Gubernur DKI Jakarta dan Wakilnya Didiagnosis Positif Covid-19, Dokumen Yang Bocor Ungkap Kesalahan China Terhadap Penanganan Awal Covid-19, Pemerintah Putuskan Libur Panjang Akhir Tahun Dipersingkat, Twitter Luncurkan Emoji Kotak Suara Jika Gunakan Hastag Pilkada 2020

151

Hi there,

 
Rise and shine! The sky was soooo gorgeous yesterday, so we hope that it will be a sign that the rest of the month will be like that. Gorgeous and bright and sunny and happy. Yesterday, we got so many breaking news too, and we can’t wait to dig right into it. Let’s go!

JAKARTA 1 & JAKARTA 2 POSITIF COVID-19.

Yes, in case you didn’t get any news yesterday, here’s the headline: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria didiagnosis positif Covid-19.
Wah serius? 
Yep, they both tested positive. Jadi dalam keterangan di Instagram pribadinya kemarin, Pak Anies menyampaikan bahwa beliau positif kena Covid-19. Hal ini diketahui setelah beliau melakukan tes PCR Hari Senin kemarin, nggak lama setelah mengetahui bahwa wakilnya juga positif.
Oh jadi yang kena duluan wakilnya?
Yep. Adapun Pak Riza Patria baru aja terkonfirmasi positif Covid-19 pada Hari Minggu lalu. Pak Riza disebut tertular dari staf pribadinya yang juga tertular dari kluster keluarga.
 
Terus gimana?
Yha sekarang, keduanya tengah menjalani isolasi mandiri. Pak Anies bilang dia bakal menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya sendirian, sedangkan keluarga bakal tinggal di rumah pribadi. Begitu juga dengan Pak Riza Patria yang juga lagi isolasi mendiri dan kondisinya sekarang berada dalam keadaan baik dan terkendali.
Terus, yang bakal mimpin Jakarta siapa dong? 
Still them. Jadi dalam aturannya, kalau kepala daerah nggak bisa memimpin daerahnya, maka Kemendagri bakal menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur untuk menjalankan roda pemerintahan. Namun Kemendagri udah bilang bahwa mereka nggak akan menunjuk PLT, karena Pak Anies sendiri masih bisa bertugas secara efektif.
 
Hah kata siapa?
Yha kata Pak Anies sendiri di IG-nya. Jadi sambil ngumumin positif itu, Pak Anies juga bilang bahwa beliau akan tetap bekerja mimpin rapat, dll secara virtual dari rumah. Pak Anies juga memastikan bahwa hal tersebut nggak akan mengganggu proses pengambilan keputusan dan pemerintahan di DKI Jakarta.
 
Any comments from anyone?
Yep, menurut Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Pak Moeldoko, Pak Anies masih bisa mimpin lewat akses komunikasi virtual, secara kan zaman sekarang, memimpin bisa dari mana aja. Beliau juga menyebut bahwa Pemerintah pusat bakal terus mengevaluasi perkembangan pemerintahan Pemprov DKI.
 
I see. Anything else?
Terkait kondisinya ini, Pak Anies juga didoain supaya cepet sembuh gengs, sama temen-temen sesama kepala daerahnya yaitu Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Mas Ganjar Pranowo. Mereka menyampaikan supaya Pak Anies cepat pulih dan bisa memimpin lagi secara maksimal. Apresiasi juga datang dari anggota DPR Fraksi PAN, Bang Saleh Daulay yang, in his words “Kita apresiasi Anies, karena ada orang yang tidak mau menunjukkan. Ini contoh yang baik, tidak ada yang harus ditutupi, itu bukan aib, bisa diantisipasi untuk penanganan yang lebih baik.”
 
Spill bang, spiiiiiiiill

What’s just got leaked but not Wikileaks?

Garlic? Pandemic?

The later. We’re about to talk about the leaked documents from China’s official.
 
About what?
About the beginning of this pandemic. Hint: It’s mind blowing.
Whoaa sounds juicy.
Rite. Here it is. Jadi berdasarkan dokumen rahasia resmi dari Departemen Kesehatannya Provinsi Hubei yang berhasil didapatkan sama kantor berita CNN, diketahui bahwa China nggak jujur terkait kasus Covid-19 yang awal-awal ditemukan di sana. Adapun jumlah kasus yang dilaporkan ke publik waktu itu jauh lebih sedikit dibanding jumlah sebenarnya.
HAH yang bener?
Iya, menurut dokumennya begitu. Jadi kamu inget nggak, bahwa sejak awal tahun 2020, media di China udah ramai memberitakan soal munculnya wabah baru di Wuhan yang menyerang sistem pernapasan dan mudah banget menular? Nah pada waktu itu, Presiden China Xi Jinping nggak muncul-muncul hingga…
 
Hingga….
10 Februari. Itu adalah pertama kalinya Xi muncul di publik dan menyampaikan berbagai hal terkait wabah ini. Di hari yang sama, pemerintah China kemudian mengumumkan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang udah terdeteksi di Wuhan adalah 2.478. Padahal, dalam dokumen bocor yang ada keterangan  “internal document, please keep confidential” ini, disebutkan bahwa jumlah kasus aslinya adalah 5.918 kasus.
APA?
Beneran. Selain “boong” soal angka kasus positif, dokumen berjumlah 117 halaman ini juga menunjukkan bahwa pemerintah China nggak melaporkan angka jumlah kematian secara terbuka. Contohnya pada 7 Maret lalu diumumkan pemerintah bahwa jumlah kematian adalah 2.986 namun dalam dokumen tersebut disebutkan jumlahnya adalah 3.456 kematian.
Ini legit nih datanya?
Yep, CNN sih menerangkan bahwa data ini didapatkan dari “orang dalem” yang kerja di departemen kesehatannya Provinsi Hubei, aka Hubei Provincial Center for Disease Control and Prevention. Dokumen ini juga udah diverifikasi oleh enam orang ahli yang menyebut bahwa dokumennya legit.
 
OK tell me more about the document.
Jadi dokumen ini memiliki penjelasan detail tentang kondisi awal-awal terjadinya pandemi Covid-19 di negeri tirai bambu tersebut. Selain itu, dokumen ini juga menunjukkan sistem kesehatan China yang nggak fleksibel, birokrasi yang ribet, hingga prosedur dan peralatan kesehatan yang nggak sesuai untuk menangani krisis Covid-19.
Contohnya…
Well, salah satu contohnya adalah penggunaan alat tes untuk mendeteksi SARS yang dipake untuk mendiagnosa Covid-19. Hasilnya tentu nggak akurat dan hal ini bikin data kasus jadi nggak akurat juga. Selain itu, waktu tunggu untuk mendapat hasil tes di awal-awal adalah 23 hari, aka kelamaan, aka bikin upaya pencegahan atas penyebaran pandemi ini nggak maksimal.
 
OMG…
Hal lain yang dibahas di laporan itu juga adalah soal departemen kesehatannya Hubei yang emang “kurang siap” dalam menghadapi pandemi. Jadi disebutkan bahwa beberapa masalah yang dihadapi departemen tersebut adalah kekurangan budget, kekurangan alat tes, kekurangan APD, hingga tenaga kesehatan yang nggak semangat karena birokrasi China yang ribet.
 
OK. Why should I know about this though?
Karena penanganan awal atas pandemi ini berperan SIGNIFIKAN banget sama penyebaran kasusnya di kemudian hari. FYI guys, sejak Mei lalu, Amerika Serikat udah berkali-kali menyebut bahwa China “underreporting” kasus Covid-19 di negaranya hingga menyebabkan wabah ini menyebar ke seluruh dunia. China juga disebut nggak ngabarin WHO soal wabah ini hingga menyebabkan terlambatnya antisipasi atas penyebaran wabah tersebut. Finally, Uni Eropa juga mendesak China untuk korporatif sama WHO soal Covid-19 ini, secara wabahnya udah menyebar ke seluruh dunia dan membunuh sekitar 60 juta orang.
Well, I believe China has a say…
Kalo soal dokumen ini, belum ada satu pun perwakilan dari otoritas China yang menyampaikan tanggapannya. Sedangkan kalo soal tuduhan Amerika Serikat soal underreporting, China berkali-kali menyangkalnya dan menyebut bahwa tuduhannya nggak berdasar, nggak masuk akal, dan nggak sesuai ilmu pengetahuan.

For when you’re getting ready for a super long holiday this year…

It’s cancelled.
 
What? Why?
The pandemic of course. Jadi kemarin, pemerintah baru aja memutuskan bahwa libur panjang akhir tahun bakal dipersingkat, dari 11 hari jadi delapan hari.
Ah ciyus nih?
Ciyus. Jadi keputusan ini disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy kemarin, setelah beliau meeting bersama berbagai lembaga terkait. Pak Muhadjir bilang, keputusan untuk mengurangi hari libur ini diambil secara bersama-sama dengan Kemenaker, Kemenpan RB, dan Kemenag.
Jadi emang planning awalnya gimana?
Jadi awalnya kan liburan akhir tahun itu bakal berlangsung selama 11 hari, sejak tanggal 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Secara rinci, rencana awalnya adalah:
  • 24 – 27 Desember libur Natal
  • 28 – 30 Desember cuti bersama
  • 31 Desember libur pengganti Idulfitri
  • 1 – 3 Januari libur tahun baru (FYI, 2-3 Januari itu Hari Sabtu dan Minggu).
Ok terus…
Nah dalam jadwal yang baru, ada tiga hari yang gajadi libur, yakni sejak tanggal 28 sampai 30 Desember 2020.  Kata Pak Muhadjir, emang libur Natal dan Tahun Baru tetap ada, jadi yang nggak ada cuma cuti bersamanya aja.
ADAW. 
Yha wayahna. FYI guys, kan awalnya cuti bersama Idul Fitri itu digeser ke akhir tahun, which is bulan ini, dengan harapan situasi udah membaik. Namun sayangnya, kondisi pandemi ini belum berakhir, ditambah lagi emang tiap abis libur panjang, angka Covid-19 selalu naik.
 
OK then. I’ll just watch Home Alone at home.
That’s our plan too. But a little context here, jadi emang sebelum pemerintah memutuskan untuk memotong libur panjang ini, udah banyak pihak yang ngasih saran supaya libur panjangnya ditunda dulu. Salah satu usulan datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meminta supaya pemerintah membatalkan libur dan cuti bersama, karena hal tersebut bakal berdampak secara tak langsung terhadap peningkatan kasus kematian dokter. Menurut catatan IDI, sejauh ini udah ada 180 kematian dokter setelah terpapar virus corona (Covid-19).
 
But what about the tourism industry?
They’re disappointed. Jadi kemarin, Wasekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengaku kecewa atas keputusan pemotongan libur akhir tahun ini. Menurutnya, keputusan tersebut berpengaruh besar terhadap kepercayaan publik ke pemerintah karena libur panjang inikan udah dijanjikan dari pas Lebaran, demi menahan mudik. Eh tapi janjinya nggak ditepati.
 
We know what you think. Sssst…

Who’s getting excited about Pilkada?

Yep, menjelang Pilkada Serentak 2020 yang bakal berlangsung minggu depan aka 9 Desember ini, platform tempat Trump suka ngamuk-ngamuk itu baru aja merilis emoji berbentuk kotak suara. Menurut keterangannya, Twitter emang sengaja mengadakan emoji kotak suara itu untuk mendukung interaksi antar warga Twitter. Rencananya, emoji tersebut bakal bisa mulai digunakan sejak kemarin hingga 16 Desember mendatang.
Nah, kalo kamu mau menggunakan emoji kotak suara tadi, caranya adalah kamu harus ngetwit pake hashtag #Pilkada2020, #PilkadaSerentak2020, dan #Pilkada2020Serentak dulu, baru emoji kotak suaranya muncul. Jadi emang emoji-nya gabisa muncul tiba-tiba atau di keypad kamu klo nggak pake hashtag tadi.
Balik lagi ke Pilkada, ternyata guys, dari catatannya Twitter, diketahui bahwa ada seenggaknya 130 ribu cuitan bertopik Pilkada 2020 yang tercatat pada 23 hingga 30 November. Terkait hal ini, pihak Twitter bilang bahwa mereka emang ingin mendorong para pemilih untuk menyuarakan pendapat mereka dengan bergabung dalam percakapan soal pilkada ini.

“Positif COVID-19 bukanlah aib,”
Gitu kata Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito kemarin, yang mengingatkan kepada masyarakat untuk nggak diskriminatif terhadap pasien Corona. Beliau menegaskan bahwa justru, pasien Covid-19 membutuhkan dukungan untuk membantu proses kesembuhannya.
 
Yang aib itu kalo kamu makan gorengan tiga, ngakunya dua. Xiixiiixi

Catch Me Up! Recommendations

Yesterday was World AIDS Day. So let’s talk more about it. 

Angel’s Stories

1. Satu minggu ini kepalaku overwhelmed, berbagai tugas magang, organisasi, prepare project komunitas, hingga UTS kuliah yg penuh dengan cobaan :’) ehehe dan oiya aku juga lagi nyoba usaha ecopreneurship yang cukup berhasil menyita waktu. Dan yup, aku akhirnya kelelahan, pengen off semua kegiatan rasanyaahh. Barusan aku menyelesaikan tugas sebagai admin webinar tentang perilaku anak dan remaja ADHD, sangat simple sih jobdesc-nya tapi pengalaman yang aku dapet berkesan banget karena bisa berinteraksi langsung dengan para orang tua yang memiliki anak ADHD. Saat semua tugas makin numpuk yang sepertinya sulit buat kelar, tiba-tiba siang ini puluhan pesan masuk ke inbox email bertuliskan, “Terima kasih, Mba.” Ntah kenapa aku seneng banget bacanya. Jadi bersyukur bisa sedikit membantu menghubungkan para ortu ke acara ini.. so precious. Buat kamu yang lagi full kegiatan dan pengen rehat sejenak coba deh temuin one thing that makes you grateful 😀
-Swinging friends, Palpal-
2. Cerita ini sebenernya simpel banget, tapi sangat berkesan buat aku. Jadi sejak pandemi ini, pacarku yang biasanya sering ke mana-mana naik kendaraan umum jadi lebih sering bawa mobil. Alasannya, dia takut karena banyak banget penyebaran covid di kendaraan umum, sedangkan dia termasuk pekerja yang nggak ada WFH (esensial). Nah sejak dia bawa mobil, aku kan jadi sering ikut untuk sekedar ketemuan atau belanja barang-barang keperluan ke swalayan. Nah tiap aku jalan sama pacarku itu, aku sering banget merhatiin dia ngasih duit parkir yang lumayan banyak ke tukang parkirnya, dan nggak cuma tukang parkir, tapi juga polisi cepek yang di pengkolan. Pernah suatu hari aku tanya, kenapa dia sering banget ngasih dengan nominal di atas rata-rata. Terus dia jawab, “Ya ini bentuk syukur dan berbagi aja nggak sih, pas covid gini aku masih dikasih kerjaan dan rezeki. Buat aku mungkin ini uang receh, tapi buat mereka pasti berarti banget”. Duh jadi makin sayang!
-HC, Tangerang-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!