Listyo Sigit Prabowo Resmi Dilantik Sebagai Kapolri

89

Who’s just officially got a new job?

Pak Kapolri baru, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
 
Who?
Kapolri baru gengs, yang kemarin baru aja resmi dilantik sama Pak Joko Widodo di Istana Negara. FYI, jadi Jenderal Sigit ini merupakan Kapolri ke-25 yang menjabat sebagai pucuk pimpinan di Korps Bhayangkara tersebut. Beliau menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Idham Azis yang udah pensiun.
 
Go on…
Nah dalam pelantikannya kemarin, Jenderal Sigit bersumpah bahwa dirinya bakal melaksanakan tugas dengan baik serta setia pada NKRI. Dalam prosesi tersebut, beliau juga pake masker terus guys, jadi buka masker cuma pas bacain sumpah ajha.
 
HAHAHA that’s important to know.
Sure. Nah abis dilantik, Jenderal Sigit langsung menyampaikan pidato pertamanya sebagai Kapolri. Beliau bilang bahwa fokusnya nanti adalah terkait tugas kepolisian dalam upaya penanggulangan Covid-19. Beliau juga bilang bahwa Polri akan berusaha untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Beliau menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi.
 
Itu aja?
Enggak, dalam kesempatan yang sama, Jenderal Sigit juga membahas terkait efek ekonomi dari pandemi. Beliau bilang bahwa Polri akan membantu mengawal upaya pemulihan ekonomi nasional akar kita semua bisa terlepas dari situasi yang ada dan ekonomi bisa kembali tumbuh. Menurutnya, ini semua bisa terlaksana kalo stabilitas Kamtibmas berjalan dengan aman lancar dan baik.
 
Terus terus…
Well, Jenderal Sigit juga akan fokus dalam mewujudkan potret polisi yang sesuai harapan masyarakat, yaitu yang memberikan pelayanan publik yang baik, transparan, dan menegakkan hukum secara adil.
Amen. Anything else I should know?
Well, once jadi Kapolri, udah banyak PR yang menunggu Jenderal Sigit nih guys. Menurut Indonesia Police Watch (IPW), at least ada dua PR yang harus buru-buru diberesin sama Kapolri baru, yakni terkait kasus terorisme yang menyebabkan satu keluarga meninggal di Sigi, Sulawesi Tengah yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kedua, terkait kasus tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) dalam insiden bentrok dengan kepolisian di Tol Cikampek beberapa waktu lalu.