Corona Updates 27 Januari 2021, Janet Yellen: Menteri Keuangan Wanita Pertama Amerika Serikat, Jokowi Sampaikan Langkah Atasi Perubahan Iklim Di Acara KTT CAS, Apple Luncurkan Aplikasi Time To Walk

98

Good morning,

We hit 1 Mio Covid-19 cases yesterday. Yep, it was such a grim milestone and if anything the figure told us, it’s that the pandemic is still far from over. The cases are soaring high, our healthcare system is collapsing, and all we can ask is one thing: please, please always follow the health protocols. We can do this.

Hi you. Now let’s talk about: 1 Million cases.

Yep, kemarin, kita udah resmi mencapai satu juta kasus Covid-19. Adapun angka resminya adalah 1.012.350 kasus, terhitung sejak diumumkannya kasus perdana pada 2 Maret 2020.
 
Good lord…
Yep, angka satu juta itu tercapai setelah dalam 24 jam terakhir kemarin, terjadi penambahan 13.094 kasus baru. Adapun angka kematian sejauh ini udah berjumlah 28.468 kasus, dan saat ini tercatat ada 163.526 kasus aktif Covid-19.
 
🙁 Terus gimana?
Well, terkait perkembangan ini, Presiden Jokowi kemarin mengadakan meeting terbatas di Istana Negara, dan salah satu isu yang dibahas adalah terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air. Seusai meeting, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikan menyampaikan bahwa ada dua hal yang harus disadari seiring dengan angka satu juta ini. Pertama, terkait para korban yang meninggal karena pandemi Covid-19, dan yang kedua, berupa ajakan kepada rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengatasi pandemi ini.
 
Tell me again.. how we got here, please?
Jadi awalnya, pasien pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada awal Maret 2020. Habis itu, pemerintah kemudian memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di berbagai daerah yang dikordinasikan dengan Pemda-nya masing-masing. Berbagai kegiatan pembatasan juga dilakukan, kayak melarang adanya kumpul-kumpul, meminta mal dan restoran tutup lebih awal, hingga pembeatasan kapasitas di berbagai gedung dan transportasi umum.
 
Go on…
Yha meski begitu, angka kenaikan kasus Covid-19 terus terjadi, khususnya kalo abis libur panjang. Contohnya 100 ribu kasus yang tercapai pasca libur Idul Fitri, dan puncaknya adalah lonjakan dari 800 ribu ke 900 ribu kasus dalam 9 hari aja pada saat libur tahun baru. Abis itu yaudah, from two cases now we’re here, at 1 Mio.
What a year.
Agreed. Nah, fenomena peningkatan kasus ini dibarengi juga dengan kolapsnya sistem kesehatan berbagai rumah sakit di tanah air karena pasien Covid-nya nggak tertampung. Cases are way waaay worse di Jabodetabek yang merupakan daerah dengan angka Covid-19 tertinggi. And then we started to hear stories. Mulai dari pasien Covid-19 yang meninggal di taksi online di Depok karena nggak kunjung dapet RS, sampe IGD yang penuh di Tangsel, dan Bogor yang udah mulai memberlakukan rumah sakit darurat di GOR olahraga Pajajaran.
It’s that bad?
Yep, that bad. Menurut data dari Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Jawa dan Bali udah berada di angka 70% hingga 80%, dan kalo nggak ada kebijakan maupun tindakan yang tepat, maka sistem rumah sakit kita bisa kolaps dalam waktu cepat.
 
What about rumah sakit swasta?
Well, of course RS swasta juga berupaya untuk menanggulangi krisis ini, salah satunya dengan menambah kapasitas tempat tidur hingga 40% di Jabodetabek. Meski begitu, teteup aja pihak RS terkendala dengan jumlah tenaga yang nggak memadai, hingga pemisahan zonasi.
 
Sad.
Of course, and don’t forget about our frontline heroes too, aka the healthcare workers. Mereka yang berjuang paling depan dalam menanggulangi Covid-19 ini gengs, aaaaand the figure is also grim. Dalam keterangan dari Menkes kemarin, disebutkan bahwa udah ada 600 orang tenaga kesehatan yang meninggal selama pandemi Covid-19.
 
Terus gimana ya pemerintah itu kerjanya…
We understand, some of you might think that the Jokowi administration isn’t doing enough to battle the pandemic, and some of you might think that…they’ve done well. We’re here to talk about both sides. Jadi tentunya, banyak pihak yang menilai pemerintah belum maksimal dalam menangani pandemi ini. Salah satunya adalah epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman yang bilang bahwa Indonesia belum sepenuhnya ada di jalur yang tepat dalam penanganan pandemi Covid-19, terlepas dari semua upaya yang sudah dilakukannya. Meanwhile, Senin kemarin Pak Jokowi bilang bahwa Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan krisis pandemi dan krisis ekonomi dengan baik, dan yha kita bersyukur. We let you decide which sides you are on by checking the facts, here.

Who’s just broken the glass ceiling?

Janet Yallen. 
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat.
 
Wah AS punya Menkeu cewek? duluan kita ya…
Hahaha ‘tru dat. Jadi guys, Yallen ini baru aja di-acc untuk jadi menteri keuangan oleh kongres dalam voting kemarin, setelah dirinya dicalonkan oleh Presiden Joe Biden. Dengan penunjukan ini, maka Yellen bakal jadi perempuan pertama di posisi Menkeu sejak kementerian tersebut berdiri 232 tahun yang lalu.
 
Whoaaa tell me more about her CV!
Got it. Jadi emang CV-nya Yellen ini cemerlang banget sih. Beliau emang ahli ekonomi yang meraih gelar PhD-nya dari Yale University (WOW). Abis itu, beliau jadi asisten professor di Harvard University selama lima tahun, sebelum kemudian direkrut untuk jadi economist di Bank Indonesia-nya AS, aka The Fed. Nah beliau kemudian terus berkarier di The Fed dan pernah juga ngajar di London School of Economics (LSE) dan UC Berkeley.
Dude, those are my dream schools.
Same. Nah di tahun 90-an, Yellen kemudian ditunjuk sama Presiden Bill Clinton untuk masuk ke anggota jajaran gubernur BI, eh, The Fed. Beliau kemudian berkarier terus di The Fed, dan di eranya Obama, Yellen terpilih jadi pemimpin, aka Chairwoman. Terus di eranya Trump, beliau nggak diajukan lagi dan sempet tuh, beliau menjabat sebagai distinguished fellow di lembaga thinktank ternama, Brooking Institution.
 
Got it. Terus sekarang udah jadi Menkeu, tugasnya apa?
Tugasnya bakal penting banget guys, yaitu ngatur budgeting negara, ngurusin pajak, ngurusin keuangan, pokoknya sama-sama lah, ama Bu Sri Mulyani di sini.
 
Cool…
Nah, adapun  beberapa tugas spesifik yang udah menunggu Yellen sebagai Menkeu di antaranya adalah membangkitkan kembali ekonomi AS yang jatuh banget karena Covid-19. Selain itu, seiring dengan kebijakan Biden yang mendukung clean energy, Yellen juga bakal ngurusin terkait insentif keuangan buat industri atau masyarakat yang menggunakan clean energy, dan finally, ngurusin pajaknya orang-orang tajir, among other things.
 
OK. Anything else I should know?
Terkait penunjukannya Janet Yellen ini, tentu Ibu Sri Mulyani ngucapin selamat dong. Dalam postingan Instagramnya kemarin, Bu Ani ngepost fotonya bersama Yellen dengan caption “Welcome to the club!”
 
Yuhuuu who run The Fed? Girl!

For when you don’t really care about the climate change…

Well, you should, guys.
Karena ternyata, climate change ini selain berpengaruh pada seluruh negara dunia, namun especially, sangat berdampak pada kita yang tinggal di negara kepulauan.
 
AH yang bener?
Bener. Hal ini disampaikan sama Pak Jokowi Senin lalu pas menyampaikan pidatonya di acara Konferensi Tingkat Tinggi Climate Adaptation Summit (KTT CAS) 2021 yang diselenggarakan virtual. Kata Pak Jokowi, dampak perubahan iklim ini nyata banget khususnya di negara kepulauan, di mana petani dan nelayan jadi terpaksa harus beradaptasi dengan perubahan iklim. Pak Jokowi juga bilang bahwa masyarakat pesisir dan pulau kecil juga ikut terdampak karena kenaikan permukaan air laut.
 
Oh gitu…
Yep. Lebih jauh Pak Jokowi bilang bahwa kondisi perubahan iklim jadi lebih kompleks karena pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Karenanya, beliau mengajak para pemimpin dunia untuk membuat langkah besar dalam menangani perubahan iklim lewat penguatan kemitraan global.
 
What about us?
Well, ternyata Indonesia juga udah melakukan kontribusinya dalam upaya penanganan perubahan iklim guys. Salah satunya, dengan membuat program Kampung Iklim yang mencakup 20 ribu kampung hingga 2024.
 
Apaan tuh Kampung Iklim?
Jadi program Kampung Iklim ini adalah program nasional yang dkembangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas. In a nutshell, kampung-kampung ini diberi pengetahuan soal upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan, kayak dalam menghadapi banjir, mengelola sampah, budidaya pertanian, hingga pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.
 
Got it. Anything else I should know?
Balik lagi ke KTT CAS 2021, dalam kesempatan itu, Pak Jokowi juga mengajak seluruh negara untuk terus melanjutkan pembangunan hijau guna menjadikan dunia yang lebih baik. Beliau berharap KTT ini dapat berdampak pada peningkatan aksi iklim dunia melalui solidaritas, kolaborasi, dan kepemimpinan global.

When you want to go on a romantic walk with Shawn Mandes…

You can do it.
Beneran guys, kamu bisa banget jalan kaki sambil ditemenin cerita personal dari Shawn Mandes. Dan nggak Mandes doang, kamu juga bisa dengerin cerita dari penyanyi country kenamaan Dolly Porton, Atlet NBA Draymond Green, hingga aktris pemenang Emmy Awards, Uzo Aduba. Penasaran gimana caranya?
Well, dengan cara subscribe ke Apple Watch for Fitness+ di Apple Watch-mu. Yep, jadi awal minggu kemarin, Apple baru aja meluncurkan aplikasi barunya yang bernama Time To Walk, buat kamu yang mager aka males jalan kaki (us…. guilty as charged!). Nah dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa take a walk sambil ngedengerin audio dari para pesohor tadi.  Menurut keterangan dari Jay Blahnik yang merupakan direktur seniornya Apple di bidang fitness dan teknologi, aplikasi ini dikembangkan mengingat jalan kaki adalah olah raga yang paling mudah dan paling sehat buat tubuh kita. Dan bahkan dalam kondisi pandemi kayak sekarang pun, masih banyak orang-orang yang memilih jalan kaki.
FYI kalo kamu penasaran soal cara kerja Time to Walk ini, basically kamu bakal dengerin audio yang unik dan personal dari tokoh-tokoh tadi, yang ceritanya juga berubah-ubah juga tiap minggu. Contohnya, Audionya Dolly Porton yang bercerita soal masa kecilnya di pedalaman Tennessee hingga saat ini di mana dirinya udah memenangi 9 Grammy Awards. Meanwhile, Shawn Mandes bercerita soal kebiasaannya jalan kaki yang membantunya lebih fokus menjalani hari-hari.
 
Apple…shuddup and take our moneeey!

“I love having animals around the house.”

Gitu kata istrinya Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Jill Biden saat menjelaskan soal pemindahan dua ekor anjingnya, Champ dan Major ke White House minggu lalu. Kata Jill, so far Champ suka sama tempat tidur barunya di dekat perapian dan Major suka lari-lari di South Lawn-nya White House. FYI guys, dua anjing yang balik lagi ke White House ini juga jadi kejadian menarik karena selama empat tahun di era pemerintahannya Trump, gaada anjing peliharaan di White House. Hal ini juga agak anti-mainstream karena biasanya, presiden bawa hewan peliharaan pas pindah ke White House.
 
Woof wooof to the first dogs…

Catch Me Up! Recommendations

No one wants to get Covid-19, but what if you are tested positive? Do these things. 

A thank you note…

Thanks to Prast AN, Rinawati Eko, Dewi, and Cinta for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Awal Desember kemarin saya sempat sakit dan setelah tes diketahui bahwa positif covid19. Saat itu juga saya langsung meminta istri saya untuk melakukan swab dan puji Tuhan negatif. Akhirnya saya melakukan isoman di rumah kontrakan yang berbeda kota. Memang selama ini kami menjalani LDR karena faktor pekerjaan. Saya melakukan isoman dengan selalu diawasi istri dari jauh. Untuk saya proses isoman ini sangat menyiksa karena hanya sendiri tanpa istri di samping. Seminggu setelah dinyatakan positif tiba-tiba istri saya mengirimi gambar test pack dengan dua garis birunya. Istri saya positif hamil. Sebuah anugerah yang sudah kami nantikan selama 6 tahun pernikahan kami. Di Desember itu kami sama sama positif dengan konteks yang berbeda. Rencana Tuhan kita tidak pernah tahu, tetapi percayalah itu adalah rencana yang indah. Terima kasih atas anugerah ini.
-YP-
2. Aku bersyukur karena ada CMU yang selalu merangkum update-an berita yang lagi tren setiap harinya. Thanks CMU!
-Your fan-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!