Pemprov DKI Jakarta Umumkan RS Rujukan Covid-19 Hampir Penuh, Diduga Sebarkan Informasi Meresahkan Turis Asal Amerika Di Deportasi, WHO Sebut Bahaya Krisis Moral Akibat Kebijakan Vaksin Covid-19, Konsumsi Gorengan Porsi Kecil Beresiko Gangguan Jantung dan Stroke.

119

Hi there,

Good morning. Hope you had a restful sleep last night. It’s only Wednesday and we don’t know if it’s only us, but the news has been quite soooo heavy lately. So, if you feel like overwhelmed and tired, don’t forget to hit the pause. Stop scrolling, get a longer nap, meditate, do whatever you need to do to feel better. Remember to take care of yourself first.

What’s filling up quickly in Jabodetabek?

Hospitals. 

What? Why?
Covid-19, of course. Jadi kemarin, akun resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa angka penggunaan tempat tidur (Bed Occupancy Ratio-BOR) RS rujukan corona di ibu kota udah terisi 87 persen. Meaning, pemerintah cuma punya sisa kapasitas 13 persen lagi untuk menampung pasien Covid-19.
I need details.
Ok. Jadi dalam keterangannya kemarin di Instagram, pihak Pemprov Jakarta menyebutkan bahwa dari total 87 persen tadi, 24 persen pasien adalah pasien warga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Jadi kalo cuma ngitung warga dalam satu provinsi, yaitu warga DKI Jakarta, maka angkanya sebesar 63 persen. FYI guys, kalo dibandingin dengan BOR provinsi lain, maka BOR DKI Jakarta lebih tinggi.
 
OMG…
Yep seriously. Nggak cuma di Jakarta, namun BOR di kota-kota lain juga filling up quickly. Kalau di Depok, menurut data Pemerintah Kota Depok per Jumat (8/1) lalu, tempat tidur di ruang ICU di sana udah terisi 90,32 persen dan ruang isolasi terpakai 85 persen. Sementara itu, Provinsi Banten udah terisi 79 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 78 persen, Jawa Barat 73 persen, dan Jawa Timur 69 persen.
What about other cities?
Nah, kalau di Bekasi, disebutkan bahwa Pemkot-nya baru aja nambah 68 tempat tidur di seluruh RS di Bekasi per Selasa (19/1).  Sementara itu, Bogor baru aja meresmikan Rumah Sakit Darurat atau Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang dibangun dalam waktu dua minggu, dan fasilitasnya cukup lengkap.
Got it.
Terkait kapasitas rumah sakit yang hampir penuh ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad RIza Patria bilang kalau Pemprov bakal koordinasi sama pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan covid-19 di daerah masing-masing. Hal ini dilakukan supaya pasien di luar Jakarta nggak perlu ke RS di Jakarta, tapi bisa dirawat di RS wilayah mereka masing-masing.
Anything else? 
Minggu lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pasien positif infeksi covid-19 yang termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk isolasi mandiri di rumah aja, karena rumah sakit udah penuh. Selain itu, pemerintah bakal berusaha untuk menyediakan lokasi isolasi baru untuk pasien covid-19, dan Menkes juga meminta Pemerintah daerah untuk menggunakan wisma, asrama haji, atau hotel untuk menampung OTG covid-19.

When you’re sheltered in Bali during the pandemic…

Kristen Gray, too.
 
Who’s she?
Turis asal Amerika Serikat yang sejak awal tahun lalu tinggal di Bali gengs Jadi sejak awal minggu lalu, namanya sempet viral gara-gara dia ngetwit soal enaknya hidup di Bali pas lagi pandemi gini. Dalam thread-nya itu, Gray menjelaskan bahwa hidup di Bali enak banget karena murah, aman, gaya hidup mewah, dan queer-friendly.
 
Terus…
Nah selain menjelaskan tentang betapa enaknya tinggal di Bali, Gray juga menjual e-Book tentang hidup di Bali, ditambah jasa konsultasi dengan biaya US$50 selama 45 menit. Selain itu, Gray juga membagikan tautan soal link agen yang membantu dia bikin visa Indonesia…
Got it.
Nah terus twit ini langsung rame dong guys. Banyak netizen yang mengkritisi Gray karena dia dinilai memanfaatkan kesempatan hidup enak di Bali di tengah pandemi. Terus, banyak juga yang mempertanyakan apakah dia bayar bajak ke pemerintah Indonesia. Selain itu, Netizen juga banyak yang minta Ditjen Imigrasi untuk menyelidiki izin tinggalnya di Indonesia, terutama karena Indonesia masih melarang WNA masuk ke tanah air sampe 25 Januari 2021 nanti.
Wah, any results yet? 
Yep.  Menurut Kepala Humas Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang, berdasarkan penyelidikan mereka, pekerjaan Kristen adalah sebagai desain grafis jarak jauh (remote).  Terus, dia juga jualan e-book tentang pengalamannya di Bali dengan judul “Our Bali Life is yours”.  Selain itu, Kristen juga jual jasa konsultasi online untuk bantu warga asing yang mau tinggal di Bali.
Terus, soal izin tinggalnya gimana? 
Arvin bilang berdasarkan informasi sementara, Kristen tercatat punya Izin Tinggal Kunjungan (ITK) keluarga/sosial dengan status Perpanjangan ITK ke-4 yang berlaku sampai 24 Januari 2021 ini.  Terus, Arvin juga bilang kalau pihak imigrasi udah ngasih izin tinggal ke Kristen lewat visa onshore. Jadi kalo dari segi izin tinggal, dia nggak melanggar aturan guys.
What’s visa on shore? 
Visa onshore adalah kebijakan izin tinggal yang dikasih ke warga negara asing (WNA) yang nggak bisa balik ke negaranya gara-gara pandemi.  Biasanya, kalau visa mereka habis, WNA harus keluar Indonesia dulu untuk daftar visa lagi.  Nah, berhubung lagi pandemi, mereka jadi nggak perlu ke luar negeri dulu lagi gengs. Jadi, WNA tinggal apply visanya secara online aja.
 
Terus sekarang gimana?
Well, pihak imigrasi langsung gercep mencari Grey dan dia ditemukan ada di Karangasem, Bali. Grey kemudian mau dideportasi, tapi pihak imigrasi masih nunggu adanya penerbangan, secara lagi pandemi gini, ga banyak penerbangan yang langsung ke Amerika Serikat. Sedangkan dalam aturannya, kalo imigrasi mendeportasi orang itu harus langsung ke negara asal, ga boleh yang transit-transit.
 
Waittt… terus dideportasinya gara-gara apa?
Menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Grey diduga udah menyebarkan informasi yang dapat meresahkan masyarakat, yakni, soal Bali memberikan kenyamanan bagi LGBTQ+, termasuk kemudahan akses masuk ke Bali di tengah pandemi. Selain itu, isi twit Grey yang berisi ajakan untuk pindah ke Bali juga berpotensi melanggar aturan soal protokol kesehatan.

WHO’s giving a warning?

WHO aka World Health Organization. 
 
Warning about what? 
The so-called “catastrophic moral failure” aka kegagalan moral gara-gara kebijakan vaksin covid-19 yang nggak adil.
Apa sih itu?
Well, jadi menurut Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Senin lalu, dunia saat ini lagi menghadapi krisis moral karena kebijakan vaksin. Menurut Pak Dir, ga adil banget ketika anak muda dan sehat di negara maju bisa divaksin lebih dulu dibanding kelompok rentan di negara miskin. Beliau juga menyebutkan bahwa saat ini, udah ada 39 juta dosis vaksin yang diberikan pada 49 negara kaya, meanwhile negara miskin cuma dapet 25 dosis.
OMG…
Yep, beliau juga bilang bahwa pendekatan “me-first” kayak gini bahaya banget, karena bakal bikin negara-negara menimbun vaksin dan bikin harga vaksin juga jadi lebih tinggi. Hal ini tentunya bikin upaya penanganan pandemi bakal lebih lama. Akibatnya yaaa korbannya bakal banyak di negara-negara miskin.
 
Got it.
Nah sebenarnya, terkait vaksin ini WHO juga udah mengembangkan vaksin yang akan dibagikan secara global, namanya Covax. Covax ini rencananya akan diluncurkan pada bulan depan.  FYI, Menlu RI, Retno Marsudi terpilih jadi Co-chair Covax lho gengs.
Whooaaa..wait, what’s Covax again? 
Covax adalah mekanisme vaksin untuk menjamin semua negara di dunia bisa punya akses terhadap vaksin covid-19 secara cepat, adil, dan setimpal. Covax bertujuan bikin negara-negara yang bergabung untuk punya satu suara dalam bernegosiasi sama perusahaan pembuat vaksin, dan so far, udah ada 180 negara yang ikut dalam kerjasama Covax ini.
Anything else? 
Up till now, negara-negara yang lagi mengembangkan vaksin sendiri adalah China, India, Russia, the UK dan Amerika Serikat.  Hampir seluruh negara ini memprioritaskan distribusi vaksin di dalam populasi mereka sendiri.

For when you reallllly love gorengan…

Same.
Tapi ada kabar buruk nih guys, buat kita-kita pecinta gorengan atau makanan apapun yang digoreng. Jadi penelitian yang baru aja dirilis Senin lalu di Heart Journal menyebutkan bahwa bahkan porsi kecil goreng-gorengan bisa meningkatkan resiko gangguan jantungmu secara signifikan. Jadi dalam itungannya, kalo kamu mengkonsumsi sekitar 114 gram (sekitar setengah mangkuk kecil) makanan digoreng dalam seminggu, maka risiko kamu mengalami gangguan jantung atau stroke akan naik 3%, dan risiko gagal jantung sebesar 12%.
Kenapa kok bisa sih goreng-gorengan itu bahaya banget? Karena gini guys, ketika makanan itu digoreng, makanannya akan menyerap lemak dari minyak, dan bikin makananmu lebih berkalori. Jadinya, makanan-makanan ini mengandung trans fat yang tinggi, dan trans fat inilah yang bahaya buat jantungmu.
Selain bisa ditemukan di goreng-gorengan, berbagai jenis makanan yang mengandung trans fat tinggi di antaranya adalah kue-kue manis, pizza, cookies, biskuit, dan makanan-makanan yang diproses tinggi deh.
 
We’re having salad for lunch, please…

“Tolong dibaca dari A sampai Z,”

Gitu kata Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad pas ngejelasin ke para anggota DPR soal kenapa pihaknya memutuskan untuk memecat Ketua KPU Arief Budiman dari jabatannya. Kata Pak Muhammad, keputusan itu udah diambil berdasarkan fakta persidangan dan karenanya, beliau minta semua pihak untuk baca putusannya sampai tuntas.
 
When you have a friend who always jumps into conclusions…

Catch Me Up! Recommendations

If you’re dreaming of having a clear skin, avoid these foods.

A thank you note…

Terima kasih buat Astrid Wasistyanti dan Hehehe yang udah nraktir kami kopi kemarin!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Nggak tahu kenapa, kemarin tetiba aja curhat soal tesis di Instagram. Banyak banget respon dari temen-temen, bersyukurnya. Aku emang nggak pernah ekspos soal kuliahku di media sosial karena aku ngerasa sedang berada di masa terpuruk. Tesis aku anggurin, dari awal semester 3 malah. Terus ditambah proyek bersama dosen. Jujur, sebelumnya aku anggap proyek ini beban karena banyak tetek bengek yang harus diurus. Urusannya sama dosen, sama kampus, sedangkan tesisku sendiri nggak kusentuh. Sempet stres sampai nggak bisa nangis. Setiap malam lembur, tidur nggak nyenyak. Gitu terus berulang. Sampai akhirnya balada ini berakhir, alhamdulillah. Buktinya dari proyek ini aku dapat rejeki bisa beli hape impian untuk menunjang kerjaanku juga. Tuhan emang nunda kelulusanku karena Tuhan punya kado lain untukku.
-Verwati Iriani-
2. Jujur, gue bingung.Gue lagi ada di tim yang bikin gue insecure. Kalo rapat, gue ngerasa paling bodoh di antara mereka. Gue merasa minim ilmu, ga berani speak up, ga brani ngungkapin argumen. Ga tau kenapa, bawaannya minder kalo deket mereka orang-orang hebat. Antara ingin lepas atau tetap bareng. Sampai akhirnya, gue chat random untuk ngirim uneg-uneg ini ke temen yang jurusannya psikologi. Tanpa disangka, dia mau dengerin dan bantu jawab pake ilmu psikolognya. Dan dia ngebantu gue untuk ningkatin rasa ‘pede’ gue lagi lewat statement dan pertanyaan-pertanyaan yang NGENA banget ama kondisi gue.Terakhir gue dikasih dua PR sama dia. Pertama, gue disuruh buat list kontribusi apa yang udh gue lakuin dan kapan gue merasa gak berkontribusi untuk tim, kemudian compare. Kedua, gue disuruh belajar untuk berani ngomong. Paksain. Klo ga paham, tinggal bilang aja. Kalo responnya ga sesuai sama harapan gue, gue berhak pergi. Berkat ngobrol sama dia, self-esteem gue naik, yang sebelumnya sempet ilang entah kemana 🙁 Dan gue berterima kasih banget sama Tuhan karena ngarahin jari gue utk ngirim chat ke dia. Smoga dia bisa punya klinik sesegera aamiin.
-Calon co-founder-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!