World Food Programme ‘WFP’: Kasus Kelaparan Bakal Meningkat Tahun 2021

7
Who’s giving another warning?

The UN World Food Programme (WFP). 
Warning about? 
Hunger aka kelaparan. Jadi guys, Hari Minggu lalu, Executive Director WFP David Beasley memperingatkan bahwa kondisi kelaparan di dunia bakal makin parah di tahun 2021.
Really? 
Yap that’s what he said.  Jadi sebelumnya, Beasley udah menyampaikan ke UN Security Council di bulan April lalu bahwa selain lagi meng-handle pandemi corona, negara-negara saat ini juga harus siap-siap menghadapi pandemi kelaparan (hunger pandemic).  Namun pada tahun depan, kondisinya bakal makin parah karena uang.
Money?
Yep.  Menurutnya, mayoritas negara-negara udah pada ngeluarin banyak uang aka budget untuk mengatasi covid-19 di tahun 2020, kayak dengan memberikan stimulus ekonomi, sampe pelonggaran bayar utang. So he’s afraid that the money available for 2021 would be….not that much. Hal ini khususnya merupakan peringatan buat negara-negara yang berpenghasilan rendah, yang tahun ini juga ekonominya udah beaten up gara-gara lockdown.
OMG….
Yep, Beasley juga mengakui bahwa masalah $$$ ini juga jadi tantangan bagi WFP, karena sebagai lembaga yang dapet dana patungan dari banyak negara, WFP mungkin banget nggak menghimpun dana sebanyak biasanya.
 
Emang butuhnya sebanyak apa?
Well, untuk tahun 2021 ini, WFP bakal butuh dana sebesar US$15 milyar. Jadi US$5 M buat mencegah kelaparan dan US$10 M untuk menjalankan program global tentang nutrisi bagi anak-anak yang kurang gizi. Jadi yhaaa untuk tahun depan, selain dari negara-negara, WFP juga berharap bisa mengumpulkan dana dari orang-orang tajir.
I see, anything else? 
Well, berdasarkan analisis WFP dan UN Food and Agriculture Organization (FAO), ada sekitar 20 negara yang kemungkinan mengalami pandemi kelaparan akut dan butuh perhatian yang ekstra. Adapun beberapa negara yang masuk kategori ini adalah Yaman, Sudan Selatan, Nigeria dan Burkina Faso yang juga tengah mengalami konflik selama bertahun-tahun.