabes Polri rencananya bakal menurunkan 83.566 personel untuk mengawal prosesnya, mulai dari nyampe vaksin di Soetta sampe proses pendistribusiannya ke daerah-daerah. Polisi bilang, hal ini dilakukan dalam rangka menyukseskan program vaksinasi nasional.