Pembahasan Brexit Belum Temui Kesepakatan Hingga Akhir Tahun 2020, Vaksin Covid-19 Belum Bisa Diberikan Secara Gratis Di Indonesia, Alami Gangguan Layanan Google Sempat Tidak Bisa Di Akses.

111

Hi there,

Good morning. It’s December 15th, and we know, we know, you’ve been looking at your calendar more often lately. Well, not your fault. If you are celebrating, Christmas is in 10 days, and if not, those Christmas songs, movies, and decorations are just exactly what you need in this crazy year. That said, you are allowed to be a little distracted at work today. Have a good one!

For when it’s been a while and you still don’t get the closure…

U talking about my love life?
Nope, we’re actually talking about Brexit aka Britain exit.
Gimana coba ceritain.
Jadi Brexit itu merupakan salah satu drama Uni Eropa yang nggak selesai-selesai season-nya. In a nutshell, Brexit adalah keputusan yang diambil oleh Britania Raya untuk keluar dari Uni Eropa yang keputusannya udah diambil sejak tahun 2016 lalu. You can catch up more on the issue here, and here
 
Go on…
Nah namanya pisah, tentunya ada hal-hal yang perlu kamu urusin biar pisahnya smooth (ngasih closure, balikin barang-barang, ngejelasin ke nyokapnya kalo kamu udah nggak bakal ngapel malam minggu lagi… eh ini ngomongin apa sih?) LOL anyway, hal-hal kayak gini juga perlu diurusin di Brexit, but on a more complicated scale, kayak perjanjian dagangnya nanti kayak apa, ekspor impornya gimana, keamanan antar batas negaranya kayak apa, sampe berbagai kebijakan terkait climate change. Nah isu-isu yang banyak inilah harus di-settle dulu antara kedua pihak, biar perpisahannya smooth…
And then…
Adapun salah satu isu yang pembahasannya lamaaaa banget adalah terkait trade aka perdagangan. Nah harusnya, pembahasan ini selesai pada 31 Desember supaya mulai bisa berlaku awal tahun depan, tapi weekend kemarin, pemimpin dari kedua belah pihak, yakni Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dan Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen sepakat untuk go the extra mile.
Maksudnya?
Yha deadline-nya diundur lagi guys, kemungkinan bisa ngaret ke tahun depan. Jadi dalam keterangan bersama yang dirilis weekend itu, keduanya menyebut bahwa, “Yha emang capek banget sih bertahun-tahun nego ga selesai, deadline juga ngaret terus. Namun, yha di saat kayak gini, udah waktunya kita sama-sama go thextra miles.” 
 
Coba aku bisa ngeles gitu sama dospemku 🙁
HEHEHE puk puk. Nah soal nego ini, emang ada tiga poin kritis yang masih dibahas dan belum disetujui antara kedua belah pihak. Adapun isu-isu ini adalah terkait penangkapan ikan, standarisasi Inggris atas Uni Eropa, dan pengawasan hukumnya atas setiap kesepakatan dari deal ini.
 
Emang penting banget harus deal nih? Ga boleh no deal?
Well, no deal Brexit ini merupakan hal yang paling dihindari sih, sama kedua belah pihak, khususnya Inggris. Hal ini karena di bidang perdangangan tuh, kalo nggak ada deal-dealan di awal, maka Inggris berpotensi kehilangan mitra dagang terbesarnya di Uni Eropa. Sebagai gambaran, kalo no deal nih ya, maka Inggris bakal kehilangan akses ke 450 juta orang potensi konsumen di EU, ditambah juga pajak dan tarif tambahan yang harus dibayar Inggris sebagai mitra dagang non-EU.
 
I see…terus gimana?
Yha pembahasan antara kedua belah pihak akan dilanjutkan kembali minggu ini, tapi nggak ada deadline harus selesai pada 31 Desember lagi. Instead, Boris Johnson justru udah mewanti-wanti bahwa kemungkinannya, nggak akan ada keputusan di 1 Januari mendatang dan pembahasannya akan lanjut terus ke 2021.

For when you loveeeee free stuff…

Aren’t we all?

Tru. Pokoknya apapun yang gratis-gratis itu menyenangkan, namun ternyata, vaksin Covid-19 ga gratis guys. Fix.
YAH SEDIH.
Tos. Jadi kemarin, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa nantinya nih, kalo vaksinnya udah ada, maka skema pembagian vaksinnya ada dua, yakni yang gratis dan mandiri aka bayar.
 
Kenapa nggak digratisin semua?
Kalo menurut Bu Siti Nadia sih, vaksinnya belum bisa diberikan gratis ke seluruh masyarakat karena masih ada kebutuhan anggaran untuk sektor lain, kayak bansos *uhuk*, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan kayak operasi, perawatan penyakit kanker, dll. Bu Siti Nadia juga menyebut bahwa anggaran untuk mengatasi covid-19 udah banyak yang terserap karena pemerintah butuh $$$ untuk berbagai fasilitas dan akses kesehatan covid-19, kayak alat-alat pelindung diri, ventilator, relawan, testing, etc.
🙁
Tenang guys, ada kemungkinan skema vaksinasinya bisa berubah, kok. Hal ini karena pemerintah masih dalam tahap awal dan menunggu keputusan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tentang izin darurat vaksin dari Sinovac, perusahaan China. FYI, per Minggu (6/12) kemarin,1,2 juta dosis kandidat vaksin Sinovac udah dateng di Indonesia.
 
Oh yeah I heard about that.
Rite. Nah soal vaksin ini, senada dengan Bu Siti, Menteri BUMN Erick Thohir juga bilang bahwa vaksinnya nggak bakal gratis karena mempertimbangkan kondisi keuangan negara. Menurutnya, sejauh ini APBN yang terserap untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) udah sekitar Rp695,2 triliun, jadi ya nggak cukup untuk vaksin gratis.
Did anyone object? 
Yes, khususnya para ahli kesehatan, salah satunya adalah epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman. Beliau menyebut bahwa kalo emang mau bikin vaksinnya bayar, maka pemerintah harus mencabut dulu status covid-19 sebagai bencana nasional, karena dalam aturan yang ada jelas bahwa kalo lagi kondisi bencana/pandemi, berarti vaksinnya harus ditanggung oleh pemerintah.
I see, anything else? 
Well, terkait vaksin ini, banyak negara yang memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19, seperti Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Belgia, Jepang, dan India.  Kemarin, Singapura juga baru aja mengumumkan kalau mereka bakal ngasih vaksin gratis untuk seluruh warganya. Pake vaksin apaaa? Kalo Singapur sih baru aja meng-approve penggunaan vaksin dari Pfizer-BionTech.
Bye, we’re moving to Singapore.

Who got a little hiccup last night?

Google.
Yup gengs, semalam, kalo kamu ngeh, Google dan berbagai layanannya kayak Youtube, Google Docs, Google Assistant, Gmail, hingga Google Classroom sempet nggak bisa diakses selama hampir satu jam. Selain itu, gangguan juga ditemukan pada para pengguna Google Home yang mengintegrasikan smart home-nya dengan layanan Google. Meski yang lain nge-down, namun layanan utama Google, yakni mesin pencariannya masih bisa beroperasi. Selain itu, iklan-iklan third party-nya Google juga masih bisa diakses.
Terkait hiccup ini, dalam keterangannya nggak lama setelah berbagai sevisnya kembali bisa diakses, Google menyampaikan permintaan maaf dan menyebut bahwa layanannya udah kembali bisa digunakan. Begitu juga dengan YouTube yang menyatakan, “We’re back up and running! You should be able to access YouTube again and enjoy videos as normal”.
FYI, ternyata gangguan ini terjadi nggak cuma di Indonesia aja, tapi juga di seluruh dunia. Dan, since we all spend soooo much time on YouTube at the moment, ga lama setelah Youtube juga ngedown, hashtag #YoutubeDOWN langsung trending di Tiwitter.
 
The power of internet…

“Nanti diliat, istikhoroh dulu,”
 
Gitu kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pas ditanya sama wartawan soal isu yang katanya sih nih, Bu Risma lagi digadang-gadang untuk menduduki posisi Menteri Sosial untuk ngegantiin menteri sebelumnya Juliari Batubara yang baru aja terjerat kasus korupsi. Bu Risma bilang, soal isu ini dia nggak mau merespons berlebihan, mau nunggu kabar dari Bu Mega aja..
 
When you don’t wanna hangout, but your friend keeps asking you to…

Catch Me Up! Recommendations

New into dating game? Text these funny things to your crush and…welcome to the world of professional pick-up-liners.

Angel’s Stories

1. Tadi malam, pas tidur, gue mimpi ketemu sama seseorang. Mimpi itu sudah gue harap-harapin sejak 11 tahun silam. Hingga gue sendiri lupa sama harapan itu. So surprised when it came true! You know what gue pengen mimpi ketemu siapa? My Prophet. Meskipun, of course ga jelas wajahnya. Cuma ngerasa aja sama sosoknya. After that, gue langsung ingat kata-kata penulis favorit gue. He said, “Bermimpilah. Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita.”
-A Cilok Lover in Solo-
 
2Sudah hampir 3 minggu aku diisolasi karena terkonfirmasi positif COVID-19. Di minggu kedua, kondisiku sempat menurun. Jenuh. Aku iri melihat update story dari teman-teman yang asyik beraktivitas normal. Aku pun off dari media sosial untuk sementara waktu. Hingga akhirnya beberapa waktu lalu aku memutuskan untuk kembali aktif di media sosial. Entah kenapa, aku merasa senang dan terhibur ketika melihat update story dari salah satu temanku ketika dia backpacker-an ke Bali. Aku merasa seperti ikut berpetualang bersamanya. Sekarang aku sadar, setiap hal bila dilihat dari sisi positif akan berdampak positif bagi diri kita sendiri. Dulunya aku iri melihat orang lain bahagia, tapi ternyata ketika aku merasa senang melihat orang lain bahagia aku menjadi jauh lebih bahagia dan rileks. Dan berita baiknya, kondisiku jauh membaik dari sebelumnya. Terima kasih kawan 🙂
-Dolphino-Jakarta-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!