Joe Biden Dinyatakan Resmi Menang Pemilu Dilantik Januari 2021, Pergi Liburan Ke Bali Wajib Swab PCR Sebelum Keberangkatan, Mall Di DKI Jakarta Kurangi Jam Operational Pasca Libur Natal dan Tahun Baru, Berada di Urutan 12 Jokowi Masuk Sebagai Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Dari Indonesia.

122

Good morning!

Rise and shine, catchers! Today we finally got a more clear picture about how the New Year’s Eve is gonna look like: In PJs, with Netflix, from the comfort of our home. We don’t know ’bout you, but for us, New Year’s party is cancelled. Thx 2020, see you never again.

Who’s finally got a closure?

Masih ngomongin closure-closure-an gengs, kali ini, closure aka hasil keputusan resmi akhirnya didapatkan oleh Capres Amerika Serikat terpilih, Joe Biden dan wakilnya, Kamala Harris.
 
Jadi gimana Joe Biden?
Yep kemarin, para electors dari seluruh negara bagian di Amerika Serikat untuk secara resmi menyimpulkan perolehan suara mereka dari pilpres kemarin. Hasilnya, seperti yang udah kita prediksi, kandidat Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris berhasil keluar sebagai pemenang Pilpres AS 2020.
 
Loh bukannya emang udah menang ya?
Ya udah, cuma ini formalisasinya aja. Secara kan yang kemarin itu masih hasil itung-itungan per-negara bagian, belum semuanya. Nah kemarin, hasil ini diresmikan oleh masing-masing negara bagian untuk diitung secara nasional.
Emang gimana cara ngitungnya sih?
Easy peasy. Jadi kayak yang kamu tahu, di AS, cara penghitungan suara adalah melalui Electoral College (EC) yang tiap-tiap negara bagian punya jumlah EC yang berbeda (ex: California punya 55 EC, atau Vermont punya 3 EC, tergantung besar kecilnya jumlah populasi). Nah dari EC ini, angkanya bakal ditotalin dan siapapun yang mencapai 270 EC (dari total 538 EC) berarti berhasil memenangkan pemilu dan jadi presiden wapres terpilih.
OK. Terus…
Nah itung-itungan EC ini diwakili oleh satu orang yang disebut electors. Electors inilah yang kemarin secara resmi menyampaikan hasil pemilihan di negara bagiannya masing-masing. Gimana cara milih electors? Yha macem-macem tergantung aturan states. Bisa dari pejabat setempat, politisi, anggota partai, hingga artis. Nah untuk tahun ini sih, ada satu nama terkenal yang jadi EC, yakni mantan ibu negara Hillary Clinton yang mewakili negara bagian New York.
I see, terus hasilnya gimana?
Well, in total, Biden dapat 306 votes, dan Trump dapat 232 votes. jadi udah clear lha ya yang menang siapa. Hasil ini kemudian akan dikirimkan ke kongres (aka DPR-nya mereka) di Washington DC untuk diitung lagi secara nasional dan kemudian hasilnya diumumkan oleh wakil presiden Mike Pence pada 6 Januari mendatang. Kalo semuanya lancar, Biden-Harris bakal dilantik pada 20 Januari 2021.
 
Terus gimana respons dari yang kalah ni?
Not OK. Terkait kekalahan ini, udah ada beberapa anggota Partai Republik di kongres yang menyatakan bahwa mereka nggak bakal terima hasil pemilu karena mereka menilai banyak terjadi kecurangan di pilpres kali ini. Selain itu, Presiden Trump juga masih sering ngetwit soal kecurangan pemilu. FYI gengs, sejauh ini udah ada 59 gugatan kecurangan dari timnya Trump di berbagai negara bagian yang ditolak sama pengadilan. Yha meskipun ditolak, banyak yang menilai bahwa aksi ini bisa bikin kepercayaan publik terhadap hasil pemilu menurun.
 
And how’s Biden doing?
Happy, tapi bete juga sama Trump. Setelah dinyatakan officially menang, Biden langsung menyampaikan pidato dari home state-nya di Delawere dan mengkritik Trump terkait upayanya untuk menggagalkan kemenangan Biden di beberapa Negara bagian.  Biden juga bilang kalau Trump menentang konstitusi dan keinginan rakyat karena nggak mau nerima hasil pemilu. Finally, he also said, “Cukup gue aja yang mengalami hal kayak gini dalam pemilu.”
 
Welp…
Yep, selain mengkritik Trump, Biden juga menyampaikan rasa terima kasihnya buat warga AS yang udah berhasil mencetak rekor pemilu dengan jumlah pemilih aka voters turnout terbanyak, despite the pandemic. Biden juga menyerukan rakyat AS untuk membuka lembaran baru, di mana in his words, “It’s time to turn the page, to unite, to heal.”

When you’ve planned to spend the holiday season in Bali…

Pay attention to the new policies. 

What policies? 
Well, jadi kemarin (15/12), pemerintah baru aja menerbitkan aturan yang mewajibkan siapapun yang mau ke Bali untuk swab PCR (Polymerase Chain Reaction) dulu pada H-2 sebelum keberangkatan. Keputusan ini diambil setelah dilakukannya Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali.
Whoaaaa….
Yep, menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, bakal ada syarat-syarat baru bagi pengunjung jalur udara, darat, dan laut. Kebijakan ini bakal mulai berlaku sejak 18 Desember sampe 4 Januari tahun depan.
 
Buat pesawat aja nih?
Nggak juga, jadi beda-beda aturannya untuk kamu yang datang ke Bali baik dari jalur udara, darat, maupun laut. here’s the details:
  • Jalur Udara: Wisatawan yang naik pesawat ke Bali wajib tes PCR dua hari sebelum berangkat. Mereka juga wajib mengisi e-HAC (Indonesia Health Alert Card) saat melakukan perjalanan.
  • Jalur Darat dan Laut: Wisatawan via jalur ini wajib melakukan tes rapid antigen H-2 sebelum berangkat.  Terus, Gubernur Bali, Wayan Koster bilang kalau masa berlaku hasil uji swab PCR dan rapid test antigen adalah 14 hari.
  • Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN): Harus mempunyai surat keterangan hasil negatif swab berbasis PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku.

I see…

Selain membentuk aturan baru ini, Opung Luhut juga meminta protokol kesehatan di Bali diperketat, khususnya di tempat peristirahatan, hotel, dan tempat wisata. Beliau juga minta Menkes Terawan Agus Putranto, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Ketua BNPB Doni Monardo untuk segera mengatur prosedur syarat baru tersebut.
Kenapa jadi diperketat sih?
Yha karena menurut Pak Gub, keputusan ini didorong oleh kondisi masih tingginya tingkat penularan kasus positif covid-19 di Indonesia termasuk, Bali yang ditandai dengan munculnya klaster baru. Di sisi lain, beliau juga menyebut bahwa ada potensi kenaikan arus kunjungan ke Bali dan potensi kerumunan masyarakat selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021.
Hmm I see, anything else? 
Also, no New Year’s Eve party in Bali. Jadi, Pak Gub juga menjelaskan bahwa tahun ini, gaada tuh tahun baru-tahun baruan di Bali. Larangan ini berlaku untuk perayaan di dalam dan atau di luar ruangan dengan menggunakan petasan, kembang api, dan sejenisnya serta mabuk minuman keras. Aturan itu juga mewajibkan setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum wajib melaksanakan protokol kesehatan selama melaksanakan aktivitas libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

For when you’ve always been a last minute shopper…

Udah gabisa lagi ni guys, karena kemungkinannya, mal-mal dan restoran di JKT bakal tutup lebih cepet.
Hah kok bisa?
Masih dari Menko Maritim dan Investasi Opung Luhut Binsar Pandjaitan andalan kita semua, jadi kemarin, beliau meminta ke Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan supaya mengurangi jam operasional mal dan restoran di akhir tahun ini. Alasannya yha mengantisipasi kenaikan kasus covid-19 pasca libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Mulai kapan tutup cepetnya?
Well, request-nya Opung sih per tanggal 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021 nanti nanti, dan ditutupnya pada jam tujuh malam. Selain itu, Opung Luhut juga meminta Pak Anies untuk meneruskan kebijakan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mal, dan tempat hiburan.
Sounds good.
Rite. Selain itu, nggak cuma di JKT, beliau juga meminta kebijakan ini berlaku juga di berbagai zona merah Covid-19 di daerah lain, kayak Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun buat ketiganya, batas maksimal operasional mall dan restorannya adalah jam 20.00.
Tapi nanti mallnya jadi sepi dong…
Yha karena itulah, Opung Luhut juga meminta ke Pak Anies supaya pemprov bisa ngasih keringanan biaya sewa kepada para toko aka tenant. Menurutnya, hal ini dilakukan supaya kebijakan pembatasan jam operasional ini nggak membebani penyewa usaha di mal. Yhaa cara-caranya bisa prorate, bagi hasil, atau skema lainnya.
OK. Anything else?  
Selain meminta mal untuk tutup lebih cepat, Opung Luhut juga meminta Pak Anies untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) hingga 75 persen. Sebelumnya, skema WFH di DKI Jakarta sekitar 50 persen.

Who’s just got another award?

Pak Jokowi.
Yep, gitu guys, jadi kemarin Pak Jokowi baru aja diumumkan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia ke-12 versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre, suatu organisasi non-government di Amman, Jordania. Selain Pak Jokowi, tokoh Islam lain asal Indonesia yang masuk daftar tersebut adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj dan Habib Luthfi bin Yahya. Kiai Said duduk di posisi ke-18, dan Habib Luthfi berada di posisi ke-32.
Terus…siapa di nomor satunya? 100 points for you if your guess goes to: Racip Tayyip Erdogan, Presiden Turki. Jadi menurut keterangan dari organisasinya, dijelaskan bahwa Erdogan dinobatkan sebagai tokoh Muslim paling berpengaruh 2021 karena beliau dinilai membawa Turki jadi salah satu negara kekuatan global utama. Erdogan juga dinilai udah berhasil menumbuhkan ekonomi negaranya, dan juga sebagai pemimpin yang selalu mendukung dan berani mengangkat isu-isu yang dihadapi umat Muslim dunia.
Also on the list: Raja Arab Saudi Abdul Aziz bin Saud (2), Presiden Singapura saat ini Halimah Yacob (37), dan pesepakbola asal Mesir Mo Salah.
 
Interested to check more of the list? Here.

“Nggak ada perayaan tahun baru di Jakarta,”
 
Kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kemarin pas memastikan bahwa tahun ini, ibu kota nggak akan menggelar perayaan tahun baru apapun demi mencegah penularan virus Covid-19. Pak Riza bilang, warga JKT mending di rumah aja sama keluarga, dan gausah ke mana-mana.
 
Pretty much our plan for the new year…

Catch Me Up! Recommendations

If eating healthier is on your 2021 resolution list, then you might need this guide. You’re welcome.

Angel’s Stories

1. Jadi bulan Juli kemarin, sekitar seminggu sebelum aku sidang untuk proyek akhir. Aku nulis di note gtu, semacam apa yang akan aku lakukan dan yang aku inginkan setelah sidang, setelah wisuda.
Di situ aku nulis serinci mungkin, dimulai dari ingin hidup seperti apa, kerja di perusahaan yang bagaimana, sampe mau kerja di departemen tertentu pun aku tulis semua. Dan ga sengaja tadi malam ngeliat lagi catetan tersebut yang ternyata saat ini aku udah mendapatkan hampir semua yang aku tuliskan di note tersebut.
Aku merasa Allah baik banget dan bersyukur di tahun yang sulit ini aku dikasih kerjaan yang diimpikan.
Intinya, yang aku pelajari adalah jangan berenti untuk meminta, minta sebanyak dan sedetail mungkin.
Minta sama Allah.
-Orange-
 
2Minggu lalu aku ke salah satu kota di Jateng buat interview kerja. Btw, aku tinggal di Jatim dan ngga punya saudara/temen di sana. Pas aku cari-cari penginapan, aku tertarik dengan salah satu homestay karena harganya lebih murah dibandingkan hotel. Kemudian aku kontak pemiliknya buat booking. Guess what?! Aku seperti dipertemukan dengan ibu peri! Selain dikasih harga murah, aku juga dijemput dari terminal, dimasakin makan malam, dibeliin sarapan, bahkan dianterin ke kantor tempat aku tes (dengan kondisi buru-buru karena jam wawancaranya tiba-tiba diubah dadakan). Intinya aku bersyukur banget dipertemukan dengan orang sebaik Ibu!! Ibu juga cerita, tujuan dia sebenarnya bukanlah untuk bisnis, tapi ingin berbuat baik aja (uang hasil sewa penginapan cuma dibuat bayar listrik, air, wifi, penjaga penginapan, sama buat beliin ikan bandeng buat kucing. Yes, ikan bandeng). Intinya beliau baik banget deh pokonya. Bahkan halaman depan rumahnya dipersilakan untuk dibuat lapak orang jual nasi tanpa pake uang sewa. Asli ngga habis pikir dan malu banget karena hidupku ngga ada apa-apanya dibandingkan beliau. Aku belajar banyak hal dari beliau. Makasih Bu Yetti, jasamu abadi :))
-Calon anak rantau di plat R-
 
3. Gue kan suka ikutan lomba-lomba gitu. Terakhir itu ikutan lomba tentang proposal tentang desain perpustakaan selama masa pandemi. Trus, setelah beberapa hari, ada panitia yang nge-WA buat tanya beberapa hal. Aku jawab dengan jujur apa adanya. Trus, si panitia yang bernama Kak Bunga kasih balasan, “Terima kasih Mbak sudah bekerja sama. Aku suka jawabannya.” Entah kenapa, kalimat terakhir really made my day. Alhamdulilah.
-a rain lover-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!