Dokumen Yang Bocor Ungkap Kesalahan China Terhadap Penanganan Awal Covid-19

73
What’s just got leaked but not Wikileaks?
Garlic? Pandemic?

The later. We’re about to talk about the leaked documents from China’s official.
 
About what?
About the beginning of this pandemic. Hint: It’s mind blowing.
Whoaa sounds juicy.
Rite. Here it is. Jadi berdasarkan dokumen rahasia resmi dari Departemen Kesehatannya Provinsi Hubei yang berhasil didapatkan sama kantor berita CNN, diketahui bahwa China nggak jujur terkait kasus Covid-19 yang awal-awal ditemukan di sana. Adapun jumlah kasus yang dilaporkan ke publik waktu itu jauh lebih sedikit dibanding jumlah sebenarnya.
HAH yang bener?
Iya, menurut dokumennya begitu. Jadi kamu inget nggak, bahwa sejak awal tahun 2020, media di China udah ramai memberitakan soal munculnya wabah baru di Wuhan yang menyerang sistem pernapasan dan mudah banget menular? Nah pada waktu itu, Presiden China Xi Jinping nggak muncul-muncul hingga…
 
Hingga….
10 Februari. Itu adalah pertama kalinya Xi muncul di publik dan menyampaikan berbagai hal terkait wabah ini. Di hari yang sama, pemerintah China kemudian mengumumkan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang udah terdeteksi di Wuhan adalah 2.478. Padahal, dalam dokumen bocor yang ada keterangan  “internal document, please keep confidential” ini, disebutkan bahwa jumlah kasus aslinya adalah 5.918 kasus.
APA?
Beneran. Selain “boong” soal angka kasus positif, dokumen berjumlah 117 halaman ini juga menunjukkan bahwa pemerintah China nggak melaporkan angka jumlah kematian secara terbuka. Contohnya pada 7 Maret lalu diumumkan pemerintah bahwa jumlah kematian adalah 2.986 namun dalam dokumen tersebut disebutkan jumlahnya adalah 3.456 kematian.
Ini legit nih datanya?
Yep, CNN sih menerangkan bahwa data ini didapatkan dari “orang dalem” yang kerja di departemen kesehatannya Provinsi Hubei, aka Hubei Provincial Center for Disease Control and Prevention. Dokumen ini juga udah diverifikasi oleh enam orang ahli yang menyebut bahwa dokumennya legit.
 
OK tell me more about the document.
Jadi dokumen ini memiliki penjelasan detail tentang kondisi awal-awal terjadinya pandemi Covid-19 di negeri tirai bambu tersebut. Selain itu, dokumen ini juga menunjukkan sistem kesehatan China yang nggak fleksibel, birokrasi yang ribet, hingga prosedur dan peralatan kesehatan yang nggak sesuai untuk menangani krisis Covid-19.
Contohnya…
Well, salah satu contohnya adalah penggunaan alat tes untuk mendeteksi SARS yang dipake untuk mendiagnosa Covid-19. Hasilnya tentu nggak akurat dan hal ini bikin data kasus jadi nggak akurat juga. Selain itu, waktu tunggu untuk mendapat hasil tes di awal-awal adalah 23 hari, aka kelamaan, aka bikin upaya pencegahan atas penyebaran pandemi ini nggak maksimal.
 
OMG…
Hal lain yang dibahas di laporan itu juga adalah soal departemen kesehatannya Hubei yang emang “kurang siap” dalam menghadapi pandemi. Jadi disebutkan bahwa beberapa masalah yang dihadapi departemen tersebut adalah kekurangan budget, kekurangan alat tes, kekurangan APD, hingga tenaga kesehatan yang nggak semangat karena birokrasi China yang ribet.
 
OK. Why should I know about this though?
Karena penanganan awal atas pandemi ini berperan SIGNIFIKAN banget sama penyebaran kasusnya di kemudian hari. FYI guys, sejak Mei lalu, Amerika Serikat udah berkali-kali menyebut bahwa China “underreporting” kasus Covid-19 di negaranya hingga menyebabkan wabah ini menyebar ke seluruh dunia. China juga disebut nggak ngabarin WHO soal wabah ini hingga menyebabkan terlambatnya antisipasi atas penyebaran wabah tersebut. Finally, Uni Eropa juga mendesak China untuk korporatif sama WHO soal Covid-19 ini, secara wabahnya udah menyebar ke seluruh dunia dan membunuh sekitar 60 juta orang.
Well, I believe China has a say…
Kalo soal dokumen ini, belum ada satu pun perwakilan dari otoritas China yang menyampaikan tanggapannya. Sedangkan kalo soal tuduhan Amerika Serikat soal underreporting, China berkali-kali menyangkalnya dan menyebut bahwa tuduhannya nggak berdasar, nggak masuk akal, dan nggak sesuai ilmu pengetahuan.