Jokowi: Vaksin Corona Akan Diberikan Gratis Untuk Masyarakat

124

For when there’s a lot of updates about vaccine…

First things first ya guys. Pertama, kemarin Pak Jokowi bilang bahwa beliau akan jadi orang pertama di Indonesia yang bakal disuntik vaksin covid-19. Hal ini ia lakukan supaya masyarakat pada percaya kalau vaksinnya emang aman.
Cool! Which vaccine? 
Vaksin dari Sinovac, perusahaan farmasi China yang kerjasama bareng Indonesia. FYI, saat ini vaksin Sinovac masih nunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
Whoaaa…
Yep, so far, udah ada 1,2 juta dosis vaksin yang udah sampai di Indonesia. Nah kalo semuanya lancar nih, perkiraannya proses vaksinasi udah bisa dimulai per Januari 2021 nanti.
OK terus apa lagi.
Kedua, vaksinnya bakal gratis gengs. Jadi dalam keterangan lanjutannya, Pak Jokowi bilang bahwa setelah menerima masukan dari masyarakat, dan setelah kalkulasi ulang, terus melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, maka beliau menyampaikan bahwa vaksin Covid untuk masyarakat gratis. Pokoknya gratis, nggak ada yang bayar.
WAH.
Yha tapi tetap ya, pemberian vaksin-nya akan dilakukan secara bertahap. Jadi kata Pak Jokowi, vaksin ini bakal menyasar ke 182 juta orang atau 67 persen dari total penduduk Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Jadi emang bakal butuh waktu untuk menyalurkannya.
For real? 
Yep. Pak Jokowi juga udah meminta Menteri Keuangan untuk merelokasi anggaran dari pos lain demi memenuhi kebutuhan biaya pendistribusian vaksin corona gratis seluruh masyarakat. Alokasi biaya ini khususnya bakal dilakukan pada tahun 2021. Nggak cuma Kemenkeu, namun Pak Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga sampai ke pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran masing-masing untuk keperluan vaksin covid-19.
 
OK. Anything else I need to know?
Well, seiring dengan keputusan Pak Jokowi ini, DPR kemudian meminta pemerintah agar segera memperbaiki data masyarakat yang ditargetkan akan menerima vaksin virus corona. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi IX Saleh Daulay, secara kan pemerintah juga harus bisa memastikan keseimbangan persebaran dan distribusi vaksin Covid-19 agar bisa mencapai angka minimal 70 persen.
*Sigh of relief*