Menteri Agama “Fachrul Razi” Ungkap Kasus Perceraian Meningkat Selama Pandemi Covid-19

79

For when you see more people hold the “virtual” wedding online…More people actually got divorced, too.

Really? 
Yep. Jadi kemarin, Menteri Agama Pak Fachrul Razi menggelar rapat sama Komisi VIII DPR RI yang emang membawahi urusan agama dan sosial. Nah dalam paparannya, pak Fachrul menjelaskan bahwa jumlah kasus perceraian meningkat selama pandemi covid-19.
 
Didn’t expect to hear this but go on.
Well, Pak Menag dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa emang belum ada laporan resmi, tapi itung-itungan Kemenag sih, sejak Januari sampe Juli 2020 kemarin, jumlah kasus perceraian udah sekitar 151.863 kasus. Sebagai perbandingan, di sepanjang tahun 2019 aja, total jumlah kasus perceraian adalah 244.452 kasus.
Alasan perceraiannya kenapa sih?
Yha macem-macem, tapi kebanyakan sih karena bertengkar, masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dll.
Terus terus…
Yha seiring dengan peningkatan kasus ini, Kemenag kemudian meminta Kantor Urusan Agama (KUA) untuk melakukan pembinaan pernikahan secara lebih serius, di mana bimbingan nggak cuma dikasih pas mau nikah, tapi juga pas udah nikah. Adapun bimbingannya dilakukan melalui penyuluhan masyarakat.
 
Got it. Anything else?
Well, akhir-akhir ini emang ditemukan meningkatnya kasus perceraian di berbagai daerah yang may or may not be related to the pandemic. Contohnya di Malang, diketahui bahwa meningkatnya angka perceraian didominasi sama kasus suami yang banyak menghabiskan hasil jerih payah istrinya yang jadi TKW, sekaligus melakukan perselingkuhan. Selain itu, fenomena serupa juga ditemukan di Surabaya, di mana faktor finansial dan psikologis karena dampak Covid-19 jadi faktor utama perceraian.