Mall Di DKI Jakarta Kurangi Jam Operational Pasca Libur Natal dan Tahun Baru

128
For when you’ve always been a last minute shopper…

Udah gabisa lagi ni guys, karena kemungkinannya, mal-mal dan restoran di JKT bakal tutup lebih cepet.
Hah kok bisa?
Masih dari Menko Maritim dan Investasi Opung Luhut Binsar Pandjaitan andalan kita semua, jadi kemarin, beliau meminta ke Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan supaya mengurangi jam operasional mal dan restoran di akhir tahun ini. Alasannya yha mengantisipasi kenaikan kasus covid-19 pasca libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Mulai kapan tutup cepetnya?
Well, request-nya Opung sih per tanggal 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021 nanti nanti, dan ditutupnya pada jam tujuh malam. Selain itu, Opung Luhut juga meminta Pak Anies untuk meneruskan kebijakan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mal, dan tempat hiburan.
Sounds good.
Rite. Selain itu, nggak cuma di JKT, beliau juga meminta kebijakan ini berlaku juga di berbagai zona merah Covid-19 di daerah lain, kayak Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun buat ketiganya, batas maksimal operasional mall dan restorannya adalah jam 20.00.
Tapi nanti mallnya jadi sepi dong…
Yha karena itulah, Opung Luhut juga meminta ke Pak Anies supaya pemprov bisa ngasih keringanan biaya sewa kepada para toko aka tenant. Menurutnya, hal ini dilakukan supaya kebijakan pembatasan jam operasional ini nggak membebani penyewa usaha di mal. Yhaa cara-caranya bisa prorate, bagi hasil, atau skema lainnya.
OK. Anything else?  
Selain meminta mal untuk tutup lebih cepat, Opung Luhut juga meminta Pak Anies untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) hingga 75 persen. Sebelumnya, skema WFH di DKI Jakarta sekitar 50 persen.