Jokowi: Vaksin Corona Akan Diberikan Gratis Untuk Masyarakat, Jurnalis Ditangkap Terkait Konflik dan Kondisi Politik Yang Bergejolak, Ridwan Kamil Pertanyakan Tentang Izin Penjemputan Rizieq Shihab Di Bandara, Karni Ilyas: Indonesia Lawyers Club Berhenti Tayang Di TVOne.

65

Hi there,

Good morning! There has been a lot of news since yesterday from the land of +62 and we can’t wait to dive right into it. Get your coffee ready and get into your focus zone. Now scroll down…

For when there’s a lot of updates about vaccine…

First things first ya guys. Pertama, kemarin Pak Jokowi bilang bahwa beliau akan jadi orang pertama di Indonesia yang bakal disuntik vaksin covid-19. Hal ini ia lakukan supaya masyarakat pada percaya kalau vaksinnya emang aman.
Cool! Which vaccine? 
Vaksin dari Sinovac, perusahaan farmasi China yang kerjasama bareng Indonesia. FYI, saat ini vaksin Sinovac masih nunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
Whoaaa…
Yep, so far, udah ada 1,2 juta dosis vaksin yang udah sampai di Indonesia. Nah kalo semuanya lancar nih, perkiraannya proses vaksinasi udah bisa dimulai per Januari 2021 nanti.
OK terus apa lagi.
Kedua, vaksinnya bakal gratis gengs. Jadi dalam keterangan lanjutannya, Pak Jokowi bilang bahwa setelah menerima masukan dari masyarakat, dan setelah kalkulasi ulang, terus melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, maka beliau menyampaikan bahwa vaksin Covid untuk masyarakat gratis. Pokoknya gratis, nggak ada yang bayar.
WAH.
Yha tapi tetap ya, pemberian vaksin-nya akan dilakukan secara bertahap. Jadi kata Pak Jokowi, vaksin ini bakal menyasar ke 182 juta orang atau 67 persen dari total penduduk Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Jadi emang bakal butuh waktu untuk menyalurkannya.
For real? 
Yep. Pak Jokowi juga udah meminta Menteri Keuangan untuk merelokasi anggaran dari pos lain demi memenuhi kebutuhan biaya pendistribusian vaksin corona gratis seluruh masyarakat. Alokasi biaya ini khususnya bakal dilakukan pada tahun 2021. Nggak cuma Kemenkeu, namun Pak Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga sampai ke pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran masing-masing untuk keperluan vaksin covid-19.
 
OK. Anything else I need to know?
Well, seiring dengan keputusan Pak Jokowi ini, DPR kemudian meminta pemerintah agar segera memperbaiki data masyarakat yang ditargetkan akan menerima vaksin virus corona. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi IX Saleh Daulay, secara kan pemerintah juga harus bisa memastikan keseimbangan persebaran dan distribusi vaksin Covid-19 agar bisa mencapai angka minimal 70 persen.
*Sigh of relief*

What’s just raised the alarm?

Journalists conditions, worldwide.
Hah kenapa?
Karena keamanan bagi jurnalis makin nggak terjamin ni guys. Jadi berdasarkan survei globalnya the Committee to Protect Journalists (CPJ) yang dirilis di awal minggu ini, diketahui bahwa angka penangkapan dan penindasan jurnalis yang dilakukan oleh otoritas keamanan di tahun ini meningkat.
 
We’re talking about how many?
Well at least per 1 Desember 2020 ini, setidaknya tercatat ada 274 jurnalis yang dipenjara. Jumlah ini melebihi total di tahun 2016, yaitu 272 kasus. Ini juga merupakan tahun kelima di mana kekerasan dan tindakan penindasan terhadap jurnalis terjadi hingga melebihi 250 kasus di seluruh dunia.
Tell me more. 
Ok.  Surveinya juga menunjukkan ranking negara mana aja yang paling banyak memenjarakan jurnalis.  Nah, negara pertama yang paling banyak menangkap jurnalis adalah China, followed by Turkey, then Egypt, and Saudi Arabia. Mayoritas penangkapan ini sehubungan dengan konflik dan kondisi politik dalam negeri yang bergejolak.
Give me examples. 
Yha contohnya di China, sekitar 47 orang jurnalis dipenjara di daerah Xinjiang tanpa tuduhan yang jelas. Selain itu ada juga di Mesir, di mana 34 orang jurnalis ditangkap karena menyampaikan “false news”. Hasil surveinya menunjukkan bahwa dua per tiga dari jurnalis yang dipenjara, divonis dengan kejahatan anti-pemerintah seperti terorisme atau menjadi anggota kelompok-kelompok terlarang. Hal ini terjadi juga terhadap 53 jurnalis dari Eritrea atau Saudi Arabia. Di Eropa, penangkapan terhadap belasan jurnalis juga terjadi di Belarus, ga lama setelah presidennya dinyatakan memenangkan pemilu namun oleh warga dinilai curang, hingga menyebabkan munculnya arus protes.
Oh no…
Yep, jadi hampir semua jurnalis yang dipenjara adalah penduduk lokal yang membahas tentang kondisi dalam negerinya. Ada juga sih jurnalis asing atau dengan dua (kewarganegaraan) yang dipenjara, yaitu di China, Eritrea, Yordania, dan Saudi Arabia.  Moreover, 36 jurnalis atau 14% adalah jurnalis perempuan. Beberapa menulis tentang hak-hak perempuan di Iran atau Saudi Arabia.
 
Kalo di Amerika Serikat ada kasus kekerasan juga ga?
Ada dong. Tercatat ada 110 jurnalis di AS yang ditangkap dan dituntut hukum sepanjang tahun ini. Terus, sekitar 300an orang jurnalis juga pernah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan. FYI, rata-rata penangkapan ini sehubungan dengan kondisi politik yang makin terpolarisasi, hingga upaya pembungkaman pers yang menyebabkan munculnya kekerasan pada jurnalis.
Ada yang sehubungan dengan Covid-19?
Ada juga. Masih menurut CPJ, seenggaknya ada satu orang jurnalis yang meninggal karena terpapar covid-19 di penjara. Jurnalis ini berasal dari Honduras dan dipenjara karena kerap menayangkan berita mengenai aktor penegak hukum di negaranya.
 
Oh no…
Yep, terkait penemuan ini, CPJ merekomendasikan supaya pemerintahan baru AS di bawah Joe Biden untuk mengembalikan kebebasan pers nggak hanya di negaranya, namun juga secara global. Adapun hal ini bisa dilakukan dengan mendukung media independen dan meminta diplomat AS di luar negeri untuk memberikan perhatian lebih pada kekerasan jurnalis yang terjadi di negara tempat mereka ngepos.

For when the “gathering” drama is still going strong…

Yep guys, drama soal kumpul-kumpul massa di acara yang dihadiri sama Muhammad Rizieq Syihab (MRS) baik di Jakarta atau di Jawa Barat ini nggak selesai-selesai deh. Kali ini, let’s talk about: the beef between Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
What’s with them? 
Hubungan Kang Ridwan Kamil dan Pak Menko Mahfud MD lagi memanas ni gengs. Penyebabnya, kasus kerumunan di acara yang dihadiri HRS di Megamendung, Bogor.
Explain.
Ok. Jadi kemarin, Kang Emil diperiksa polisi di Polda Jabar terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung, Bogor. Acara ini diduga melanggar prokes karena banyak massa berkerumun. Nah secara Kang Emil ini Gubernur Jabar dan Bogor ada di Jabar, maka Kang Emil turut diminta keterangan sama polisi terkait kegiatan tersebut.
 
Ok….
Nah abis selesai diperiksa, Kang Emil kemudian menyampaikan pernyataannya soal Prof Mahfud. In his words: “Menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, di mana penjemputan HRS ini diizinkan.” Terus lanjut lagi, “Dalam Islam adil itu adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. Jadi beliau harus bertanggung jawab, tidak hanya kami kepala daerah yang dimintai klarifikasinya. Jadi semua punya peran yang peran yang perlu diklarifikasi,” gitu.
Whoaaaaa….
Yep, sontak hal ini kemudian dijawab sama Prof Mahfud lewat Twitternya. Kata beliau, “Siap, Kang RK. Saya bertanggung jawab. Saya yang umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang.” Prof Mahfud juga bilang bahwa dia udah ngumumin supaya HRS dijemput secara tertib dan nggak melanggar protokol kesehatan, dengan dikasih link ke videonya pas beliau ngasih statement itu.
 
Terus-terus…
Yha terus twit-twitan deh mereka. Jadi cuitannya Prof Mahfud itu dijawab lagi sama Kang Emil, katanya: “Siap, Pak Mahfud. Pusat daerah harus sama-sama memikul tanggung jawab. Mengapa kerumunan di Bandara yang sangat masif & merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan seperti halnya kami berkali-kali.” Intinya, Kang Emil nanya, kenapa kepala daerah terus yang dimintai tanggung jawab?
Dijawab lagi nggak sama Prof Mahfud?
Belum nih, udah mimin kepoin akun Twitter keduanya wkwkkwkw.
Ok terus gimana?
Yha ga gimana-gimana. Terkait drama ini, keduanya diingetin sama politisi demokrat Syarif Hasan bahwa nggak elok saling lempar. Secara kan Indonesia punya sistem pemerintahan yang udah mengatur tanggung jawab masing-masing pejabat.

Who’s just said goodbye?

ILC. Aka Indonesia Lawyers Club.
Yep guys, buat kamu yang suka nonton bapak-bapak ibu-ibu hadirin-hadirot diskusi sahut-sahutan dan di meja bundar sambil ngomongin berbagai isu negara, tentunya kamu udah nggak asing lagi dengan acara Indonesia Lawyers Club aka ILC.
Nah kemarin, acara TV yang udah tayang sejak tahun 2008 lalu itu akhirnya berakhir aka dicutipanjangkan. Hal ini disampaikan sama  Presiden ILC (Indonesia Lawyers Club) yang juga host acara, Karni Ilyas. Jadi dalam keterangan di Twitter-nya, Bang Karni bilang bahwa episode ILC pada Selasa (15/12) kemarin adalah episode perpisahan.  Adapun episode terakhir itu bertajuk “Renungan Akhir Tahun: Dampak Tekanan Ekonomi, Ibu Bunuh Anak, Suami Bakar Isteri” yang mendatangkan narasumber politisi Fachri Hamzah, penceramah Aa Gym, hingga budayawan Sujiwo Tedjo.
Dalam keterangan lanjutannya, Bang Karni juga menyatakan bahwa berdasarkan keputusan dari manajemen TV One, ILC bakal dicutipanjangkan untuk sementara waktu, tanpa ngasih tahu alasannya kenapa. Sementara itu, TV One menyebut bahwa kerjasamanya memang berakhir di akhir tahun 2020, dan rencananya, ILC bakal dikembangkan penayangannya di platform digital. Emang sih, di YouTube ILC udah punya hingga empat juta lebih subscribers, dengan rata-rata views mencapai 50 juta kali per tayangan. Nah, berdasarkan data tersebut, TV One menilai kalau platform digital lebih pas.
 
Now go tell your dad how to use YouTube.

“Saya terlalu sibuk,”
Gitu kata pengacara tajir yang jadi #lifegoals kita semua, Hotman Paris pas ditanya soal permintaan sejumlah pihak supaya dirinya jadi kuasa hukum pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. Bang Hotman bilang, dia nggak bisa nerima perkara itu karena dia terlalu sibuk ngurusin perkara bisnis, jadi seriously udah nggak ada waktu lagi gengs…
 
When your mom keeps asking you to “beliin bumbu ke warung sebelah…”

Catch Me Up! Recommendations

Been thinking about getting yourself a pet? Here are some things to consider first. Remember, forever or nothing at all…

Angel’s Stories

1. Sebetulnya ini cerita minggu lalu. Aku yang cukup aktif di kegiatan bareng teman netra, minggu lalu diminta untuk ketemu dan ngajarin satu teman netra untuk menggunakan aplikasi e-commerce, karena katanya beliau mau jualan online. Aku dengan senang hati mengiyakan karena udah lama juga ga keluar apalagi untuk ketemu beliau. Dan begitu sampai di lokasi, ternyata ga semudah yang aku kira dan cukup makan waktu lama, jadi sempat agak capek juga ngajarinnya. Tapi begitu berhasil upload salah satu produk dan ku lihat beliau yang senyum lebar dan bener-bener kelihatan seneng, bikin aura positifnya itu nular ke aku. Lihat senyuman itu, dari hal yang menurutku sepele cuma untuk sekedar pakai apps e-commerce “aja” tuh bener-bener priceless… Semua rasa capek langsung hilang gitu aja dan bikin semangat lagi buat ngajarin lebih jauh. Aku makin sadar, hal yang buat kita itu biasa aja, belum tentu sama buat orang lain. Berlaku juga sebaliknya. Mungkin buat temenku itu, aku yang bantu dia belajar. Tapi buatku, di hari itu dia yang ajarin aku buat lebih membuka hati.
-sawlnsr, seorang nomaden-
 
2Minggu-minggu UAS kemarin aku belajar tanpa henti sampe larut malam. Ibuk emang paling khawatir kalo aku lagi di fase gila belajar gini. Waktu itu aku lagi memandang 1 contoh soal yang walaupun udah ada kunci jawabannya… aku tetep ga nangkep, dan catetan yang aku bikin tentang materi itu amburadul pol. Jadi aku teriak² ke soal itu :v. Di sini, ibuku masuk kamar terus ngomel² ;). Ibu suruh aku istirahat dan ngeset timer 10 menit terus aku disuruh tidur lol. Pertamanya aku sok gamau tidur, tapi apa daya mataku emang udah sangat magnetis jadi begitu rebahan aku langsung shut down. Habis timer-nya bunyi, aku bangun, disuruh ibu minum teh dulu <3. Rasanya kayak tidur 8 jam. Beneran seger banget. Lalu aku balik ke meja belajar dan contoh soal yang aku maki² tadi ternyata sungguh gampang (?) dan pemahaman dan catetanku jadi lebih rapi dan efisien. Ini reminder buat kalian yang udah kerja seven hours or more untuk shut eyes sebentar atau rebahan doang 10 menit aja. Dan juga buat yang kenal pelanggan si kantung mata:plis kasih tau dia, omelin, ingetin lembutly, atau bawa kasur ke kamar mereka dan set timer 10 menit. Aku jamin some things get better after a nap.(If you have some study tips, slide to my dms 🙂 )
-@papyrusdustt-
 
3. Pas mau berangkat kerja, di sebuah lampu merah, aku melihat seorang lelaki paruh baya sedang mendekati kendaraan-kendaraan yang sedang berhenti. Dia meminta-minta dengan kaki pincang dan tangan menekuk (sepertinya cacat). Wajahnya tersenyum seolah mengatakan, “I am so desperate. Let me be a beggar just for a day.” Melihat pemandangan itu, tetiba aku merasa bersyukur dilahirkan dalam keadaan tubuh sehat. Hal yang jarang aku syukuri sebenarnya.
-Moci-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!