Calon Kapolri Listyo Sigit Utarakan Visi dan Misi Bersama Komisi III DPR RI

63

Who’s just thiiiiiis close to get the promotion?Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Who’s he?
Well, he’s currently Kepala Bareskrim aka Badan Reserse Kriminal Polri. Namun bentar lagi banget ni guys, Komjen Sigit bakal naik jadi Kapolri, setelah pencalonannya disetujui Komisi III DPR RI.

Background please. 
Ok. Jadi kan Kapolri sekarang, yaitu Jendral Idham Azis, udah mau pensiun, jadi harus ada penggantinya. Nah, setelah muncul berbagai nama sejak awal Januari lalu, akhirnya Presiden Jokowi mengajukan usulan calon tunggal Kapolrinya ke DPR, yaitu Komjen Listyo Sigit Prabowo. FYI, beliau ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Kapolres Surakarta, dan di tahun 2014, sebagai ajudannya Pak Jokowi.
 
Go on…
Nah udah kan, namanya diajukan sama Pak Jokowi ke DPR, terus sama Komisi III DPR RI yang ngurusin soal hukum dan HAM, beliau diproses untuk di-fit and proper test. Nah jadi deh, Fit and proper test-nya kemarin. Dalam kesempatan itu, beliau ngejelasin mau ngapain aja kalo jadi Kapolri, terus rencana-rencananya itu ditanya-jawab sama anggota DPR.
Nice. Terus gimana proses Fit and Proper Testnya?
Well, jadi tesnya itu berlangsung selama empat jam, yang dimulai dengan Komjen Sigit mempresentasikan visi dan misinya sebagai calon Kapolri. Terus, beliau came up dengan konsep “Presisi”, yang merupakan kepanjangan dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan. In a nutshell, Komjen Sigit bilang bahwa dia pengen bikin polisi jadi lembaga yang memenuhi harapan rakyat dengan berorientasi pada kepentingan masyarakat, berbasis hukum, menghormati HAM, dan mengawal proses demokrasi.
 
Dude, anything specific?
Yha banyak. Misalnya dalam presentasinya kemarin, Komjen Sigit bilang bahwa nantinya, salah satu yang bakal jadi fokus beliau sebagai Kapolri adalah moderasi beragama untuk mencegah paham radikalisme. Caranya dengan kerjasama bareng tokoh-tokoh agama, organisasi masyarakat (ormas), tokoh masyarakat (tomas), juga komunitas sipil. Komjen Sigit juga bilang, pihaknya bakal memberi peluang buat lulusan pesantren yang mau jadi polisi. Karena yhaa Polri butuh juga, polisi yang bisa ngaji dengan baik dan hapal Quran.
 
WOW.
Yep, he also said that nantinya, nggak bakal ada lagi polisi lalu lintas (Polantas) yang menilang di lapangan. Dengan begini, Polantas bisa fokus ke mengatur lalu lintas, bukan menilang kendaraan bermotor. Beliau bilang, langkah ini akan ditempuh demi menghindari potensi penyimpangan personel ketika menjalankan tugas di lapangan. This doesn’t mean that kita nggak bakal kena tilang gengs, karena bakal ada mekanisme tilang elektronik aka Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE).
 
Terus terus…
Komjen Sigit juga bilang bahwa nantinya, ngurus SIM dan STNK bisa online, jadi kamu nggak perlu ke kantor polisi. Beliau juga punya impian supaya kalo polisi tugas di masyarakat itu udah nggak perlu bawa pistol, di mana hal ini bisa terwujud kalo kepercayaan masyarakat terhadap polisi makin tinggi. Selanjutnya, beliau juga memastikan bahwa Polri bakal menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM soal kasus Km 50 Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan enam anggota laskar FPI and finally…pokoknya polisi ga boleh arogan, ga boleh suka ngambil pungli, gaboleh kasar, galak, tebang pilih kasus, karena hal-hal gini nih, yang bikin polisi dibenci masyarakat…
Good to know. Terus hasilnya gimana?
Yha disetujui dong. Jadi kemarin, seluruh fraksi di DPR menyetujui Komjen Sigit sebagai Kapolri baru. Next step-nya, DPR hari ini bakal menggelar sidang paripurna untuk  menyetujui pemberhentian dengan hormat Pak Idham Azis sebagai Kapolri, dan pengangkatan Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri baru. Abis itu, beliau tinggal dilantik sama Pak Jokowi deh.
 
Anything else? 
Well, dalam menjalani fit and proper test di gedung DPR ini, Komjen Sigit dianterin sama Kapolri yang saat ini menjabat, Jenderal Idham Azis. Kata Pak Idham, langkahnya ini merupakan tradisi baru yang dilakukan untuk ngasih pelajaran pada generasi Polri bahwa pergantian kepemimpinan itu suatu keniscayaan. Selain itu juga untuk ngasih gambaran bahwa regenerasi Polri berjalan dengan baik dan mulus.