Reshuffle Kabinet Indonesia Maju Jokowi Tunjuk Enam Orang Sebagai Menteri Baru

150

What’s just became a national headline yesterday?Reshuffle dong. Apa lagi.

TELL. ME. EVERYTHING.
Got it. Jadi Selasa (22/12) kemarin, untuk pertama kalinya sejak menjabat presiden di periode keduanya, Pak Jokowi nge-reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
Yea I heard, who’s in? 
In total, ada enam menteri baru yang dikenalin pak Jokowi dari Istana Negara, Jakarta. They are: 

  • Menteri Sosial: Tri Rismaharini. Beliau ini merupakan kader PDIP, sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Surabaya aaaaand….her name been floated for a while sebagai calon Menteri Sosial dalam beberapa hari terakhir ini. Bu Risma bakal menjabat menggantikan kader PDIP sebelumnya yang kini ditangkap KPK, Pak Juliari Batubara.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pertahanan aka wakil menterinya Pak Prabowo. Nah Sakti Wahyu ini bakal menjabat sebagai Menteri KKP, menggantikan menteri sebelumnya Edhy Prabowo yang…U know what happened.
  • Menteri Agama: Yaqut Cholil Qoumas yang merupakan pria kelahiran Rembang, aktivis PMII, Ketua GP Ansor (sayap pemuda Nahdlatul Ulama) dan saat ini merupakan anggota DPR RI. Gus Yaqut ini masuk menggantikan Menag sebelumnya, Fachrul Razi,
  • Menteri Kesehatan: Surprise, surprise, Pak Budi Gunadi Sadikin akhirnya ditunjuk Pak Jokowi untuk menggantikan Menkes sebelumnya, Terawan Agus. Jadi siapa Pak BGS ini? Well, beliau sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, terus lanjut jadi Dirut Inalum (holding tambangnya BUMN), terus jadi wakil Menteri BUMN bareng Kartiko Wirdjoatmojo dan sempet juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional.
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Surprise surpriseee (juga!) adalah Pak Sandiaga Uno yang juga ditunjuk untuk menggantikan menteri sebelumnya Wishnutama Kusubandio. Pak Sandi ini kayak yang kamu tau, pernah jadi cawapres lawan Kiai Ma’ruf tapi kalah, terus pernah juga jadi wagub DKI Jakarta bareng Pak Anies Baaswedan.

  • Menteri Perdagangan: M Lutfi yang baru aja sekitar empat bulan menjabat sebagai Duta Besar RI di Amerika Serikat. Jadi emang Pak Lutfi ini pernah jadi Mendag sebelumnya di era Pak SBY, terus pernah jadi Dubes Jepang, Dubes US, nah sekarang udah balik lagi ke tanah air, untuk…jadi Mendag lagi!

Whooaaa…kirain cuma dua yang baru…

Yep. Emang sih, posisi yang sebenernya kosong itu adalah Menteri Sosial dan Menteri KKP, namun kan emang dari awal Pak Jokowi udah pernah wanti-wanti bahwa kalo ada menteri yang kinerjanya kurang, atau B aja, bisa juga diganti.
 
I see…
Nah selain dua kursi menteri kosong tadi, satu pos yang juga paling disorot adalah posisi Menteri Kesehatan. Jadi emang kabarnya nih, penunjukan Pak BGS udah disiapkan sejak Oktober lalu, sepulang beliau dari Jenewa dan London untuk melobi sejumlah produsen vaksin Covid-19. Waktu itu, Mensesneg Pratikno udah meminta BGS berdiskusi dengan beragam kalangan yang bergerak di bidang kesehatan.
 
Tapi kan Pak BGS bukan dokter…
Yhaa doi bankir, tapi emang kalo menurut Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono sih, seorang Menteri Kesehatan emang nggak perlu berasal dari background dokter untuk mereformasi manajemen dan sistem kesehatan publik yang dinilainya lumpuh. Hal ini diamini oleh Ketua Satgas Covid-19 dari IDI Zubairi Djoerban yang nggak masalahin soal latar belakang BGS. In his words: “Mau latar belakangnya itu fisika nuklir, kesehatan masyarakat, dokter, epidemiolog atau apa, asal kemampuan manajerialnya bagus dan tahu persis persoalan di lapangan, ya tidak masalah. Apakah saya kecewa menkes saat ini bukan dari kalangan dokter? Saya sama sekali tidak kecewa,” gitu guys.
 
Terus-terus kalo yang lain gimana?
Yhaaa ada misalnya Bu Risma yang menduduki kursi Mensos. Kata Bu Risma, zuzur kaget, walaupun emang udah banyak yang bahas, tapi kaget aja karena beliau ga pernah kebayang jadi menteri. Selanjutnya Bu Risma bilang bahwa beliau bakal membenahi data bansos di Kemensos biar bisa tersalurkan secara lebih baik.
 
And of course…Papa Online.
Rite, papa online aka Pak Sandi. Nah soal pariwisata ini, Pak Sandi bilang bahwa beliau memiliki dua strategi dalam memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif setelah dihantam pandemi covid-19. Pertama, inovasi, yang kedua, big data. Pak Sandi juga menjelaskan bahwa strategi inovasi perlu dilakukan untuk memetakan potensi bisnis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, karena dengan adanya inovasi ini, pelaku usaha bukan cuma bisa bertahan, tapi juga menangkap peluang bisnis.
 
Last question then… kok pada pake jaket biru sih kemaren?
Well, we tried to find out dan ternyata…sebenernya nggak ada alasan khusus sih kenapa pada pake jaket biru (biasanya kalo pengumuman menteri atau stafsus, seragamannya kemeja putih ajha), namun menurut Deputi Bidang Pers, Protokol, dan Media Bey Machmudin, pilihan warna ini diambil karena warna bitu ini menarik untuk dilihat mata. Secara biru ini warnanya cerah, segar, ceria, dan semangat.
Got it. Anything else I should know?
Well, para menteri rencananya bakal dilantik hari ini di pagi hari. Menanggapi reshuffle ini, banyak pihak yang menilai bahwa timingnya pas, terutama demi membangkitkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Rata-rata posisi menteri yang diganti berkaitan dengan pandemi covid-19.