Kelompok Teroris Militan ‘MIT’ Menewaskan Satu Keluarga dan Bakar Tujuh Rumah Di Sulawesi

152
For when you’re wondering what happened in Sigi.

(CAUTION! This news contains violence and gruesome actions. If you are reading this in the morning and don’t want to start your day with that kind of story, scroll down. Take care of yourself first). 
 
Olrite I am ready. 
Ready? OK. Jadi Sigi adalah nama suatu kabupaten di Sulawesi Tengah yang pada Jumat lalu baru aja dikejutkan oleh kejadian teror yang menewaskan satu keluarga. Adapun pelaku teror ini adalah kelompok teroris militan bernama MIT, stands for Mujahidin Indonesia Timur.
 
What?
Yep, selain menewaskan satu keluarga yang berjumlah empat orang tadi, kelompok MIT ini juga membakar tujuh rumah dan menyebabkan 150 orang kepala keluarga mengungsi.
Give me some background.
OK. Jadi awalnya, Hari Jumat itu, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak perempuan, dan menantunya lagi siap-siap untuk berkebun. Pada saat inilah ada delapan orang pelaku yang masuk rumah dan melancarkan aksi sadisnya. Sebelum melakukan aksinya itu, para pelaku juga sempat mencuri beras sebanyak 40 kg. Menurut keterangan polisi, pelaku penyerangan adalah kelompok MIT.
MIT ni siapa sih?
Jadi MIT ini merupakan kelompok teroris militan yang aktif di Indonesia sejak tahun 2012. MIT aktif beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah dan dalam aksinya kerap melakukan berbagai aksi kekerasan dan pembunuhan. Selain itu, MIT ini juga udah berjanji untuk setia pada ISIS yang merupakan kelompok teroris internasional.
 
Go on…
Untuk membasmi MIT, pada tahun 2016 lalu, pemerintah kemudian meluncurkan Operasi Tinombala yang merupakan operasi gabungan dari TNI dan Polri dengan tujuan menumpas MIT. Kapolri waktu itu, Jenderal (Pol) Badrodin Haiti menyebut bahwa Operasi Tinombala ini bakal digelar hingga kelompok MIT dinyatakan habis atau nggak punya jaringan lagi.
 
Terus…
Nah dalam Operasi Tinombala tersebut, pimpinan MIT waktu itu yang namanya Santoso berhasil ditembak mati dalam baku tembak yang terjadi selama beberapa jam di area pegunungan di Poso. Setelah Santoso mati, MIT kemudian dipimpin oleh Ahmad aka Ali Kalora, yang juga diduga ikut dalam kejadian teror kemarin di Sigi itu.
 
Tujuannya apa sih teror gini?
Yha untuk menyebar teror. Namanya juga teroris. Jadi menurut Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Suparnoto, kelompok ini memang melancarkan aksinya secara acak untuk menakut-nakuti masyarakat. Selain itu, biasanya aksi teror juga dilakukan beramai-ramai. Polisi juga udah mengkonfirmasi bahwa dari keterangan saksi, Ali Kalora dikenali sebagai salah satu orang yang turut melakukan aksi teror tersebut.
 
Got it.
Terkait kejadian ini, tadi malam Presiden Joko Widodo udah menyampaikan kecamannya terhadap kelompok MIT dan menyebut tragedi di Sigi sebagai tragedi kemanusiaan. Jokowi juga menegaskan bahwa tidak ada tempat untuk terorisme di tanah air, dan beliau juga udah memerintahkan TNI-Polri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku dan membungkam jaringan tersebut sampai ke akarnya.

Got it. Anything else? 
So far, Satgas Tinombala masih lanjut mencari MIT, di mana wilayah pencariannya udah diperluas hingga ke tiga wilayah yakni Sigi, Parigi, dan Poso. Selain itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyebut bahwa pihaknya bakal ngirim pasukan khusus TNI untuk bantu Polri mengejar dan menangkap pelaku teror.