Israel Menuai Kritik Dari Amnesty International Terkait Pemberian Vaksin Corona

119
What got you thinking “sounds so unfair….”?

Palestinians are being left out from the Covid-19 vaccinations…
 
Maksudnya?
Yha warga Palestina nggak dikasih vaksin guys. Jadi dalam keterangan dari organisasi HAM Amnesty International yang dirilis kemarin, Israel menuai kritikan karena hanya memberikan vaksin buat warganya aja, tapi nggak memvaksin warga Palestina yang tinggal di wilayah-wilayah yang diduduki sama Israel, kayak di Jalur Gaza dan West Bank.
 
DIH KOK BISA?
Yha bisa. Jadi a little background here, sejak 23 Desember lalu, Pemerintah Israel udah mulai melakukan proses vaksinasi untuk warganya. Sejauh ini, Israel udah memvaksin sekitar sepersepuluh dari populasinya, dan bikin Israel menjadi negara terdepan yang paling banyak memvaksin warganya dibanding negara-negara lain. Tercatat, Israel udah melakukan vaksinasi lebih dari 150.000 orang per hari, dan udah lebih dari 1 juta penduduknya yang divaksin. FYI, jumlah populasi Israel ada sekitar 9 juta orang.
 
Impressive…
Yep, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu juga bilang bahwa negaranya bisa jadi satu negara yang paling pertama bangkit dari Covid-19. Selain itu, healthcare di Israel juga udah maju banget guys, di mana sejak vaksinnya nyampe, mereka udah secara cepat memvaksin warganya di berbagai tempat kayak sports center dan squares. Prioritas yang divaksin duluan emang orang-orang yang berusia di atas 60 tahun, nakes, dan orang-orang beresiko tinggi, meanwhile, orang-orang yang lebih sehat dan muda biasanya dateng kemudian dan kadang dikasih bonus tambahan vaksin untuk menghindari terbuangnya vaksin yang nggak kepake.
 
WOW banget.
Yep, but, dalam memberikan vaksinnya itu, Israel pilih-pilih. Mereka hanya mendistribusikan vaksin buat warga Israel yang Yahudi, dan nggak menyalurkannya buat warga Palestina. Lebih jauh, Amnesty menyebut bahwa meski Israel juga ngirimin vaksin ke wilayah yang mayoritas ditinggali warga Palestina (kayak Jalur Gaza dan West Bank), namun yang dikasih vaksinnya yha cuma warga Jewish-Israelian aja. Atas aksinya ini, Amnesty International menyebut bahwa Israel bertindak diskriminatif.
I agree.
Us too. Nah lebih jauh, Amnesty juga menyebut bahwa so far, pemerintah Israel juga belum memformulasikan secara publik program vaksinasi buat warga Palestina yang berada di bawah kontrolnya. Jadi belum ada keterangan mau ngasih jumlah dosisnya berapa, kapan mau dikasih, nothing. Karenanya, Israel didesak untuk segera menyalurkan vaksin buat warga Palestina.
 
Tapi emang kenapa harus Israel yang ngasih vaksin?
Yha secara mereka merupakan occupying power di wilayah pendudukan Palestina-Israel. Jadi menurut aturan hukum humaniter internasional, Israel lah yang harus menyediakan sarana dan prasarana kesehatan fisik maupun mental pada warga yang didudukinya secara tidak diskriminatif.
Terus gimana 🙁
Yha so far, Pemerintah Palestina emang nggak bisa membiayai sendiri vaksinnya, jadi mereka cuma bisa berharap mendapatkan vaksin melalui programnya WHO yaitu COVAX (Covid-19 Vaccines Global Access) yang emang udah berkomitmen untuk menyediakan vaksin ke 20 persen populasi Palestina. Cuma yha gitu, vaksinnya belum dapet approval WHO dan katanya baru bisa didistribusikan per pertengahan 2021.