Update Pilpres Amerika Trump dan Biden Terus Memperebutkan EC, Presiden Joko Widodo Tanda Tangani RUU Cipta Kerja, Negara Di Eropa Kembali Lakukan Lockdown, Dukungan Burger King Untuk McDonalds

139

Good morning!

It’s November 3rd, meaning, it’s election day in Uncle Sam. If you are into foreign affairs, you’ll know how huuuuge the results from today will affect the world. Lately, there’s been too many tabs open in our heads about what’s going on around the globe. The global pandemic, the US-China relations, the Hong Kong protests, etc etc. Now get ready, we have now another tab for you to open: The US elections.


This is the D-day of the US Election.

HELLO HELLO. Welcome to your US election update. 

This morning as you are reading this, you might notice that no, we still don’t know who the winner is. Yep, sampai newsletter ini selesai ditulis (which is around 3-ish AM last night), emang proses pemungutan suara di Amerika Serikat masih berlangsung. So we’re gonna update you with any results, process, and (possibly) drama about the election later today on our Twitter (follow us if you haven’t!).
Nah, meski prosesnya masih berlangsung, kita bakalan teteup doong ng-update kamu sama berbagai perkembangan di Hari H pemungutan suara. Ada apa ya yang seru-seru? Yuk cek yukkk….
  • Sebelum tempat pemungutan suara dibuka hari ini, udah ada lebih dari 102 juta orang Amerika yang menggunakan hak pilihnya. Emang opsi untuk bisa memilih lebih awal aka early voting jadi pilihan alternatif bagi masyarakat US, seiring dengan wabah pandemi Covid-19 yang bikin mereka menghindari pergi ke TPS langsung biar nggak menciptakan kerumunan.

  • Pada ke mana para capres hari ini?
    Joe Biden pulkam ke kampung halamannya di Wilmington, Delaware dan memulai hari dengan menghadiri kebaktian di Gereja. Abis itu, beliau mengunjungi makam anaknya, Beau Biden, dan makam mendiang istri dan anak perempuannya, Neilia dan Naomi Biden.
    Donald Trump memulai hari di White House dan pagi-pagi udah cabs bersama rombongan ke kantor pusat kampanyenya di Arlington, Virginia. Rencananya, Trump dan wapres Mike Pence bakal melewati election night barengan di White House.

  • Sehari sebelum pemilihan suara, area di sekeliling White House udah dilindungi oleh pagar kawat yang dipasang cuma dalam waktu semalam. Menurut otoritas setempat, pagar tersebut dipasang untuk menghindari “worst case scenario” yang mungkin terjadi dari hasil pilpres.

  • Terus untuk mereka yang memilih untuk datang ke TPS, gimana protokol kesehatannya? Yang pasti, pake masker. Kalo nggak pake masker, para pemilih ini ada yang dikasih masker sama petugas, atau dipisahin nyoblosnya jadi barengan sama orang-orang yang juga ga pake masker. Selain itu, ada juga petugas yang pake face shield dan memasang plexiglass sebagai upaya social distancing. 

Now, a little math… 

Ketahuilah guys, bahwa sistem pemilu di US lebih complicated dibanding kita yang berdasarkan pada sistem one man one vote. di US, instead of memperebutkan ratusan juta suara yang diitung langsung, para capres di sana cuma perlu mendapat dukungan sebanyak 270 electoral college.

Apakah electoral college ini?
Electoral college adalah jumlah hak suara yang dimiliki oleh tiap negara bagian di AS. As you know, AS punya 50 negara bagian. Nah masing-masing negara bagian ini punya jatah suara yang ditentukan dengan jumlah penduduknya. Makin banyak penduduk, makin banyak jumlah electoral college-nya, makin punya peran penentu dalam pilpres.
Contohnya…
California. Yep, state ini merupakan negara bagian dengan jumlah populasi paling banyak di US, sehingga mereka punya 55 electoral college. Sedangkan misalnya Delaware, kampung halamannya Joe Biden, punya populasi yang termasuk paling sedikit di US, makanya electoral college-nya (kita singkat EC aja kali ya) cukup tiga ajha.
I see…go on.
Nah jadi dengan jumlah kepemilikan EC yang beda-beda, total dari semua EC yang diperebutkan dalam pilpres adalah 538. Tapiiiii cukup memenangkan 270 EC aja, maka seseorang udah bisa jadi presiden. Here’s where the battle begins….
 
I am reading…
So in 2016, mantan capres dari Demokrat, Hillary Clinton kalah dari Donald Trump. Saat itu, Hillary mengantongi 232 EC. Nah kalo ga terjadi perubahan dukungan dari empat tahun lalu itu, maka itungannya, Biden cuma perlu mendapat dukungan dari 38 EC lagi untuk mencapai 270 EC.
 
Well, will it be possible?
Mungkin aja sih, secara hasil survei sebelum pilpres menunjukkan bahwa terjadi perubahan dukungan dari state yang dulunya mendukung Trump, jadi mendukung Biden, meskipun pergeserannya ini tipiiiiiis banget. Contohnya adalah Pennsylvania yang punya 20 EC di mana pada 2016 lalu, Trump menang tipis banget di sana. Begitu juga Arizona (11 EC) dan Georgia (16 EC) yang menurut beberapa survei sih, menunjukkan kemungkinan akan merubah dukungannya dari Trump di 2016 jadi ke Biden di tahun ini.
 
What about Trump’s opportunity?
Tentu saja Trump tidak tinggal diam, Fergusso. Trump berusaha mempertahankan basis dukungan di negara-negara bagian yang emang mendukungnya di tahun 2016. Salah satu negara bagian yang Trump berusaha pertahankan adalah Florida (29 EC) yang menurut hasil survei sih, udah tipissss banget hampir disalip Biden. Selain itu, Trump juga makin sering menyuarakan soal keraguannya atas integritas hasil pemilu, dan pernyataannya yang bakal menolak hasil tersebut kalo pemilunya curang.
 
Dude, today is sooooo interesting. 
Agree. Get your coffee, cancel your calls and sit in front of your cable TV right after you’re finished reading this email in the morning. Again, kita bakal nge-update kamu as soon as the results come in, all you have to do is follow us on our Twitter. See you there!

For when you’re still hearing news about UU Ciptaker…

Still?

Yep, still.
 
What about it now?

Well, for starter, pada Senin lalu, Pak Presiden Joko Widodo udah menandatangani RUU Cipta Kerja dan kini, RUU-nya udah sah jadi undang-undang dan langsung efektif berlaku. Adapun namanya juga resmi ganti jadi UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Terus…
Nah abis ditandatangan sama Pak Jokowi, dokumen UU-nya langsung diupload di website Sekretaris Negara (Setneg), so it’s open to public. Penomoran UU Ciptaker ini juga ditunggu-tunggu sama banyak pihak yang mau menggugat UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK), secara kalo mau menggugat undang-undang itu harus udah ada nomornya.
 
I heard there’s some typo…
Correct. Jadi FYI gengs, setelah publik dibikin tebak-tebakan sama versi undang-undang yang jumlah halamannya beda-beda, akhirnya Pak Jokowi men-ttd draft yang berjumlah 1.187 halaman. Selanjutnya untuk isinya nih, ditemukan juga berbagai kejanggalan. Misalnya ada pasal yang merujuk ke suatu ayat, namun ternyata ayatnya nggak ada. Ada juga salah penulisan ayat yang harusnya ayat 4 namun ditulisnya ayat 3. And finally…. you must have heard about minyak dan gas bumi adalah minyak bumi dan gas bumi.”
 
OMG yes.
Nah itu juga jadi part of UU Ciptaker yang jadi pembahasan hangat para netizen. FYI guys nggak lama setelah UU Ciptaker di-upload di website Setneg, website tersebut sempat lumpuh aka nggak bisa diakses.
 
Well, I believe the govt has a say…
Ya dong. Jadi kemarin, Mensesneg Pak Pratikno mengakui bahwa emang ada kekeliruan di naskah omnibus law yang di-ttd Pak Jokowi tersebut. Namun menurut Pak Tik, kesalahan ini  bersifat teknis administratif aja, jadi nggak bakal ngaruh ke implementasinya nanti.
 
Got it. Anything else I should know?
Terkait hal ini, Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menilai bahwa kejanggalan-kejanggalan yang ada bisa dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bukti pemerintah dan DPR nggak serius dalam membahas UU Ciptaker dan UU ini layak untuk dibatalkan.  Menurutnya, kesalahan dalam UU Ciptaker nggak bisa sembarangan diperbaiki, dan dibutuhkan Peraturan Presiden Pengganti UU (Perppu) untuk membenahi pasal-pasal yang janggal.

For when there’s another round of lockdown…

Seriously, again?

Yep, Again.
 
Where?
In Europe
Why?
Yha karena Covid-19. Jadi sampe minggu lalu aja, terhitung jumlah kasus baru Covid-19 di Eropa udah mencapai total 1,5 juta kasus. Rekor ini juga membuat Benua Eropa kembali jadi episentrum Covid-19.
Hah kok bisa sih?
Yhaaa banyak faktor sih, cuma menurut para expert, bisa jadi salah satu penyebab utamanya adalah karena banyak negara yang terlalu cepat melonggarkan kebijakan lockdownnya pada first wave Covid-19 di awal tahun 2020 lalu. Selain itu, pembukaan kembali sekolah dan berbagai fasilitas publik secara bersamaan di berbagai negara Eropa juga diperkirakan turut berkontribusi atas second wave ini.
 
Terus, lockdown-nya di mana aja?
Di berbagai negara, misalnya Prancis yang udah mulai memberlakukan national lockdown sejak awal November hingga satu bulan ke depan. Pada periode ini, sekolah dan tempat kerja tetep buka namun warga harus punya izin untuk keluar rumah. Kebijakan yang sama juga berlaku di Belgia dan Irlandia.
 
Go on…
Nah sedangkan di Jerman, pemerintahnya memilih untuk menerapkan ‘lockdown light’ aka pembatasan yang nggak ketat-ketat banget yang dimulai pada awal minggu ini. Selain itu, Austria juga mulai lockdown lagi per Selasa lalu, dan PM Boris Johnson of United Kingdom juga baru aja mengumumkan bahwa negaranya bakal lockdown sejak 5 November selama dua minggu.
I see…
Nah soal lockdown kedua ini, para ahli mengharapkan pemerintah negara-negara Eropa bisa memperbaiki blind spot yang terjadi pada first wave, yaitu kejadian di mana orang-orang pada nggak disiplin melakukan isolasi mandiri dan karantina. Hal ini diamini juga sama seorang ahli WHO, namanya dr. Margaret Harris yang menyebut bahwa di Eropa, aturan soal isolasi mandiri ini masih merupakan “missing link” dalam upaya mereka menanggulangi Covid-19.
 
Yhaaa terus gimana?
dr. Harris sih nyontohin yang bagus itu kayak kebijakan isolasi mandiri yang dilakukan negara-negara Asia Pasifik (Hong Kong, Australia dan Singapura). Di negara-negara ini, para pengunjung dari luar negeri diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama dua minggu di hotel atau fasilitas yang udah disediakan pemerintah. Hal ini berbanding terbalik sama negara Eropa, contohnya Spanyol yang membuka kembali perbatasannya pada Juli lalu tanpa ada kewajiban untuk karantina mandiri bagi para pengunjung.

who’s just showing some solidarity?

Burger King.

Yep, chain restoran fast food asal Amerika Serikat ini baru aja menyampaikan dukungan buat saingan beratnya, McDonalds, seiring dengan wabah Covid-19 yang bikin penjualan di restoran-restoran fast food ini turun drastis. Adapun dukungan ini ditunjukkan BK dengan meminta para pelanggannya untuk beli Big Mac, nama burger yang merupakan menu andalannya MCD. Dalam keterangannya, BK menyatakan bahwa mereka nggak pernah nyangka akan meminta para pelanggannya untuk beli makanan dari chain fast food lain kayak KFC, MCD, Subway, Domino’s, Pizza Hut, dll. Namun saat ini, restoran-restoran tersebut mempekerjakan ribuan karyawan dan kalo kamu mau membantu mereka maka…belilah makanannya.
Dalam penutupnya, BK juga menyebut bahwa yhaa beli Whooper (menu burger jagoannya BK) emang selalu jadi pilihan terbaik tapi…kalo kamu mau beli Big Mac juga bukan merupakan pilihan yang buruk.
 
Either way, nyam nyam nyam…

“Kalau salah ketik, tinggal diperbaiki.”

Gitu kata anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Habiburrokhman saat mengomentari soal penemuan salah ketik dan typo di UU Ciptaker yang udah ditandatangani Pak Jokowi. Kata Pak Habib, kesalahan penulisan itu hal yang biasa, jadi tinggal dicek aja kesepakatan di Baleg DPR-nya kayak apa.
 
Now you know who will be the best dosen pembimbing for your skripsi…

Angel’s Stories

1. Kemarin waktu lagi nunggu ojol di depan rumah sakit, ada bapak-bapak naik motor yang baru datang heboh klakson-klakson mobil yang lagi ambil karcis parkir. Aku heran bapaknya kenapa deh padahal tinggal masuk aja? Turned out ga lama ada ambulance yang ngebut dan mau masuk. Di belakang ambulance juga ada mas ojol yang nyusulin bapak ini. Setelah ambulance masuk, bapak bermotor sama mas ojol ini tos dan bapaknya bilang, “Sampai ketemu lagi ya mas” trus pisah jalan. Ternyata bapak bermotor dan mas ojol ini ngawal ambulance pas papasan di jalan padahal ga saling kenal juga:”) sehat terus ya bapak bermotor dan mas ojol! Ngingetin juga buat Angel’s Stories readers, kalau berkendara ada ambulance lewat tolong kasih jalan ya! Kita ngga tahu seberapa parah pasien yang dibawa ambulance yang lewat, usaha kecil kita buat kasih jalan might save lives.
-A di Bandung-
2. Hai. Gue mahasiswa semester 7. Di bulan Juli, gue dapet kabar ada orang yang seminar proposal yang pertama seangkatan. Ga lama setelah itu, muncul orang kedua, orang ketiga dan seterusnya. Boom! Insecurity hit me. Gue overthinking, marah ke diri sendiri, kenapa lamban banget, kenapa masih belom gerak. Padahal, gue tau gue harusnya ga boleh begitu. Gue sadar kalo gue lagi bandingin behind the scene gue sama highlight reel orang lain, and it wasn’t fairBut I just couldn’t help it, so I blamed myself. Gue curhat ke temen, trus dia bilang, “Gapapa, rasain aja insecurity-nya. Jangan maksain diri untuk langsung membaik sekarang. Ntar lama-lama lo bakal muak sendiri dan memutuskan untuk memulai sesuatu.” Disitu gue ngeh kalo gue lagi-lagi lupa untuk memperlakukan diri gue dengan manusiawi. Akhirnya gue biarin diri gue insecure selama sebulan penuh, trus lama-lama capek sendiri, dan sekarang gue udah biasa aja kalo denger kabar semacam itu. Pesan gue, buat semua temen-temen yang lagi struggling di semester 7, please remember that you never walk alone. It’s okay to feel insecure, don’t be mad at yourself for feeling that way. Kita boleh kok untuk ngerasa ga baik-baik aja. Rasain aja apapun yang lo rasain, trus pelan-pelan healing. Sending virtual hug, semoga jalan kita diberi kemudahan ya!
-tumblr: @randomlydeeply-
3. Halo pembaca setia CMU. Jadi ceritanya kemarin umiku kedatangan sahabat lamanya di rumah. Sahabat umiku ini sepantaran sama umi dan sudah berumur sekitar 55 tahunan. Yang bikin terharu itu beliau ke rumah cuma pakai baju pendek yang (maaf) jauh dari layak, dan hebatnya masih bela-belain bawa satu buah labu Siam buat oleh-oleh. Ketika mau pulang, umi memberi satu koleksi baju panjang, beberapa sembako dan jilbab. Surprisingly, ibu ini tiba-tiba nangis kenceng banget. Kata beliau, sudah lupa rasanya beli baju baru saking lamanya ga pernah beli. Menurut umi, keluarga sahabatnya ini memang hidup dalam kondisi kekurangan, suaminya sakit-sakitan dan beliau bekerja sebagai buruh tani untuk ngidupin kedua anaknya. Akhirnya umiku juga ngasi satu baju pendek cowok yang rencananya buat suami si ibu, tapi tanpa diduga ibu ini bilang kalo bajunya buat kedua anak laki-lakinya saja. Padahal itu baju sudah bukan baru tapi sahabat umiku sampai gemetar tangannya ngelus baju itu dan bilang kalau bajunya bagus banget:(. Ya Allah nyesek kalau inget momen itu. Sebelum pulang, sahabat umiku ini ganti pakaian dengan baju yang diberi umi, happy banget muka beliau padahal itu baju juga bukan baru. Di sini aku tersadar bahwa hal biasa bagi kita, bisa jadi sangat mewah buat orang lain. Jangan lupa bersyukur:)
-Sp-pulau tetangga Surabaya-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!

Catch Me Up! Recommendations

Still in the election mood but wants something with a little romance? Watch this movie.