Hubungan China-Rusia Bakal Tetep Kuat, Kata Xi dan Putin Sebagai Isyarat Kepada Biden

120

Who’s making a friendship bracelet?China and Russia.  

Isn’t that since like…the 50’s?
Smart history-nerd *tosss* but this time, we’ll talk more about the recent ones. Nah jadi kan emang hubungan harmonis antara kedua negara udah terjalin lama nih, dan kayak persahabatan kamu yang harus diperkuat terus from time to time, yha sama, Senin kemarin, China dan Rusia juga mempertegas hubungan persahabatannya itu…
 
Dengan staycation bareng-bareng?
Itu mah kamu. Kalo China dan Russia, hal ini dilakukan lewat percakapan telepon antara kedua kepala negara, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, yang dilakukan Senin kemarin. Abis telponan itu, muncullah pernyataan dari Presiden Xi bahwa hubungan China dan Rusia bakal tetap kuat, no matter what. 
#Friendshipgoal
Rite. Pas telponan itu, keduanya juga saling mengucapkan selamat tahun baruan dan membahas berbagai isu di sepanjang tahun 2020, khususnya soal Covid-19. Baik Xi maupun Putin bilang bahwa mereka udah menjalin kerjasama yang oke banget dalam menghadapi Covid-19, although keduanya juga setuju bahwa pandemi ini bener-bener membawa ancaman yang serius pada kehidupan banyak orang.
 
I see…
Terus mereka juga bahas soal peringatan ke-20 tahun dari disepakatinya perjanjian hubungan baik antara kedua negara. Presiden Xi bilang, momentum ini bakal digunakan oleh keduanya untuk makin mempererat hubungan kerja sama yang udah ada.
 
Interesting…
Wait until you hear this: dalam keterangannya, Presiden Xi juga bilang bahwa kedua negara punya nilai dan norma yang sama, dan hubungan keduanya nggak akan bisa dipengaruhi oleh perubahan eksternal. So at this point, a lot of people are looking at…the US. 
 
Why the US?
Yha karena banyak yang menganalisis juga bahwa statement ini dilakukan sebagai respons atas pernyataan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden yang bilang bahwa AS ingin membangun koalisi yang lebih kuat sama sekutu-sekutunya untuk melawan China di isu perdagangan. Jadi yhaa statement ini juga banyak disebut sebagai upaya untuk mengkonsolidasikan kekuatan antara keduanya.
Got it. Anything else? 
Well, emang terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS ini bikin banyak negara menunggu, untuk ngeliat bakal kayak apa kebijakan luar negeri AS di bawah Biden nantinya. Dan of course sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang besar, China juga termasuk ke dalam negara-negara tadi. Jadi ditunggu aja yha…
 
We just wish for less superpower drama in 2021…