Survei Lembaga Transparansi International: DPR Jadi Lembaga Terkorup Di Indonesia

58

Who’s just won the award of the most corrupt institution in 2020?

Who?
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).
 
Surprised but not surprised.
Right. Jadi minggu lalu, lembaga Transparansi Internasional Indonesia (TII) baru aja merilis laporan survei tentang Global Corruption Barometer 2020. Hasilnya, DPR dianggap lembaga terkorup 2020 versi persepsi publik.
 
A little background please… 
Got it. Jadi Global Corruption Barometer merupakan potret opini terbesar dan paling rinci terkait gimana pandangan publik terhadap korupsi. Survei ini mulai dilakukan sejak tahun 2003 sama Transparency International dan sejak saat itu, surveinya dilakukan setiap tahun di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tujuannya, untuk ngasih gambaran tentang opini masyarakat terhadap korupsi.
 
Got it.
Nah, balik lagi ke Indonesia, survei ini dilakukan sejak tanggal 15 Juni sampai 24 Juli 2020 lalu. Adapun surveinya dilakukan lewat wawancara via telepon dengan metode random digital dialing (RDD) aka diacak gitu aja nomor teleponnya.
Terus siapa aja yang ikutan disurvei?
Totalnya ada seribu orang responden yang ikutan, dari 28 provinsi di Indonesia. Rata-rata yang ikutan surveinya adalah 50,3 persen perempuan dan 49,7 persen laki-laki, paling banyak umurnya antara 26 – 35 tahun.  Terus, 77,2 persen (772 orang) berasal dari pedesaan, dan 22,8 persen dari perkotaan (228 orang).  Mereka punya latar belakang pendidikan, gender, dan lokasi yang beda-beda.
Ok, and what’s the result? 
Jeng jeeeeng… menurut peneliti TII, Alvin Nicola, masyarakat menilai kalau DPR merupakan lembaga paling korup dibandingkan dengan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya. Selain itu, pejabat pemerintah daerah/pusat, polisi, pebisnis, dan pengadilan juga dinilai nggak sekorup anggota DPR.
Terus terus…
Terus, satu dari tiga responden juga mengaku pernah ditawari jual beli suara pas pemilu, baik untuk pilpres, pileg, maupun pilkada dalam lima tahun terakhir.  Selain itu, hanya 51% masyarakat yang menilai bahwa kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup baik.
Interesting. Anything else? 
FYI, Indonesia menduduki posisi tertinggi ketiga dalam kegiatan suap di pelayanan publik dari total 17 negara di Asia yang disurvei. Adapun negara yang ada di posisi pertama adalah India, dan di posisi kedua adalah Kamboja. Berdasarkan surveinya, masyarakat Indonesia juga paling banyak punya pengalaman suap dengan layanan kepolisian, yaitu sebanyak 41 persen.