Pemerintah Terapkan Kembali PSBB Di Pulau Jawa dan Bali

90

For when you thought 2021 would be different…

Not yet y’all, Pembatasan Sosial Berskala Besar is back. 
Hah? Serius? 
Yep. Kemarin, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Pak Airlangga Hartarto bilang bahwa pemerintah bakal mulai menerapkan kembali PSBB di seluruh Pulau Jawa dan Provinsi Bali.
Gara-gara korontjes?
Yep, apa lagi beb. Jadi PSBB-nya ini bakal berlangsung sejak 11 Januari nanti sampe 25 Januari 2021.
 
Terus kenapa cuma berlaku lagi di Jawa dan Bali?
A few reasons, jadi kata Pak Airlangga sih, PSBB ini hanya berlaku di Pulau Jawa dan Provinsi Bali karena keduanya memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan, yakni: tingkat kematian di atas rata-rata kematian nasional, tingkat kesembuhan di bawah nasional, kasus aktif 14 persen di bawah kasus aktif nasional, dan kapasitas RS yang terisi di atas 70 persen.
I see, terus apa aja yang dibatasi? 
  • Jumlah karyawan yang kerja di kantor (jadi 75 persen WFH),
  • Sekolah online.
  • Jam operasional pusat perbelanjaan dibatasin sampai jam 19:00 dan tempat makan maksimal diisi dengan kapasitas 25 persen. Sedangkan sektor esensial yang memenuhi kebutuhan pokok tetap beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan.
  • Proses konstruksi boleh beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan.
  • Tempat ibadah masih boleh dibuka, tapi dibatasi 50 persen kapasitasnya.
  • Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara.
  • Jam operasional moda transportasi diatur ulang.
I just don’t understand kenapa kita ada PSBB lagi…
Yha karena kasus positif Covid-19 bertambah terus. Dalam keterangannya kemarin, Presiden Jokowi bilang kalau kasus aktif di kita tercatat udah lebih dari 110 ribu di bulan Desember 2020 kemarin, padahal di bulan November angkanya ada di 54 ribu.  FYI, total jumlah kasus di Indonesia saat ini udah mencapai 788.402 kasus, dengan kasus aktif 112.593 kasus per Rabu (6/1). So far, total yang meninggal ada 23.296 kasus, dan 652.513 orang yang sembuh.
 
I also heard things about…lockdown?
Yep, Pak Jokowi juga kemarin sempet membahas soal lockdown. Menurutnya, beberapa negara lain kayak London, Tokyo dan Bangkok udah melakukan lockdown, dan kondisi di tanah air sekarang juga jadi catatan jangan sampe terjadi lonjakan yang sangat drastis sehingga kita dipaksa untuk melakukan hal yang sama.
 
Is it gonna affect the economy, though?
The PSBB? Absolutely. Menurut ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, kebijakan PSBB ini diprediksi bakal bikin ekonomi domestik minus pada tiga bulan pertama tahun ini, tapi yha gpp, karena kalo dipaksain tetap beraktivitas normal dengan kedisiplinan yang rendah, khawatirnya yang dikorbankan justru ekonomi satu tahun penuh. Gitu katanya.
Amen. Anything else? 
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bilang bahwa pihaknya nggak bakal memberlakukan PSBB di seluruh wilayah, tapi cukup di daerah yang zona merah aja, yaitu di Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.  Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menilai kalau wilayahnya juga nggak perlu menerapkan PSBB karena tingkat penularan covid-19 di Surabaya udah menurun dan masuk ke zona kuning dan oranye. Sedangkan di DKI Jakarta, Pak Wagub Riza Patria meminta pemerintah supaya bikin kebijakan PSBB yang seragam di seluruh Jabodetabek (nggak Jakarta aja), karena dari pengalaman yang udah-udah, walaupun Jakartanya PSBB tapi wilayah penyangganya enggak, maka hasil kebijakannya nya jadi nggak efektif.