Penembakan Ditempat Ibadah Yahudi Vienna Austria

13

Meanwhile in Vienna, Austria…

There was terror attacks. 

What seriously? 
Yes. Jadi pada Senin (2/11) malam kemarin, terjadi penembakan di sebuah sinagog (tempat ibadah warga Yahudi), bar, dan beberapa titik lainnya di Vienna, Austria. Jadi untuk melancarkan aksinya ini, pelaku menggunakan senapan laras panjang, handgun, dan pisau.
OMG…any victims? 
Unfortunately yes.  Ada empat orang yang meninggal dan setidaknya 17 orang yang luka-luka.  FYI, penembakannya terjadi di hari terakhir sebelum Austria menerapkan lockdown lagi gengs.  Jadi banyak masyarakat yang lagi spent the night outside their homes.  
Scary. . .who did it? 
Menurut pihak yang berwajib, ada satu orang yang ditembak oleh polisi saat penembakan terjadi, dan pelakunya meninggal.  Orang tersebut bernama Kujtim Fejzulai, seorang warga Austria berusia 20 tahun yang juga punya paspor Macedonia. Kujtim ini sebenernya baru aja bebas dari penjara sekitar setahunan yang lalu karena dia mencoba untuk pergi ke Syria untuk gabung bareng the ‘Islamic state’. Kujtim dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara selama delapan bulan, dari total hukuman yang dijatuhkan kepadanya yaitu 20 bulan.
 
Lha terus kenapa udah bebas?
Yha karena kata polisi, selama dipenjara, Kujtim udah ikut program de-radikalisasi dan menunjukkan tanda-tanda bahwa dia udah siap kembali ke masyarakat. FYI guys, pelaku ini tewas ditembak polisi ketika dia melancarkan aksinya di sebuah bar.
Go on…
Nah selain Kujtim, pada Selasa kemarin, Polisi Austria juga menangkap 14 orang yang kemungkinan terlibat dalam aksi penembakan tersebut. Not only that, Polisi Swiss juga menangkap dua orang laki-laki di dekat Zurich.
Well, how do people react to this?
We will remain united,” kata Presiden Emmanuel Macron dalam pesan yang diberikan ke Kedutaan Austria di Prancis. Macron dan Kanselir Jerman, Angela Merkel juga langsung telponan sama Kanselir Austria, Sebastian Kurz untuk menunjukkan solidaritasnya. Meanwhile, Chancellor Kurz menyebut bahwa serangan ini bukan antara orang Kristen dan orang Muslim, atau antara orang Austria dan immigrants, tapi konflik ini adalah antara civilization and barbarism. Pemerintah Austria kemudian menerapkan tiga hari berduka secara nasional.
Ok, anything else? 
Upaya penembakan juga terjadi di Vienna State Opera yang sedang menggelar konser terakhir sebelum lockdown.  Ketika terjadi penembakan, para musisi tetap lanjut main musik. Menurut mereka, “Kalau orang-orang nggak boleh keluar dari gedung, kenapa kita harus berhenti lebih cepat?” Once the concert was over, ada empat musisi orchestra yang ke panggung lagi untuk main musik, sambil menghibur penonton yang nggak boleh keluar gedung sampai situasi membaik.