Penelitian Lembaga Studi Advokasi Masyarakat Kasus Kekerasan dan Ancaman Pembela HAM Meningkat, Dampak Emisi Rumah Kaca: Mencairnya Laut Es Di Greenland, Twitter Rilis Hastag Terpopuler Tahun 2020.

37

Hi there,

Good morning. Today is Human Rights Day, so let’s take a moment to remember that we are all entitled to the basic freedom in life: The freedom of expression, education, and free from all kinds of discrimination, intimidation, or injustice. Never take that for granted, but also, never let anyone take it away from you. We’re in this together.

First stop, let’s talk about Human Rights and environment.

OK tell me. 
Jadi guys, baru-baru ini, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat aka ELSAM baru aja merilis hasil penelitiannya terkait kondisi keamanan pembela HAM atas lingkungan di bulan Januari – April tahun 2020 ini and the result is…not so good. 
 
Not so good gimana? 
Jadi tahun ini, menurut penelitiannya Elsam tadi, ditemukan naiknya tren kekerasan dan ancaman terhadap Pembela HAM atas Lingkungan. Hal ini khususnya buat yang terkait dengan aktor perusahaan. Terus penyebab lainnya adalah munculnya pandemi Covid-19, dan munculnya manuver elit politik Indonesia untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) aka Omnibus law.
We’re talking about how many cases sih
Yhaa jadi sepanjang periode 1 Januari 2020 sampai dengan 30 April 2020, ELSAM mencatat ada 22 kasus kekerasan dan ancaman terhadap Pembela HAM atas Lingkungan yang tersebar di 10 Provinsi dan 14 Kabupaten/Kota. Adapun jenis kekerasan dan ancamannya meliputi intimidasi, penangkapan, perusakan, hingga pembunuhan.
R U for real? 
Seriously. Adapun daerah yang paling banyak terjadi intimidasi buat para pembela HAM atas Lingkungan ini adalah Sulawesi Selatan (7 kasus), Kalimantan Tengah (5 Kasus), Jawa Timur dan Sumatera Selatan (masing-masing 2 kasus).  Terus, ada masing-masing satu kasus di DKI Jakarta, Papua Barat, Sumatera Utara, Jambi, Maluku dan Jawa Barat.
Emang perbandingannya sama tahun lalu gimana? 
Lumayan jauh sih, jadi kalo di tahun 2019 itu, sepanjang tahun kasusnya ada 27. Sedangkan di tahun ini, baru empat bulan pertama di 2020 aja udah tercatat 22 kasus.  Adapun kekerasannya ini paling banyak terjadi di Bulan Maret, dengan jumlah kasus sepuluh. Abis itu ada Bulan April (5 kasus), Februari (4 kasus) dan Januari (3 kasus).
Dude, who did this? 
Mostly dari aktor negara sih, kayak yang paling banyak dilakukan oleh polisi dengan jumlah 39 aktor. Terus ada petugas imigrasi, hakim dan jaksa (masing-masing satu). Nah selain dari negara, intimidasi juga datang dari aktor-aktor non-negara, kayak  perusahaan, preman, sampe satpam perusahaan.
Terus…yang jadi korban siapa? 
Well, we usually call them by EHRD, which stands for Environmental Human Rights Defender. Nah, EHRD yang jadi korban ini ada banyak, mayoritasnya adalah petani atau dari kelompok masyarakat adat, baik laki-laki maupun perempuan.
Kok bisa paling banyak korbannya petani dan masyarakat adat? 
Well, for the most part, karena mereka memperjuangkan hak-haknya, di mana kadang hal ini bikin mereka jadi harus berhadapan dengan pemegang otoritas maupun pebisnis dari pihak swasta. Selain petani dan masyarakat adat, ada juga jurnalis yang jadi korban intimidasi, salah satu contohnya adalah penangkapan terhadap jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat, Philip Jacobson, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.  Dia ditangkap gara-gara ikut sidang tentang konflik lahan antara pemerintah dan masyarakat adat setempat.
I see… 
Terus ada juga kasus-kasus perampasan tanah kayak yang terjadi pada Kelompok Tani Mafan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kasus serupa juga ditemukan di Kabupaten Luwu Timur, Sumatra Selatan, dan juga di Kecamatan Tanjung Pura, Sumatra Utara.
Terus gimana? 
Well, terkait hal ini, ELSAM menyampaikan beberapa rekomendasi ke pemerintah terkait Pembela HAM atas Lingkungan, di antaranya adalah supaya pemerintah menghentikan kekerasan terhadap para pembela HAM, terus juga supaya DPR Menyusun aturan yang memperhatikan kedaulatan lingkungan dalam proses penyusunan undang-undangnya. ELSAM juga meminta pada Kapolri dan TNI untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan kekerasan pada pembela HAM maupun warga, karena emang mereka hanya memperjuangkan hak-haknya.
I see, anything else? 
Finally, menurut Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL), UU Ciptaker yang sempat heboh kemarin juga diprediksi bakal meningkatkan risiko terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, termasuk lingkungan. Hal ini berarti pembela HAM atas lingkungan juga akan menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap kekerasan di masa yang akan datang.
Oh no….

What’s getting hotter than your gossip group chat?

The Arctic. 

What happened?
Jadi gengs, berdasarkan Laporan the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) baru-baru ini, diketahui bahwa kondisi Arktik sekarang lebih panas, hijau dan nggak icy lagi kayak 15 tahun yang lalu.  The Arctic Report Card yang dirilis pada Selasa kemarin juga menunjukkan kalau wilayah Arktik memanas lebih cepat dari ekspektasi para ahli.
 
Why did it happen?
Yha karena aktifitas kita juga sih. Jadi kan emang hampir semua aktifitas kita menghasilkan emisi gas rumah kaca, nah, yang pertama merasakan dampak dari emisi rumah kaca adalah wilayah Arktik ini.  Bahkan, menurut James Overland, oceanographer at NOAA, disebutkan bahwa potensi perubahan di Arktik bakal terjadi tiga kali lebih cepat dibanding daerah lain.
Like what? 
Like berkurangnya dan mencairnya es laut di Greenland, lapisan tanah beku (permafrost) yang mencair, dan pergeseran distribusi spesies. Semua perubahan ini adalah akibat dari temperatur permukaan nbumi yang memanas. FYI nih, Sejak Oktober 2019 sampai September 2020, suhu Arktik lebih panas 1.9 derajat Celsius dari tahun 1981 ke 2010. Kenaikan suhu ini juga terjadi di Siberia, di mana musim dinginnya naik 3 – 5 derajat Celsius selama musim dingin dan semi.
Whooaa…so what will happen next? 
Well, suhu yang lebih panas ini kan berdampak terhadap sea ice (laut es) yang menjadi habitatnya para polar bears and walruses.  Selain jadi tempat tinggalnya beruang kutub, sea ice juga dikenal sebagai AC-nya planet bumi, karena sea ice bisa memantulkan cahaya matahari sehingga suhu di kutub utara dan berbagai belahan dunia lain tetap dinginTapi yha tadi, AC-nya udah mulai rusak.
Hah? Rusak gimana? 
Sea ice-nya beku pas winter aja, tapi pas musim panas dia meleleh.  Nah, hal ini bisa terlihat juga dari musim panas tahun ini panas banget sampai melewati batas minimumnya selama 42 tahun terakhir.  Jadi, it’s possible kalau musim panas di Arktik itu nanti bakal tanpa es di beberapa tahun ke depan.
Whooaa…anything else?  
The Arctic is getting greener, too.  Jadi, karena banyak es yang meleleh, tumbuh-tumbuhan pada mulai hidup.  This also means that keseluruhan ekosistem bakal berubah.

For when you’ve been tweet-ing a lot in 2020…

Chances are, you are also very familiar with #hashtag.
Nah kemarin guys, Twitter baru aja ngerilis hashtag aka tagar yang paling populer di sepanjang tahun 2020. And if you’ve been wondering, ternyata tagar paling populer di Indonesia sepanjang tahun 2020 jatuh pada… #gagalkanomnibuslaw.
Selain itu, tagar yang juga masuk ke jajaran 10 tagar yang paling banyak digunakan adalah tagar #COVID19 dan #dirumahaja. Menurut keterangan dari Twitter kemarinm tagar #COVID19 emang udah di-twit sebanyak 400 juta kali secara global. Hal ini yhaa nggak heran karena seiring dengan munculnya pandemi, masyarakat jadi banyak yang pake Twitter untuk berbagi informasi soal kesehatan, mengajak untuk diam dulu di rumah, membatasi mobilitas, hingga edukasi tentang #COVID19. Selain itu, platform Twitter juga banyak dipake para dokter untuk berbagi informasi terkait kesehatan. Dari itungannya Twitter, tercatat ada 17 juta kali frasa terkait tenaga kesehatan di tahun ini. Kepo, hashtag apa aja yang juga masuk top 10 hashtag di Indonesia? Here they are!
1.  #gagalkanomnibuslaw
2. #agnation
3. #fotoprofilbaru
4. #covid19
5. #dirumahaja
6. #mutualankuy
7. #mufc
8. #banjir
9. #malamjumat
10. #itsokaynottobeokay
 
Aaaaaanyway, talking about Twitter, have you followed us too? If you haven’t, here. We’re just as fun as the email, seriously.

“It’s the best early birthday present I could wish for.”
Gitu kata Margaret Keenan, warga Inggris berusia 90 tahun yang merupakan warga Inggris pertama yang menerima suntikan vaksin massal dari Pfizer/Biontech hari Selasa lalu. Emang sejak awal minggu ini, Inggris udah mulai memvaksin massal para warganya setelah otoritas kesehatan di sana meng-approve penggunaan vaksin dari Pfizer/BioNTech untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di negaranya Ratu Elizabeth itu.
 
Now singing “Wherever you go, whatever you do, I will be right here waiting for you”

Catch Me Up! Recommendations

There are simple ways to never get sick. From sound sleep to mindful eating, here they are. 

Angel’s Stories

1. Aku baru-baru ini mendalami beberapa jenis fiber arts dan ‘nyemplung’ ke dalam suatu pertemanan yang suka macramé, weaving, crochet dan knitting di IG. Minggu lalu, aku lihat sepupuku lagi menggalang dana untuk anak-anak di pedesaan. Hatiku tergerak tapi kebetulan aku pun sedang ngepas. Akhirnya aku memberanikan diri untuk melelang tiga hasil karyaku ke pertemanan fiber arts itu (walaupun sesungguhnya ga pede karena, what am I doing, selling my amateur works to expert artists?!) Tapi ga disangka, Alhamdulillah antusiasmenya lumayan tinggi, banyak yang support, doakan, bahkan bantu sharing. Semua karyaku terjual, bahkan dua di antaranya kejual hampir 2x dari harga mula bidding. Semua hasil penjualan langsung kusumbangkan untuk penggalangan dana tersebut. MasyaAllah tabarakallah, beruntung banget masuk ke komunitas yang berhati emas itu.
-XF – a grateful crafter-
2. Hai, CMU readers. Membaca Angel’s Story selalu membuat hatiku hangat dan selalu merasa lebih baik. Andai aku bisa menge-chat-nya, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk cerita-cerita mereka. Kemarin sore, Minggu sore tepatnya, ada temanku datang ke rumah. Mereka pengantin baru dan datang dengan mobil baru mereka. Dalam hatiku langsung berkomentar, sukses nih mereka. Selama tiga jam main di rumah, mereka bercerita tentang kegiatan-kegiatan mereka. Setelah mereka pergi, seneng sih dikunjungi temen, tapi ada rasa sesak juga dengan pencapaian duniawi mereka. Lalu, baru aja selesai beres-beres piring gelas, ada teman ngechat WA. Tanya resolusiku apa dan mimpiku apa. Aku menjawabnya jujur kalau aku lagi ga punya mimpi. Lalu, dia bercerita tentang usaha yang ingin dia rintis. Dan di akhir dia cerita, dia mem-posting foto anaknya yang sedang bermain, dan background-nya adalah rumah yang baru aja selesai dia renovasi. Owh man! Aku makin sesak. Semalam aku ga tenang, dan berimbas ke hari Senin pagi saat aku ke kantor aku ga punya semangat sama sekali. Ga bisa nih aku berlama-lama begini. Lalu, aku pun cari cara gimana biar hatiku ridho dengan pencapaian mereka. Aha! Aku akhirnya memilih untuk merubah point of view-ku. Bahwa mereka mempercayaiku sebagai temannya. Aku special buat mereka. Mereka nyaman bercerita kepadaku. Maka, sebagai temannya, aku juga harus men-support keberhasilan mereka. Ikut senang dengan tulus akan hal-hal yang sudah mereka raih. No need to worry about myself because I will get what I want, someday.
-Makhluk Sensitif-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!