PGI Himbau Perayaan Natal Dilakukan Secara Virtual

105
For when you already have a Christmas plan…

Wait, you might wanna hear it from PGI and Keuskupan Agung Jakarta first…
 
What is it?
Well, jadi kemarin, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Keuskupan Agung Jakarta baru aja menggelar dialog terkait Ibadah Natal di masa pandemi. Dalam dialog itu, kedua perwakilan dari lembaga tadi menyampaikan imbauannya nih, terkait perayaan Natal tahun ini yang…just like anything else this year, will be much different.
 
OK tell me.
Well, let’s start from PGI. Jadi dalam keterangannya kemarin itu, Sekretaris Umum PGI, Jacklevyn Frits Manuputty mengimbau supaya tahun ini, gereja-gereja merayakan Hari Natal dan Tahun Baru 2021 secara virtual.
U mean no church?
Yep. Beliau juga menjelaskan bahwa selama ini, gereja-gereja udah rutin menggelar ibadah secara virtual, dan beliau nggak mau kebiasaan yang baik itu nggak dilanjutkan dalam perayaan Natal tahun ini. Beliau juga menyampaikan bahwa pihaknya udah mengirimkan surat edaran agar gereja-gereja merayakan Natal secara online.
But but...aku maunya ke gereja.
Kalo mau melakukan ibadah secara fisik, kata Pak Frits, ya boleh aja, asalkan jemaatnya yang hadir dibatasi, dan menjalankan protokol kesehatan. Beliau juga meminta agar tetap ada koordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah tempat tinggal masing-masing.
I see…
Yep, now let’s hear it from Keuskupan Agung Jakarta. Menurut sekjennya Romo Vincentius Adi Prasojo, pihaknya bakal tetap menggelar ibadah Natal secara tatap muka. Beliau menjelaskan bahwa Katedral boleh melaksanakan ibadah secara virtual atau tatap muka, asalkan jemaat sudah daftar online dan mematuhi protokol kesehatan.
 
So, it’s safe?
Well, menurut beliau sih, para pelayan peribadatan dipastikan bebas covid-19, karena nantinya mereka bakal diperiksa dulu. Selain itu, jemaat yang tatap muka juga bakal ketat banget, yakni dibatasi hingga maksimal 20 persen dari kapasitas katedral. Padahal, di aturan Kemenag maksimal 50 persen masih bole.
I see, anything else? 
Balik lagi PGI, dijelaskan juga bahwa pihaknya udah menyiapkan panduan protokol kesehatan yang disebarin ke gereja-gereja di bawah naungan PGI.  FYI, sebelumnya juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan udah meminta supaya pelaksanaan ibadah Natal di gereja dibatasi demi mencegah penyebaran Covid-19.  Selain itu, dia juga berharap umat Kristiani supaya nggak kumpul-kumpul atau berkerumun dalam perayaan Natal tahun ini.