Indonesia Tutup Pintu Untuk Kedatangan WNA Awal Januari Mendatang, Petugas Kesehatan Singapura Menerima Vaksin Covid-19 Mulai 30 Desember, Tunjangan Aparatur Sipil Negara Meningkat Tahun 2021, Aliansi Jurnalis Sebut Kejadian Indimidasi Wartawan Terbanyak Berhubungan Dengan Omnibus Law.

50

Hi there,

Good morning. Last year around this time, some of us heard about the pandemic for the first time ever. Many things have changed since then, but we all can agree that 2020 is tough. So, if all you’ve done this year is only surviving, that’s absolutely enough. You’ve done great.

Who’s putting up the “closed” sign?

Indonesia.
 
To whom?
To WNA aka Warga Negara Asing. Yep, jadi guys, mulai tanggal 1 sampe 14 Januari 2021 mendatang, Indonesia nggak akan menerima kedatangan WNA di tanah air.
Hah kenapa?
Because of the obvious aka Covid-19. Nah kayak yang kamu tahu, baru-baru ini ditemukan varian baru virus corona yang lebih menular di Inggris dan udah menyebar ke berbagai negara. Karenanya, banyak negara yang kemudian menutup perbatasannya demi membendung penyebaran virus ini. Catch up on the new corona virus here.
 
Whoaaa tell me more!
Well, jadi kemarin, Menteri Luar Negeri RI Bu Retno Marsudi menyatakan bahwa pemerintah udah menggelar rapat terbatas soal varian baru vaksin ini, dan hasilnya, seluruh pintu kedatangan warga asing bakal ditutup selama dua mingguan tadi.
 
Terus terus…
Nah, jadi emang awalnya, Indonesia hanya melarang WNA dari Inggris, namun secara virusnya mudah menyebar dan udah mulai ditemukan di berbagai negara lain, jadinya yha aturan ini diberlakukan pada semua WNA.
Terus kalo yang udah nyampe Indonesia gimana?
Yha harus menuruti beberapa aturan yang berlaku. Pertama, WNA ini harus menunjukkan hasil PCR yang negatif yang berlaku 2×24 jam sebelum berangkat. Kedua, ketika sampai di Indonesia, mereka harus tes PCR lagi, sambil melakukan karantina lima hari di tempat yang udah disiapin Pemerintah RI. Terakhir, setelah karantina, WNA harus dites PCR lagi, dan kalo negatif, baru deh mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanannya di Indonesia.
I see…
Yep, lebih jauh Bu Menlu bilang bahwa aturannya ini sesuai sama peraturan yang ada di dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol kesehatan selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021. Oh iya, nggak cuma buat WNA, namun aturan ini juga berlaku buat WNI yang balik ke Indonesia dari luar negeri.
Got it. Anything else I should know? 
Peraturan ini nggak berlaku bagi WNA yang merupakan pejabat ya gengs, yaitu levelnya Menteri ke atas. Jadi, pintu Indonesia masih terbuka untuk para pejabat-pejabat yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia, namun tetep aja, mereka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga.  Last but not least, in case you’re wondering, sejauh ini Indonesia belum mendeteksi varian baru virus corona tadi.
 
Iiiiiii jangan sampe de….

For when you’ve been looking forward to get your vaccine shot…

Well, kayaknya Singapura duluan nih yang divaksin.

HAH emang mereka bakal mulai divaksin kapan?
30 Desember aka besok banget guys. Jadi menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan (MoH)-nya Singapura, disampaikan bahwa program vaksinasi terhadap warga di negeri Singa tersebut bakal dimulai per tanggal 30 Desember. Adapun warga yang bakal divaksinasi pertama adalah petugas kesehatan di National Centre for Infectious Diseases.
Whoaaaa gercep ye…
Yep. Nah abis para petugas kesehatan, proses vaksinasi bakal dilanjutkan sama para lansia yang berumur 70 tahun ke atas per Februari 2021. Once they’re done, baru deh dilanjut sama warga Singapura yang lain, termasuk long-term residents (aka WNA yang tinggal di Singapura).
I see…
Lebih jauh, jadi emang aturan soal vaksin ini diambil berdasarkan rekomendasi dari 14 anggota Komite Ahli Vaksinasi Covid-19 yang disampaikan minggu lalu. Adapun beberapa rekomendasinya adalah supaya prioritas diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19, kayak petugas kesehatan, dan mereka yang paling rentan terhadap penyakit parah dan komplikasi jika mereka tertular penyakit, kayak orang tua.
 
Sounds so prepared.
Rite. Lebih jauh menurut Ketua komite ini, namanya Profesor Benjamin Ong, meskipun transmisi corona di tingkat lokal jumlahnya sedikit, namun Singapura masih rentan terhadap terjadinya penularan. Karena itulah, vaksinasi ini penting banget untuk tetap dilakukan terhadap sebanyak mungkin populasi.
Emang mereka pakenya vaksin apa? 
Pfizer-BioNTech, yang dipake juga sama Amerika Serikat dan Uni Eropa. Jadi emang minggu lalu, vaksin ini udah lulus untuk penggunaan darurat oleh the Health Sciences Authority.  Bersamaan dengan approval ini, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong juga udah bilang bahwa negaranya nganggarin lebih dari 1 miliar dollar Singapura untuk pengadaan vaksin Covid-19, dan pemberian vaksinnya bakalan gratis gengs.

Who’s gonna get a rise next year?

Aparatur Sipil Negara aka ASN.
Seriouslyyyyy? 
Yep, hal ini disampaikan sama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menpan RB, Pak Tjahjo Kumolo kemarin. Kata beliau, tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2021 bakal naik, dengan demikian maka ASN dengan pangkat terendah bakal menerima gaji minimal tunjangan Rp9-10 juta.
 
No wonder my parents keep telling me to become ASN…
Same. Selain tunjangannya naik, Pak Tjahjo juga bilang bahwa pihaknya, bersama-sama Kementerian Keuangan dan PT Taspen Persero lagi berupaya untuk meningkatkan uang pensiun bagi para ASN ini. Kata Pak Tjahjo, rencana ini tadinya mau ditetapkan tahun ini, tapi yha ditunda karena si teteh rona muncul.
Tell me more about the rise…
Ok. Jadi, kata Pak Tjahjo, mereka yang bakal menikmati kenaikan tunjangan ini adalah 4,2 juta ASN, 1 juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari kalangan guru, 260 tenaga kesehatan, dan sekitar 100 ribu tenaga penyuluh. Beliau berharap dengan adanya kenaikan tunjangan ini, maka para ASN bisa mewakafkan sebagian uangnya untuk kebaikan.
 
Wa…what?
Wakaf guys, aka ya beramal gitu. Jadi kata Pak Tjahjo kemarin, beliau emang memahami bahwa perkara wakaf ini nggak bisa dipaksakan kayak sebelumnya, di mana ASN sempet diwajibin untuk menyisihkan gajinya melalui Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila. Namun begitu, Pak Tjahjo bilang bahwa nanti pihaknya akan berupaya cari cara untuk mengimbau para ASN ini supaya berwakaf.
 
…. anything else?
FYI, dalam kesempatan itu, Pak Tjahjo juga bilang bahwa gajinya saat ini lebih kecil dibanding pas beliau jadi anggota DPR RI. Namun yhaaa karena udah dikasih tugas sebagai pembantu presiden, maka beliau udah nggak punya kepentingan apa-apa. Tugasnya udah selesai, makanya gajinya disumbangin semuanya untuk kepentingan wakaf tadi.

Who’s just raised some concerns?

AJI, stands for Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Hal ini karena menurut catatan AJI, pada tahun 2020 ini telah terjadi peningkatan jumlah kekerasan terhadap jurnalis di Tanah Air. Yep gengs, jadi dalam keterangannya kemarin, Ketua Umum AJI Abdul Manan menyatakan bahwa tahun ini emang telah terjadi peningkatan kekerasan terhadap jurnalis yang meliputi berbagai aksi intimidasi, kayak perampasan alat, penghapusan hasil liputan, pemidanaan, sampe pembunuhan.
Disebutkan Pak Abdul Manan juga bahwa sejauh ini, AJI mencatat di tahun ini telah terjadi 84 kasus kekerasan terhadap wartawan di seluruh Indonesia. Padahal pas tahun 2019 lalu, angkanya ada di 53 kasus. Adapun kasus kekerasan yang tergolong tinggi sebelumnya juga terjadi pada tahun 2016 dengan 81 kasus. Dengan begini, maka angka kekerasan di tahun 2020 ini merupakan yang tertinggi sejak AJI melakukan monitor tahunan.
Kepo nggak, daerah mana aja yang paling banyak kasus kekerasan terhadap jurnalisnya versi AJI? Well, paling banyak Jakarta dengan 17 kasus, terus Malang dengan 15 kasus, dan Surabaya dengan 7 kasus. Sedangkan peristiwa yang paling banyak “menyumbang” kejadian intimidasi wartawan adalah berbagai peristiwa yang berhubungan dengan pengesahan Omnibus Law.
Wow…

“Virus recognizes no holiday.”
 
Gitu kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga kemarin, saat menyampaikan pada jajaran menterinya supaya bersiap memperketat aturan demi membendung penyebaran virus Covid-19 di negaranya. PM Suga menyampaikan hal ini sehubungan dengan meningkatnya angka positif Covid-19 di Jepang beberapa hari terakhir.
 
Seriously, bye for now, 2020…

Catch Me Up! Recommendations

So it’s fixed, you’ll be spending the New Year’s eve at home. And if you’re looking for ideas what to do during the countdown, here are some tips.

Angel’s Stories

1. Halo CMU Readers, kali ini aku pengen sharing tentang seseorang yg cukup aku anggap sebagai angels. Beberapa hari yang lalu kami memperingati kematian suami-istri yang mana istrinya ini masih saudara dari mbahku. Kita panggil saja mereka berdua mbah ti dan mbah kung soalnya usianya sudah sepuh. Mbah ti dan mbah kung ini tidak punya anak sepanjang usianya dan hanya menganggap anak-anak di keluarga besarnya seperti anak sendiri, termasuk aku bersaudara dalam hal ini. Kami cukup dekat sama mereka berdua semasa hidup. Yang bikin kagum, mbah ti dan mbah kung sangat sayang satu sama lain kendati keduanya tidak punya keturunan. Mereka akan menghabiskan sore hari dengan menyaksikan anak-anak desa bermain di halaman rumahnya yang besar. Ketika pergi ke suatu tempat, mbah kung dan mbah ti akan saling merapikan dan menyiapkan sandal apabila mereka harus melepas sandal mereka. Sampai sepuh, mereka biasa pergi dengan sama-sama memakai tongkat walaupun hanya mengambil sayuran di sawah keluarga kami. Ketika mbah ti sudah mulai sakit-sakitan, mbah kung melarang kami merawat mbah ti untuk urusan krusial seperti cebok, ganti popok dan wudhu. Untuk urusan tersebut beliau tidak mau digantikan, selebihnya kami yang mengurus. Terlebih lagi, mbah kung menolak fakta bahwa kadang mbah ti sudah tidak ingat bilangan sholat, mbah kung tetap membangunkan mbah ti sholat tahajud, memakaikan mukena, mewudukannya dan sholat bersama. Kami keluarga besarnya hanya bisa mengintip dari celah rumah ketika malam hari sambil khawatir mbah ti butuh bantuan sebab mbah kung melarang kami menunggui mbah ti di dalam kamar. Mbah kung tetap ingin mbah ti dianggap sehat, setidaknya mereka tetap berpegangan tangan ketika tidur. Ketika akhirnya mbah ti benar-benar pergi, mbah kung sepanjang hari menyebut nama Allah. Hanya itu sepertinya penguat beliau. Tidak lama mbah kung akhirnya menyusul, dan sesuai pesannya beliau minta dikuburkan tepat di samping mbah Ti. Lahuma al-fatihah.
-Pulau tetangga Surabaya:)-
2. Jadi malam itu adalah hari terakhir aku UAS. Masalahnya aku takut ada satu matkul yang gak lulus, karena aku buat beberapa kesalahan. Bagi dosen lain mungkin kesalahanku bisa ditolerir. Tapi karena dosen matkul ini cukup demanding, aku jadinya ngerasa kesalahanku cukup fatal. Malem itu aku udah putus asa dan pasrah banget. Lanjut, besok paginya, pas aku lagi keluar cari makan, aku kecelakaan tabrakan motor. Nggak parah emang, aku cuma jatoh dari motor dan memar-memar sedikit. Tapi, si pengendara motor yang tabrakan sama aku nggak minta maaf, nanyain, dan justru langsung pergi gitu aja. Padahal dia yang tiba-tiba belok mendadak dan gak nyalain lampu sein, alhasil aku yang waktu itu mau jalan lurus jadi kaget. Karena makin bad mood, aku pun mutusin buat order makanan online aja. Karena rumahku cukup sulit dicari, aku pun kasih ancer-ancer buat bapaknya. Entah kenapa, pas dateng, beliau langsung senyum sumringah banget sambil ngomong makasih ya mbak, udah dikasih petunjuk, saya jadi gasusah-susah cari. He made my day at that time. Baru kali ini ada bapak ojek yang seneng hanya karena hal kecil kaya gitu. Hari itu yang sebelumnya aku ngerasa desperate dan banyak dikasih cobaan tiba-tiba rasanya jadi lebih tenang. Ngelihat senyum bapak itu ngebuat aku sadar bahwa kalo kita ngerasa ada satu hari yang belongs to our bad day, mungkin tugas kita hanya harus berbuat kebaikan, walaupun kecil. Karena dengan itu, artinya kita memperbesar peluang untuk ngerasa bahagia. Dan mungkin akhirnya hari yang kita anggep buruk itu, rasanya jadi nggak seburuk itu 🙂 Selamat menabur kebaikan! Minta doanya juga semoga semester ini aku bisa lulus di semua matkul. Aminn <3
-A.F – Jatim-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!