Pemerintah Putuskan Libur Panjang Akhir Tahun Dipersingkat

148
For when you’re getting ready for a super long holiday this year…

It’s cancelled.
 
What? Why?
The pandemic of course. Jadi kemarin, pemerintah baru aja memutuskan bahwa libur panjang akhir tahun bakal dipersingkat, dari 11 hari jadi delapan hari.
Ah ciyus nih?
Ciyus. Jadi keputusan ini disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy kemarin, setelah beliau meeting bersama berbagai lembaga terkait. Pak Muhadjir bilang, keputusan untuk mengurangi hari libur ini diambil secara bersama-sama dengan Kemenaker, Kemenpan RB, dan Kemenag.
Jadi emang planning awalnya gimana?
Jadi awalnya kan liburan akhir tahun itu bakal berlangsung selama 11 hari, sejak tanggal 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Secara rinci, rencana awalnya adalah:
  • 24 – 27 Desember libur Natal
  • 28 – 30 Desember cuti bersama
  • 31 Desember libur pengganti Idulfitri
  • 1 – 3 Januari libur tahun baru (FYI, 2-3 Januari itu Hari Sabtu dan Minggu).
Ok terus…
Nah dalam jadwal yang baru, ada tiga hari yang gajadi libur, yakni sejak tanggal 28 sampai 30 Desember 2020.  Kata Pak Muhadjir, emang libur Natal dan Tahun Baru tetap ada, jadi yang nggak ada cuma cuti bersamanya aja.
ADAW. 
Yha wayahna. FYI guys, kan awalnya cuti bersama Idul Fitri itu digeser ke akhir tahun, which is bulan ini, dengan harapan situasi udah membaik. Namun sayangnya, kondisi pandemi ini belum berakhir, ditambah lagi emang tiap abis libur panjang, angka Covid-19 selalu naik.
 
OK then. I’ll just watch Home Alone at home.
That’s our plan too. But a little context here, jadi emang sebelum pemerintah memutuskan untuk memotong libur panjang ini, udah banyak pihak yang ngasih saran supaya libur panjangnya ditunda dulu. Salah satu usulan datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meminta supaya pemerintah membatalkan libur dan cuti bersama, karena hal tersebut bakal berdampak secara tak langsung terhadap peningkatan kasus kematian dokter. Menurut catatan IDI, sejauh ini udah ada 180 kematian dokter setelah terpapar virus corona (Covid-19).
 
But what about the tourism industry?
They’re disappointed. Jadi kemarin, Wasekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengaku kecewa atas keputusan pemotongan libur akhir tahun ini. Menurutnya, keputusan tersebut berpengaruh besar terhadap kepercayaan publik ke pemerintah karena libur panjang inikan udah dijanjikan dari pas Lebaran, demi menahan mudik. Eh tapi janjinya nggak ditepati.
 
We know what you think. Sssst…