Pemerintah Jerman Perbanyak Pemimpin Perempuan Di Beberapa Perusahaan Besar

101

For when you’ll hear “yes Ma’am” more often…

Because more women will be bosses. In Germany.
 
Sounds great! What happened?
Jadi minggu ini, pemerintah Jerman baru aja mencapai persetujuan untuk memberlakukan sistem kuota di perusahaan-perusahaan yang udah TBK di negaranya supaya memiliki lebih banyak pemimpin perempuan.

Whaaaat?

Iya, jadi dalam aturan ini, perusahaan yang punya C-Level (kayak CEO, COO, CTO, CFO, gitu-gitu) lebih dari tiga posisi, maka wajib untuk menyediakan satu posisi C-level buat perempuan. Momentum ini dinilai sebagai kemajuan bersejarah, secara Jerman merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa.
Yasssss…..
Terkait kebijakan ini, Menteri urusan keluarga Jerman, Franzika Giffey menyebut bahwa, “We are putting an end to women-free boardrooms at large companies.” Adapun kebijakan ini bakal diatur lebih detail minggu depan.
 
Terus terus…
Nah FYI guys, salah satu pihak yang ngusulin tentang aturan ini adalah Janina Kugel, mantan Chief Human Resources Officer at Siemens (SIEGY). Selain itu, termasuk ke #teamja juga Jutta Allmendinger, president of the WZB Berlin Social Science Center yang menilai bahwa aturan ini merupakan momentum bersejarah.
Do we have #teamnein? 
Of course. Penolakan atas aturan ini datang dari The Federation of German Industries (BDI) yang mewakili 40 kelompok perdagangan. Dalam keterangannya mereka menyebut bahwa sebenernya mereka setuju kok kalau perempuan jadi pemimpin, tapi kalau dikasih kuota kayak gitu, maka hal ini akan mempengaruhi kebebasan berwirausaha. Menurut executive BDI, Iris Ploger, pemerintah seharusnya lebih fokus ke mengatasi alasan-alasan kenapa cuma dikit banget perempuan yang berada di posisi C-level. Hal ini tentu bisa dilakukan dengan, misalnya, mengembangkan infrastruktur digital demi mempermudah cewek dalam menyeimbangkan kerja dan kehidupan keluarga.
Hmmm..emang dikit banget ya bos cewek di Jerman? 
Dikit gengs. Menurut data dari the Swedish-German Allbright Foundation, perempuan yang berada di posisi management boards di 30 perusahaan terbesar di Jerman hanya 12,8%. Sebagai perbandingan, jumlah women executives di Amerika Serikat ada 28,6%, di Swedia 24,9%, di Inggris 24,5%, terus di Perancis 22,2%. Selain itu, disebutkan bahwa dari 30 perusahaan terbesar tadi, nggak ada satupun yang pemimpinnya adalah perempuan.
I see, anything else? 
FYI guys, sejauh ini udah ada lima negara Uni Eropa yakni Belgia, Perancis, Italia, Austria dan Portugal, yang udah mengadopsi kuota gender untuk posisi level tinggi di perusahaan-perusahaan besar. Norwegia merupakan negara pertama yang menerapkan gender quotas for corporate boards, dan kebijakan ini langsung boosting the number of women in executive seats by 40%. 
 
Auf Wiedersehen, we’re going to Germany….