BPOM Umumkan Hasil Laporan Uji Klinis Vaksin Sinovac Efektif 65,3 Persen, Kongres Partai Demokrat Amerika Serikat Berupaya Lengserkan Trump Dari Jabatannya, Akibat Kebijakan Privasi Baru Whatsapp Mengalami Penurunan Jumlah Unduhan, Hyundai Gandeng Apple Untuk Produksi Self Driving Car 2024 Mendatang.

164

Good morning!

It’s Tuesday, and in case you’re not keeping track, we’re almost halfway through January. We are entering a new phase of the pandemic now, when the vaccine has finally been approved by the authorities. However, we still cannot let our guard down. Keep wearing your mask and stay at home if you can. Better days are coming…

What’s just been approved?

Vaksin Sinovac.

By who? 
By Badan Pengawas Obat dan Makanan aka BPOM guys. Jadi kemarin banget nih, BPOM baru aja merilis hasil laporan uji klinis sementara tahap III-nya atas vaksin Sinovac asal China itu.
And the result is….. 
Pretty good. Sekarang, BPOM udah resmi ngasih izin penggunaan darurat aka Emergency Use Authorization (EUA) ke vaksin Sinovac.  Hasil laporannya bilang kalau tingkat keampuhan si vaksin corona ini sebesar 65,3 persen, meaning, angka ini udah sesuai sama standar ambang batasnya World Health Organization (WHO), yaitu sekitar 50 persen.
Whoaaa sounds like a good news???!!???
Yep, jadi melalui keterangan persnya kemarin, Kepala BPOM Bu Penny Lukito bilang bahwa data yang ada di laporan itu adalah hasil data keamanan terhadap subjek uji klinis yang diteliti setelah dua kali penyuntikan; adapun data yang diambil adalah data imunogenisitas (kemampuan vaksin membentuk antibodi); dan data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus supaya nggak berujung sakit.
I see…tell me more about the riset dong…
Well, ada 1.620 relawan yang diteliti sama Tim FK Unpad Bandung, most of whom berusia di antara umur 18 sampai 59 tahun. Jadi para relawan ini udah disuntik untuk yang kedua kalinya per November 2020 kemarin, dan abis itu, mereka harus rutin diambil sampel darahnya per satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan ke depan setelah penyuntikan. Jadi emang guys, setelah data dianalisis sama BPOM, uji klinis bakal teteup lanjut abis approval, sampe pengamatan enam bulan selesai atau sekitar April atau Mei 2021 mendatang.
Got it. I need more details on the uji klinis, please. 
Ok. Jadi ada empat tahap uji klinis suatu vaksin, which are: 

  • Tahap Pra-klinis: Tahap di mana ilmuwan menyuntik vaksin ke hewan kayak tikus/monyet untuk melihat apakah si vaksin bisa memicu respon imun hewan atau nggak. Kalau udah aman, baru deh masuk proses uji klinis ke manusia.
  • Uji Klinis Tahap satu: Vaksin akan disuntik ke beberapa relawan, biasanya cuma puluhan orang dulu. Kalau lancar-lancar aja, baru deh masuk ke uji klinis tahap kedua.
  • Uji Klinis Tahap dua: Di tahap ini, vaksin akan disuntikkan ke lebih banyak relawan, biasanya ratusan. Kalau lancar, lanjut deh ke tahap ketiga.
  • Uji Klinis Tahap tiga: Dalam tahap ini, peneliti bakal membagi relawan menjadi dua kelompok untuk melihat perbandingan berapa banyak yang terinfeksi dan yang aman. Hal ini bakal menentukan apakah vaksinnya bisa melindungi orang dari virus corona atau nggak. Tahap ketiga ini diperlukan untuk tahu seberapa efektif dan dampaknya, sebelum dapat izin.

Ada efek samping dari vaksin ini nggak?

Well, menurut Bu Penny, efek samping dari vaksinnya sih dari ringan sampe sedang, kayak ada nyeri, iritasi, dan pembengkakan. Terus, kalau secara sistematis, efek sampingnya juga bisa berupa nyeri otot, kecapean, dan demam. Meski begitu, yang merasakan efek sampingnya cuma 0,1 sampai 1 persen, dan hal ini nggak berbahaya.
 
Cool…jadi bakal turun nih angka penderita corona di kita?
Iya gitu guys kata Bu Penny. Beliau menjelaskan, bahwa dengan efikasinya di 65 persen, maka estimasi penurunannya adalah 65 persen juga. Jadi misalnya saat ini ada 800 ribu kasus, maka dengan adanya vaksinasi, maka jumlahnya bisa menurun sebesar 65 persen dari 800 ribu tadi. Meski begitu, hasil efikasi ini masih sementara, karena BPOM bakal masih bakal memantau hasil uji klinis yang tiga atau enam bulan tadi guys.
 
So….
So in the meantime, tetep jaga jarak, pake masker, hindari kerumunan, hindari pegang-pegang muka, daaaan di rumah aja kalo memungkinan.
Got it. Anything else? 
So far udah ada 3 juta dosis vaksin Sinovac di Indonesia, dan vaksinasi bakal mulai dilakukan per 13 Januari 2021.  Tenaga kesehatan dan lansia menjadi prioritas untuk divaksin di tahap pertama ini gengs.  Selain Sinovac, bakal ada enam vaksin merek lain yang juga bakal digunakan di Indonesia, yakni dari Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc., dan Pfizer BioNtech

For when the drama still continues in Capitol Hill…

Yep guys, karena kemarin, House Democrat, aka para anggota kongres dari Partai Demokrat di Amerika Serikat baru aja mengumumkan bahwa mereka bakal mencoba untuk yang kedua kalinya untuk memakzulkan aka melengserkan Donald Trump dari jabatannya sebagai Presiden AS.

HAH lagi??
Yep, lagi. Setelah sebelumnya Trump gagal dimakzulkan tahun lalu gara-gara urusannya sama Ukraina (catch up more! here), maka kali ini Trump mau dimakzulkan lagi, dan hal ini bikin Trump jadi satu-satunya presiden AS yang kena upaya pemakzulan dua kali dalam masa pemerintahannya.

Kalo yang sekarang gara-gara rusuh di Capitol Hill minggu lalu?
Smart cookie. Jadi kemarin, Ketua DPR Nancy Pelosi bilang bahwa DPR bakal melakukan voting untuk memakzulkan Trump lagi pada Rabu mendatang, kecuali kalo wakil presiden Mike Pence memilih jalur alternatif lain untuk mengganti Trump yaitu….everybody, meet: the 25th amendment.
 
What’s that?
Jadi amandemen ke-25 ini adalah langkah aturan yang bisa diambil oleh wapres AS untuk mencabut jabatan “secara paksa” dari presiden. Teknisnya, kalo on board, Pence sebagai wakil presiden harus meyakinkan jajaran kabinetnya untuk menyetujui bahwa presiden udah nggak layak menjabat dan melaporkan hal itu ke kongres. Setelah itu, Trump boleh membela diri, dan dalam jangka waktu empat hari, Pence harus menjawab pembelaan itu. Nah dalam prosesnya, Pence dan jajaran kabinet harus dapet persetujuan dari 2/3 kongres untuk bisa menurunkan presiden dari jabatannya dan kalo dikabulkan, maka Pence lah yang bakal lanjut jadi acting president.
Whoaaaa kok bisa sih mereka punya aturan begini?
Iya, jadi dalam sejarahnya, aturan ini muncul nggak lama setelah Presiden AS John F. Kennedy meninggal gara-gara ditembak guys. Abis itu kan beliau digantiin sama wakilnya, yakni Lyndon B. Johnson, dan beliau ini punya penyakit jantung. Kondisi ini kemudian bikin warga AS galau, karena beliau emang penyakit jantungnya parah banget. Namun karena waktu itu belum ada 25th amendment, jadi belum jelas nih, kalo presiden sakit atau emang nggak mampu ngejabat gitu, maka tata cara dan teknis penggantiannya kayak apa? Terus siapa yang ngeganti? Nah untuk solve masalah ini, maka dibuatlah aturan 25th amendment tadi, di mana aturan ini juga bisa digunakan kalo presiden kena stroke atau koma.
Berarti dalam kasusnya Trump, karena dia dianggap nggak mampu menjabat lagi?
Yep according to mereka yang mendorong Pence untuk menggunakan 25th amendment tadi, yakni anggota kongres dari Demokrat dan beberapa anggota dari Partai Republik.
 
Kenapa nggak di-impeach aja sih?
Yha kan prosesnya lama guys. Dengan masa jabatan Trump yang tinggal beberapa hari, maka penggunaan 25th amendment ini bakal lebih cepat prosesnya dibanding impeachment. Tapi ya gitu, Mike Pence dan para menteri di kabinetnya Trump harus on board nih, untuk menurunkan Trump.
Now tell me more about the impeachment.
Nah kalo soal pemakzulan, Partai Demokrat juga udah nyiapin draft pemakzulannya (gercep ya beb). Untuk ini, Pelosi menjelaskan bahwa alasan yang akan dipakai untuk dasar pemakzulan adalah “incitement of insurrection” aka  menghasut warganya untuk memberontak. Draft untuk impeachment ini juga udah diperkenalkan ke DPR, dan tinggal di-vote aja kalo emang Pence nggak memilih opsi 25th amendment tadi.
 
Tapi so far Pence gimana?
Lagi galau pasti guys, secara beliau kan wakilnya Trump. Tapi kalo kata orang dalem sih, beliau masih belum menolak opsi 25th amendment tadi, apalagi kalo emang seiring dengan perkembangannya, Trump keliatan makin nggak stabil. Lebih jauh, info orang dalem tadi juga bilang bahwa sejak terjadi kerusuhan pada Rabu lalu, Trump ama Pence masih belum ada komunikasi sampe weekend, terus juga Pence kecewa banget sama Trump.
 
Gini deh, Trump kan emang udah kalah pilpres yah, kenapa masih harus di-impeach sih?
Yha karena benefit dari jadi mantan presiden (yang nggak di-impeach) itu besar banget gengs, kayak masih dapet layanan secret service, uang pensiun, dll. Selain itu, tentunya mau pilihan 25th amendment atau impeachment, hal ini bakal bikin peluang Trump untuk maju lagi sebagai capres di 2024 lebih kecil.
I see, anything else? 
Berdasarkan hasil polling, lebih dari setengah warga Amerika milih kalau Trump harus diturunkan dari Gedung Putih. Meski begitu, sampe sekarang belum jelas nih, apakah Fraksi Partai Republik setuju atau enggak untuk meng-impeach Trump.

For when you’ve been hearing about WhatsApp…

On WhatsApp…

 
Lol..yea what is it? 
WhatsApp baru aja ngasih tau kebijakan privasi terbarunya. Nah, hal yang paling dibahas netizen adalah kebijakan dimana Whatsapp bakal bisa saling bagi data sama Facebook.  Jadi, pengguna harus setuju kebijakan ini kalau teteup pake WhatsApp setelah tanggal 8 Februari 2021.
Serius? Emang kebijakannya apa aja? 
Well, perubahan-perubahannya sebenarnya lebih fokus ke akun bisnis.  Nah, ada delapan poin kebijakan yang penting untuk diketahui, here: 

  • Perubahan kebijakan privasi:  Ada tiga poin yang baru yaitu: bagaimana Whatsapp memproses data, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat Whatsapp, dan bagaimana data diintegrasikan dengan produk Facebook lainnya.  FYI, percakapan ini cuma berlaku untuk kebijakan bisnis, artinya di luar bisnis nggak termasuk. Hal ini karena semua percakapan pribadi masih dilindungi eskripsi end-to-end, jadi WhatsApp dan Facebook nggak bisa ngintip.
  • Data yang dikumpulkan WhatsApp: Apa aja data yang dikumpulkan? Well, ada level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan mobile, informasi koneksi (nomor telepon, operator, atau ISP juga gengs), Bahasa, dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan pengenal perangkat
  • Data yang bakal dibagi ke Facebook: Jadi guys, wajib diketahui bahwa WhatsApp udah berbagi data sama Facebook sejak tahun 2016, tapi waktu itu ada juga pilihan untuk “opt-out”.  Meaning, yang milih ‘opt-out’ WhatsApp nggak bakal bagiin data orangnya ke Facebook.  Data yang boleh di-share antara WA dan FB adalah nomor telepon, data transaksi, informasi tentang layanan, and so on.
  • Nggak bakal ada iklan di WhatsApp: Kalaupun bakal ada iklan, kebijakan privasinya bakal di update dulu.
  • Data baru yang bakal disimpan WhatsApp:  Fitur terkait lokasi bakal diminta, kalau kita nggak ngasih izinnya, maka WhatsApp bakal ngumpulin data secara otomatis kayak IP address, kode wilayah nomor telepon untuk nebak kita lokasinya dimana.  Terus, datanya bakal disimpan di pusat datanya Facebook.
  • Data nggak kehapus: Jadi, if you decide to delete your WhatsApp account, datamu nggak bakal otomatis kehapus, dan datamu bakal tetap ada. Jadi kalo someday kamu memutuskan untuk pake WhatsApp lagi, maka data-datamu bakal masih ada.
  • Hati-hati sama akun bisnis: Karena dalam aturan barunya ini, percakapanmu sama akun bisnis bisa dilihat oleh karyawan/staff lain di bisnis tersebut.  Terus, bisa jadi si bisnis share data-data kamu ke bisnis lain.

Banyak ugha yaa.. 

Yep. FYI kalau kamu udah nerima notifikasi tentang aturan baru tersebut, kamu punya waktu sampai 8 Februari untuk mikir accept atau nggak.  If not, kamu nggak bisa pakai WhatsApp lagi, tapi kalau berubah pikiran, akunmu bakal tetap aktif dan bisa dipake lagi.
 
Whoaaa….
Yep, seiring dengan munculnya kebijakan privasi baru ini, maka banyak ugha guys, pengguna yang memilih opsi lain kayak Signal dan Telegram.  Menurut laporan firma riset pasar Sensor Tower, dalam dua hari pada weekend kemarin, aplikasi Telegram udah diunduh oleh lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store). Sementara itu, Signal juga ikut mendapatkan tambahan 100.000 pengguna baru dalam kurun waktu yang sama. Meanwhile, WhatsApp dilaporkan mengalami penurunan jumlah unduhan yang signifikan, yakni sebesar 11 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Aaaaand in case you care, kata orang tertajir di dunia yaitu Elon Musk, “Use Signal.”
 
Got it. Anything else I should know?
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bilang kalau pihaknya bakal memanggil perwakilan dari WhatsApp untuk mengklarifikasi hal-hal di atas.  Selain itu, Kemenkominfo menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati terkait penggunaan data pribadi kita.

Who’s saying “let’s build a self-driving car!”?

Hint: Not Nam Do San to Seo Dal mi.

Tapiiii Hyundai ke Apple. Yep guys, jadi dalam laporan yang beredar di Korea Selatan Hari Minggu kemarin, diketahui bahwa Hyundai Motor dan Apple Inc lagi nego-negoan dan membahas rencana kerja sama antara kedua perusahaan untuk bikin mobil otomatis aka self-driving car buat Apple yang akan mulai diproduksi pada tahun 2024 mendatang.
Dalam keterangannya kemarin, Hyundai bilang bahwa emang saat ini, Apple lagi nego-negoan sama banyak perusahaan pembuat mobil, dan nggak hanya Hyundai aja. Selain itu, karena diskusinya juga masih awal banget, ya belum ada kesepakatan apapun. Nah seiring dengan munculnya berita kerja sama tadi, saham Hyundai langsung naik hingga 19%. Hal ini karena emang dalam beberapa waktu belakangan, spekulasi soal Apple Car lagi jadi pembahasan di mana-mana, secara emang rumornya, mobil yang dikembangkan Apple ini bakal otomatis, aka self-driving, dan dilengkapi dengan baterai yang canggih dan beda dari yang lain. Meski gosipnya udah macem-macem, namun so far, belum ada konfirmasi apa-apa dari Apple soal project mobil ini.

“Mohon menahan diri untuk tidak cangkrukan (bersantai) di warkop.”

Gitu kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan imbauannya buat warga Jatim supaya menaati penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) aka di rumah aja. Kata Bu Khofifah dalam IG-nya, Peningkatan kasus baru saat ini setiap harinya udah lebih dari dua kali lipat dibanding Oktober 2020, jadi yhaa warga diminta untuk di rumah aja.

That’s all you have to do, guys. All you have to do.

Catch Me Up! Recommendations

Mask is already an essential part in our life, but there are some things that we shouldn’t do to them. What are they, you might ask? Here.

A thank you note…

Terima kasih buat W Suryani, Niken Mawar, Kantunkatunbags, seseorang yang namanya nggak mau di-mention XD, dan Hani yang udah nraktir kami kopi kemarin!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Angel’s Stories

1. Basically not today. Mungkin sekitar jumat minggu lalu.Jadi, semenjak pagi, kebetulan gue lagi rada sedih dan murung karena sesuatu hal yang buruk.Tibalah waktu jumatan dan gue pergi ke mesijd. Selesai jumatan, karena masih sedih, leha leha lah gue di pinggiran mesjid sambil minum air putih gratisan. Sambil merenung: “ya Allah, kapan ya ujian ini berakhir?” Tiba tiba ada marbot mesjid yang teriak “wey mas udah makan belom? Makan nasi mau yah”Spontan gue langsung nolak dong. Tapi akhirnya marbot itu tetap bawain nasi padang ke gue wkwkwk.I do believe, everything happen for a reason. Ya walaupun ga semuanya bisa gue pahami reasonnya.Tapi si marbot ini, pastinya bergerak karena kehendak Allah dan begitu murah hatinya Allah masih mau kasih gue makanan, even udah banyak melakukan salah/dosa.So ya, makasih ya Allah dan pak marbot yang udah jadi perantara.Untuk temen temen yang mungkin lagi bersedih: storm will passed away! Stay strong and keep your dua 🙂
-Pecinta makanan gratis-
2. Barusan lagi beli sayuran di penjual sayur depan komplek, liat ada Mas-mas yang tampangnya sangar tapi lagi ngasih dan ngajarin pakai masker yang benar ke Bapak penjual buah yang baru mangkal depan komplek. Ngeliatnya bikin bahagia.
-Nimo dari Kota yang Selalu Hujan-
3. Beberapa minggu belakangan ini, hidup jadi terasa berwarna karena aku punya teman-teman baru yang kukenal lewat media online. Kita ada di grup chat yang sama. Dimana 24jam grup ini ga pernah off. Selalu ada hal-hal yang bisa diceritakan, dibagi, diajarin dll. Akhirnya aku sadar kehadiran mereka secara ga langsung jadi moodboster. Walau kami belum pernah ketemu tapi terasa kaya udah kenal sekian lama. Aku seneng banget kenal mereka. Dan mudah-mudahan mereka pun senang kenal aku. Sama oh ya, aku juga mau makasih sama seseorang di luar sana, inisialnya TM. Makasih ya, sejak kenal kamu hidupku jadi bertambah warnanya. Semoga kamu selalu selalu sehat, bahagia dan dilancarkan semua urusan-urusanmu. Makasih karena berkat kamu aku jadi punya teman-teman baru yang ga kalah menyenangkan. I LOVE YOU❤
-Samantha G. Abigail-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!