Jokowi Sampaikan Langkah Atasi Perubahan Iklim Di Acara KTT CAS

39

For when you don’t really care about the climate change…

Well, you should, guys.
Karena ternyata, climate change ini selain berpengaruh pada seluruh negara dunia, namun especially, sangat berdampak pada kita yang tinggal di negara kepulauan.
 
AH yang bener?
Bener. Hal ini disampaikan sama Pak Jokowi Senin lalu pas menyampaikan pidatonya di acara Konferensi Tingkat Tinggi Climate Adaptation Summit (KTT CAS) 2021 yang diselenggarakan virtual. Kata Pak Jokowi, dampak perubahan iklim ini nyata banget khususnya di negara kepulauan, di mana petani dan nelayan jadi terpaksa harus beradaptasi dengan perubahan iklim. Pak Jokowi juga bilang bahwa masyarakat pesisir dan pulau kecil juga ikut terdampak karena kenaikan permukaan air laut.
 
Oh gitu…
Yep. Lebih jauh Pak Jokowi bilang bahwa kondisi perubahan iklim jadi lebih kompleks karena pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Karenanya, beliau mengajak para pemimpin dunia untuk membuat langkah besar dalam menangani perubahan iklim lewat penguatan kemitraan global.
 
What about us?
Well, ternyata Indonesia juga udah melakukan kontribusinya dalam upaya penanganan perubahan iklim guys. Salah satunya, dengan membuat program Kampung Iklim yang mencakup 20 ribu kampung hingga 2024.
 
Apaan tuh Kampung Iklim?
Jadi program Kampung Iklim ini adalah program nasional yang dkembangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas. In a nutshell, kampung-kampung ini diberi pengetahuan soal upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan, kayak dalam menghadapi banjir, mengelola sampah, budidaya pertanian, hingga pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.
 
Got it. Anything else I should know?
Balik lagi ke KTT CAS 2021, dalam kesempatan itu, Pak Jokowi juga mengajak seluruh negara untuk terus melanjutkan pembangunan hijau guna menjadikan dunia yang lebih baik. Beliau berharap KTT ini dapat berdampak pada peningkatan aksi iklim dunia melalui solidaritas, kolaborasi, dan kepemimpinan global.