Akibat Kebijakan Privasi Baru Whatsapp Mengalami Penurunan Jumlah Unduhan

53
For when you’ve been hearing about WhatsApp…On WhatsApp…

 
Lol..yea what is it? 
WhatsApp baru aja ngasih tau kebijakan privasi terbarunya. Nah, hal yang paling dibahas netizen adalah kebijakan dimana Whatsapp bakal bisa saling bagi data sama Facebook.  Jadi, pengguna harus setuju kebijakan ini kalau teteup pake WhatsApp setelah tanggal 8 Februari 2021.
Serius? Emang kebijakannya apa aja? 
Well, perubahan-perubahannya sebenarnya lebih fokus ke akun bisnis.  Nah, ada delapan poin kebijakan yang penting untuk diketahui, here: 

  • Perubahan kebijakan privasi:  Ada tiga poin yang baru yaitu: bagaimana Whatsapp memproses data, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat Whatsapp, dan bagaimana data diintegrasikan dengan produk Facebook lainnya.  FYI, percakapan ini cuma berlaku untuk kebijakan bisnis, artinya di luar bisnis nggak termasuk. Hal ini karena semua percakapan pribadi masih dilindungi eskripsi end-to-end, jadi WhatsApp dan Facebook nggak bisa ngintip.
  • Data yang dikumpulkan WhatsApp: Apa aja data yang dikumpulkan? Well, ada level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan mobile, informasi koneksi (nomor telepon, operator, atau ISP juga gengs), Bahasa, dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan pengenal perangkat
  • Data yang bakal dibagi ke Facebook: Jadi guys, wajib diketahui bahwa WhatsApp udah berbagi data sama Facebook sejak tahun 2016, tapi waktu itu ada juga pilihan untuk “opt-out”.  Meaning, yang milih ‘opt-out’ WhatsApp nggak bakal bagiin data orangnya ke Facebook.  Data yang boleh di-share antara WA dan FB adalah nomor telepon, data transaksi, informasi tentang layanan, and so on.
  • Nggak bakal ada iklan di WhatsApp: Kalaupun bakal ada iklan, kebijakan privasinya bakal di update dulu.
  • Data baru yang bakal disimpan WhatsApp:  Fitur terkait lokasi bakal diminta, kalau kita nggak ngasih izinnya, maka WhatsApp bakal ngumpulin data secara otomatis kayak IP address, kode wilayah nomor telepon untuk nebak kita lokasinya dimana.  Terus, datanya bakal disimpan di pusat datanya Facebook.
  • Data nggak kehapus: Jadi, if you decide to delete your WhatsApp account, datamu nggak bakal otomatis kehapus, dan datamu bakal tetap ada. Jadi kalo someday kamu memutuskan untuk pake WhatsApp lagi, maka data-datamu bakal masih ada.
  • Hati-hati sama akun bisnis: Karena dalam aturan barunya ini, percakapanmu sama akun bisnis bisa dilihat oleh karyawan/staff lain di bisnis tersebut.  Terus, bisa jadi si bisnis share data-data kamu ke bisnis lain.

Banyak ugha yaa.. 

Yep. FYI kalau kamu udah nerima notifikasi tentang aturan baru tersebut, kamu punya waktu sampai 8 Februari untuk mikir accept atau nggak.  If not, kamu nggak bisa pakai WhatsApp lagi, tapi kalau berubah pikiran, akunmu bakal tetap aktif dan bisa dipake lagi.
 
Whoaaa….
Yep, seiring dengan munculnya kebijakan privasi baru ini, maka banyak ugha guys, pengguna yang memilih opsi lain kayak Signal dan Telegram.  Menurut laporan firma riset pasar Sensor Tower, dalam dua hari pada weekend kemarin, aplikasi Telegram udah diunduh oleh lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store). Sementara itu, Signal juga ikut mendapatkan tambahan 100.000 pengguna baru dalam kurun waktu yang sama. Meanwhile, WhatsApp dilaporkan mengalami penurunan jumlah unduhan yang signifikan, yakni sebesar 11 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Aaaaand in case you care, kata orang tertajir di dunia yaitu Elon Musk, “Use Signal.”
 
Got it. Anything else I should know?
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bilang kalau pihaknya bakal memanggil perwakilan dari WhatsApp untuk mengklarifikasi hal-hal di atas.  Selain itu, Kemenkominfo menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati terkait penggunaan data pribadi kita.