Pilkada 2020 Tetap Lanjut Walaupun Covid-19 Tembus Setengah Juta Kasus, Arab Saudi Membantah Ada Pertemuan Dengan Perdana Menteri Israel, Pemerintah Jerman Perbanyak Pemimpin Perempuan Di Beberapa Perusahaan Besar, Tik Tok Jalin Kerja Sama Dengan Ikatan Guru Indonesia.

123

Good morning!

Hi there! It’s finally the 25th. For some of you, it is the richest day of the month *yeay gajian yeay!* It’s been…quite an interesting year, and since it’s almost over, you can do yourself a little treat. Get some nice food and tap yourself on the back for making it this far. You deserve it.

What’s counting down the days?

Pilkada Serentak 2020 bentar lagi banget guize. Yaitu tinggal dua mingguan lagi.

Whoaaa lanjut terus neh?
Lanjut donk, despite the pandemic. Jadi kemarin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi menyebut bahwa Pilkada serentak is still on walaupun jumlah kasus positif corona di Indonesia per kemarin baru aja mencapai milestone baru: setengah juta kasus.
Apaaaa?
Yep, Kata Pak Arwani beliau optimis bahwa Pilkada-nya bakal teteup lanjut karena ada jaminan dari pemerintah dan penyelenggara aka KPU bahwa semua pihak akan mematuhi protokol kesehatan. Politisi PPP ini juga bilang bahwa nggak ada rencana perubahan skema Pilkada. Jadi fix nih yaaa tanggal 9 Desember nanti bakalan pada nyoblos.
 
How is it in reality though?
Well, actually banyak pelanggaran protokol kesehatan yang sehubungan dengan pilkada, here and there. Contohnya, yha kerumumnan pas ngambil nomor urut, terus kampanye yang dihadiri sama jumlah orang yang banyak, nggak jaga jarak, hingga nggak pake masker.
 
Which resulted…
Which resulted, sejauh ini, udah ada 70 orang calon kepala daerah yang dinyatakan positif Covid-19, dan tiga di antaranya meninggal. Lebih jauh, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa dari 73.500 kegiatan yang digelar selama masa kampanye Pilkada Serentak 2020 ditemukan kurang lebih 1.510 pelanggaran protokol kesehatan.
Terus terus…
Yhaaa penolakan terhadap pilkada serentak emang constantly terdengar guys, secara pada kegiatan ini, bakal ada sekitar 100juta warga di berbagai daerah yang menggunakan hak pilihnya. Karena itu, banyak pihak kayak PBNU, Muhammadiyah, dan MUI yang meminta supaya pilkadanya ditunda aja, karena kalo enggak, ada beberapa dangers.
 
Kayak…?
Yhaaa ada potensi  kenaikan cluster Covid-19 secara jumbo karena digelar di puncak pandemi. Terus diprediksi bakalan banyak warga yang golput, pasangan calon yang curang, hingga membahayakan keselamatan penyelenggara.
 
Yha terus gimana dong?
Sehubungan dengan hal ini, Presiden Joko Widodo sih udah minta Kemendagri Tito Karnavian dan Kapolri Idham Azis untuk fokus banget atas proses Pilkada di daerah, secara pilkadanya tinggal dua minggu lagi. Kata Pak Jokowi, jangan sampe Pilkada ini mengganggu upaya penanganan pandemi.
 
Got it. Anything else?
FYI guys, Pilkada Serentak 2020 rencananya bakal diselenggarakan pada 9 Desember mendatang di 270 daerah dengan jumlah pemilih 100,3 juta jiwa. Adapun Pilkada ini bakal meliputi pemilihan gubernur, wali kota hingga bupati dan bakal dilaksanakan dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Who’s secretly making a friendship bracelet?

Israel and Saudi Arabia. Kayaknya.

What’s up? 
Jadi katanya, di awal minggu ini, Pangeran Arab Saudi, Mohammad bin Salman dan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu ketemuan, tapi diem-diem.
Kok diem-diem? 
Yha karena kedua negara nggak punya hubungan diplomatik gengs, sama kayak kita. Alasannya, ya of course karena pendudukan Israel di Palestina. FYI, disebutkan juga bahwa pertemuan ini digelar di Kota Neom, Saudi Arabia dan nggak cuma dihadari oleh kedua kepala negara, tapi juga sama Menlu AS, Mike Pompeo.
Kok ada Pompeo? 
Karena, disebutkan juga bahwa salah satu isu yang jadi pembahasan adalah kemenangan Biden di Pilpres AS (dan Pompeo lagi dalam perjalanan perpisahannya sebagai Kemlu di wilayah Timur Tengah). Selain itu, dibahas juga soal isu pengembangan nuklir Iran, dan kemungkinan menormalisasi hubungan (aka baikan!) antar kedua negara.
 
Jadi beneran ini?
Well, Netanyahu sih menolak berkomentar, dan bilang bahwa dia nggak mau ngomentarin isu-isu begitu, but let’s say, in his words, “I am working on broadening the circle of peace and I hope it will grow.” Meanwhile, Menlu Arab Saudi Prince Faisal bilang bahwa, “La, nggak ada tuh pertemuan sama Israel, orang ketemuannya sama AS doang.” Selain itu, Prince Faisal was like, “Beresin dulu urusan perdamaian sama Palestina, baru ngobrol sama kita…”
 
So, beneran ada pertemuan apa enggak?
Jujur gatau. Namun berdasarkan data dari flight radar, emang pada waktu menjelang pertemuan ini, ditemukan ada private jet yang berangkat dari Tel Aviv, Israel pada Minggu (23/11) malam yang terbang langsung ke Neom (Arab Saudi).  Terus, jetnya langsung balik ke Israel setelah lima jam mendarat.
Got it.
Yep, terkait pertemuan ini, banyak pihak yang menilai bahwa Netanyahu sengaja melakukannya dengan alasan politis, secara dia nggak mendapatkan banyak dukungan di dalam negeri. Selain itu, keduanya juga memiliki concerns yang sama terhadap langkah Biden yang menyatakan bahwa Amerika Serikat bakal bergabung kembali sama Iran nuclear deal, padahal di bawah pemerintahan Trump, AS keluar dari perjanjian tersebut.

For when you’ll hear “yes Ma’am” more often…

Because more women will be bosses. In Germany.
 
Sounds great! What happened?
Jadi minggu ini, pemerintah Jerman baru aja mencapai persetujuan untuk memberlakukan sistem kuota di perusahaan-perusahaan yang udah TBK di negaranya supaya memiliki lebih banyak pemimpin perempuan.

Whaaaat?

Iya, jadi dalam aturan ini, perusahaan yang punya C-Level (kayak CEO, COO, CTO, CFO, gitu-gitu) lebih dari tiga posisi, maka wajib untuk menyediakan satu posisi C-level buat perempuan. Momentum ini dinilai sebagai kemajuan bersejarah, secara Jerman merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa.
Yasssss…..
Terkait kebijakan ini, Menteri urusan keluarga Jerman, Franzika Giffey menyebut bahwa, “We are putting an end to women-free boardrooms at large companies.” Adapun kebijakan ini bakal diatur lebih detail minggu depan.
 
Terus terus…
Nah FYI guys, salah satu pihak yang ngusulin tentang aturan ini adalah Janina Kugel, mantan Chief Human Resources Officer at Siemens (SIEGY). Selain itu, termasuk ke #teamja juga Jutta Allmendinger, president of the WZB Berlin Social Science Center yang menilai bahwa aturan ini merupakan momentum bersejarah.
Do we have #teamnein? 
Of course. Penolakan atas aturan ini datang dari The Federation of German Industries (BDI) yang mewakili 40 kelompok perdagangan. Dalam keterangannya mereka menyebut bahwa sebenernya mereka setuju kok kalau perempuan jadi pemimpin, tapi kalau dikasih kuota kayak gitu, maka hal ini akan mempengaruhi kebebasan berwirausaha. Menurut executive BDI, Iris Ploger, pemerintah seharusnya lebih fokus ke mengatasi alasan-alasan kenapa cuma dikit banget perempuan yang berada di posisi C-level. Hal ini tentu bisa dilakukan dengan, misalnya, mengembangkan infrastruktur digital demi mempermudah cewek dalam menyeimbangkan kerja dan kehidupan keluarga.
Hmmm..emang dikit banget ya bos cewek di Jerman? 
Dikit gengs. Menurut data dari the Swedish-German Allbright Foundation, perempuan yang berada di posisi management boards di 30 perusahaan terbesar di Jerman hanya 12,8%. Sebagai perbandingan, jumlah women executives di Amerika Serikat ada 28,6%, di Swedia 24,9%, di Inggris 24,5%, terus di Perancis 22,2%. Selain itu, disebutkan bahwa dari 30 perusahaan terbesar tadi, nggak ada satupun yang pemimpinnya adalah perempuan.
I see, anything else? 
FYI guys, sejauh ini udah ada lima negara Uni Eropa yakni Belgia, Perancis, Italia, Austria dan Portugal, yang udah mengadopsi kuota gender untuk posisi level tinggi di perusahaan-perusahaan besar. Norwegia merupakan negara pertama yang menerapkan gender quotas for corporate boards, dan kebijakan ini langsung boosting the number of women in executive seats by 40%. 
 
Auf Wiedersehen, we’re going to Germany….

When you think TikTok is only for dancing and funny stories…

Nope, your teachers will be there too.
Karena dalam keterangannya kemarin, diketahui bahwa TikTok baru aja menjalin kerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) untuk melakukan pelatihan terhadap lebih dari 1000 guru di tanah air tentang bagaimana memaksimalkan video pendek TikTok dalam menyampaikan pendidikan.  Pelatihan ini spesial diperuntukkan untuk para guru, dosen, dan tenaga pendidik lainnya.
TikTok sendiri menyebut bahwa selama ini, konten edukasi mereka adalah konten top-2 setelah komedi. Selain itu, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra juga menjelaskan bahwa di saat pandemi Covid-19 ini, TikTok berharap bisa ikut membantu guru, dosen, dan pelaku pendidikan lainnya untuk dapat memaksimalkan penggunaan video singkat TikTok untuk pelajaran. Meanwhile, Ketua Umum IGI dan JSDI, Muhammad Ramli Rahim juga menyebut bahwa guru perlu belajar mengikuti perkembangan teknologi supaya bisa menyampaikan materi dengan lebih efektif kepada para muridnya.
FYI gengs, dari survei yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, ditemukan bahwa 62 persen guru perlu mendapat pelatihan digital tingkat lanjut. Nah untuk ngasih support ini, TikTok bikin webinar di 10 kota di seluruh Indonesia, termasuk Aceh, Makassar, juga Maluku. Selain Kemendikbud, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga bikin program untuk guru, which includes program Coding Teacher Academy (CTA), yang merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship (DTS).  Pelatihan ini untuk total 2000 guru yang fokus di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Saya 2002 baca Why Nations Fail.”
Gitu kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Pak Firly Bahuri dalam keterangannya kemarin saat ngomentarin terkait buku yang baru-baru ini dibaca Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan yang berjudul “How Democracies Die”. Kata Pak Firli, buku tersebut menjelaskan bahwa banyak negara yang fail karena korupsi, karena korupsi merupakan kejahatan yang bisa merusak seluruh aspek bangsa.
 
Saya 2020 baca….caption Instagram-nya artis pak…

Angel’s Stories

1. Karena aku kurang percaya diri nge-post apa-apa di sosmed, walaupun itu niat sharing-nya baik, aku inisiatif bikin akun fake gitu. Terus, kadang aku tertarik sama curhatan orang di AskFm Twitter itu. Bahkan masalah mereka yang mungkin bisa bikin aku melek dengan keadaan sekitar, dan bisa bikin belajar juga. Jadi aku scroll di akun itu, sure, banyak sender dengan beragam kisahnya. Mostly sad stories, yang bikin aku tergerak tentang visi akun fake itu. Di sana aku reply satu-satu curhatan mereka dengan harapan mereka bisa semangat walaupun cuman sedikit pakai akun itu. Mostly aku dapat respon positif dengan “like” walaupun tanpa kata, dan ada satu dari mereka yang say thanks dan bilang jangan bosen-bosen ngasih support ke orang lain dan dia doain untuk kebahagiaanku. Itu bikin aku bahagia banget, paling tidak  mereka sadar kalau ada yang notice dan care sama mereka. Aku harap mereka juga bisa ingat kata-kataku dulu yang semog menyenangkan.
-Sakura-
2. Hai CMU! Aku mau cerita tentang anakku, usianya baru 2 tahun. Jadi aku tuh baru selesai solat, terus tiba-tiba HP-ku bunyi. Nah, aku buru buru angkat telfon. Aku masih pake mukena dan sejadahku belum aku lipet. Terus, pas selesai angkat telepon aku balik ke kamar daaan aku liat anakku lagi ngelipetin sejadah terus dia taro di atas kasur 😭 gemeessh banget. She’s growing up so fast! I’m a proud mommy ❤
-D, Buitenzorg-
3. Tahun 2020 benar-benar berat buat gue. Mulai kehilangan pekerjaan karena rekan kantor berselisih sama gue dalam hal sepele akhirnya gue mutusin resign. Lantas diputusin pacar dari jauh, dikhianatin temen-temen gue, dan gak ketrima waktu ndaftar CPNS. Lagi-lagi gue gak bisa daftar P3K karena gue belum masuk dapodik. Rasanya 2020 memang belum berakhir. Gue ga tau harus gimana dan gimana. Hingga gue akhirnya pasrah. Alhamdulillah sekarang gue dapet kerjaan yang rekan-rekannya bikin gue nyaman, anak-anaknya juga lumayanlah, dan alhamdulillah gue selalu aja ada rejeki yang dateng. Pasrah. Biar Allah yang ngasih jalan. Itu kuncinya.
-LRA-No place-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!

Catch Me Up! Recommendations

You can lose weight just by….swapping this kind of drink to other healthier options. Seriously.