Lebih Dari Setengah Jumlah Orang Dewasa Di China Alami Obesitas

112

For when we’re still talking about the pandemic, but not Covid-19…

There’s another pandemic, seriously?
Yep. Everybody, meet: Obesity. Yang emang pada tahun 1997 lalu udah dideklarasikan sama WHO sebagai masalah kesehatan publik dan merupakan global pandemic.
 
Obesity maksudnya…kegemukan?
Yep, but today, we’ll specifically talk about China. 
 
What about it?
Jadi dari studi terbaru yang dilakukan oleh National Health Commission-nya China minggu lalu, diketahui bahwa lebih dari setengah populasi orang dewasa di China masuk ke dalam kelompok overweight.
 
Whaaaaaaat?
Yep. Lebih jauh, disebutkan juga bahwa angka obesitas di China naik dalam dua dekade terakhir, dari 7,1% di tahun 2002 jadi 16,4% di tahun ini. Laporannya juga menyebut bahwa 50,7% dari orang dewasa di China mengalami kelebihan berat badan, termasuk yang obesitas. Nah itung-itungannya, dengan total populasi China sekitar 1,4 miliar, berarti sekitar setengah miliar orang di China kelebihan berat badan. That’s more than jumlah penduduk Indonesia guize.
Whoaaaa how did this happen?
Well, disebutkan bahwa tentunya ada beberapa hal yang menyebabkan perubahan dari pola makan ini. Misalnya faktor sejarah, di mana pada tahun 1950-an sampe 60an, China mengalami wabah kelaparan hebat yang menyebabkan sekitar 45 juta orang mati kelaparan. Waktu itu, warga China banyak yang bergantung pada kupon makanan dari pemerintah yang bisa dituker sama beras, daging dan telur. Nah pembagian kupon ini berakhir pada tahun 1993, dan menjadi simbol bahwa pada saat itu, kelangkaan makanan udah berakhir dan warga China udah bebas makan apa aja.
Terus…
Terus yha seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi di negeri tirai bambu tersebut, warga juga makin banyak duit dan menyebabkan pola konsumsi warganya bergeser, jadi lebih banyak kalorinya. There’s also some political reason, di mana dengan akses internet, informasi, hingga diskusi politik yang dibatasi banget sama pemerintahnya, maka makan aja yang nggak dibatasi…
Well, is that a problem though?
Yep, karena makanan yang berlebihan ini mendatangkan masalah baru yaitu...food waste. Jadi menurut catatan, di tahun 2015, China “membuang” makanan yang kalo diitung-itung, bakal cukup untuk ngasih makan at least 30 sampe 50 juta orang. Menurut Presiden Xi Jinping, hal ini termasuk “shocking and distressing”, dan karena itulah, per Agustus lalu, China mulai menjalankan kampanye anti-food waste yang meminta warganya untuk nggak buang-buang makanan dan juga memonitor those who do so.
Got it. Anything else I should know? 
Technically, standar ukuran tingkat obesitas dan keberatan badan di China ternyata lebih ketat dibanding standar global, yang ditentukan oleh WHO (World Health Organization). Jadi WHO mengatur bahwa Body Mass Index (BMI) atau rasio berat dan tinggi untuk yang kelebihan berat badan adalah 25 ke atas, dan kalo udah lebih dari 30, berarti obesitas.  Meanwhile in China, BMI lebih dari 24 udah termasuk kelebihan berat badan, dan BMI lebih dari 28 udah dibilang obesitas.