Joe Biden Dinyatakan Resmi Menang Pemilu Dilantik Januari 2021

114

Who’s finally got a closure?

Masih ngomongin closure-closure-an gengs, kali ini, closure aka hasil keputusan resmi akhirnya didapatkan oleh Capres Amerika Serikat terpilih, Joe Biden dan wakilnya, Kamala Harris.
 
Jadi gimana Joe Biden?
Yep kemarin, para electors dari seluruh negara bagian di Amerika Serikat untuk secara resmi menyimpulkan perolehan suara mereka dari pilpres kemarin. Hasilnya, seperti yang udah kita prediksi, kandidat Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris berhasil keluar sebagai pemenang Pilpres AS 2020.
 
Loh bukannya emang udah menang ya?
Ya udah, cuma ini formalisasinya aja. Secara kan yang kemarin itu masih hasil itung-itungan per-negara bagian, belum semuanya. Nah kemarin, hasil ini diresmikan oleh masing-masing negara bagian untuk diitung secara nasional.
Emang gimana cara ngitungnya sih?
Easy peasy. Jadi kayak yang kamu tahu, di AS, cara penghitungan suara adalah melalui Electoral College (EC) yang tiap-tiap negara bagian punya jumlah EC yang berbeda (ex: California punya 55 EC, atau Vermont punya 3 EC, tergantung besar kecilnya jumlah populasi). Nah dari EC ini, angkanya bakal ditotalin dan siapapun yang mencapai 270 EC (dari total 538 EC) berarti berhasil memenangkan pemilu dan jadi presiden wapres terpilih.
OK. Terus…
Nah itung-itungan EC ini diwakili oleh satu orang yang disebut electors. Electors inilah yang kemarin secara resmi menyampaikan hasil pemilihan di negara bagiannya masing-masing. Gimana cara milih electors? Yha macem-macem tergantung aturan states. Bisa dari pejabat setempat, politisi, anggota partai, hingga artis. Nah untuk tahun ini sih, ada satu nama terkenal yang jadi EC, yakni mantan ibu negara Hillary Clinton yang mewakili negara bagian New York.
I see, terus hasilnya gimana?
Well, in total, Biden dapat 306 votes, dan Trump dapat 232 votes. jadi udah clear lha ya yang menang siapa. Hasil ini kemudian akan dikirimkan ke kongres (aka DPR-nya mereka) di Washington DC untuk diitung lagi secara nasional dan kemudian hasilnya diumumkan oleh wakil presiden Mike Pence pada 6 Januari mendatang. Kalo semuanya lancar, Biden-Harris bakal dilantik pada 20 Januari 2021.
 
Terus gimana respons dari yang kalah ni?
Not OK. Terkait kekalahan ini, udah ada beberapa anggota Partai Republik di kongres yang menyatakan bahwa mereka nggak bakal terima hasil pemilu karena mereka menilai banyak terjadi kecurangan di pilpres kali ini. Selain itu, Presiden Trump juga masih sering ngetwit soal kecurangan pemilu. FYI gengs, sejauh ini udah ada 59 gugatan kecurangan dari timnya Trump di berbagai negara bagian yang ditolak sama pengadilan. Yha meskipun ditolak, banyak yang menilai bahwa aksi ini bisa bikin kepercayaan publik terhadap hasil pemilu menurun.
 
And how’s Biden doing?
Happy, tapi bete juga sama Trump. Setelah dinyatakan officially menang, Biden langsung menyampaikan pidato dari home state-nya di Delawere dan mengkritik Trump terkait upayanya untuk menggagalkan kemenangan Biden di beberapa Negara bagian.  Biden juga bilang kalau Trump menentang konstitusi dan keinginan rakyat karena nggak mau nerima hasil pemilu. Finally, he also said, “Cukup gue aja yang mengalami hal kayak gini dalam pemilu.”
 
Welp…
Yep, selain mengkritik Trump, Biden juga menyampaikan rasa terima kasihnya buat warga AS yang udah berhasil mencetak rekor pemilu dengan jumlah pemilih aka voters turnout terbanyak, despite the pandemic. Biden juga menyerukan rakyat AS untuk membuka lembaran baru, di mana in his words, “It’s time to turn the page, to unite, to heal.”