Memperingati Hari Pahlawan 10 November

14

What people are commemorating today…

Definitely our late, hard-fighting heroes. Since it’s National Heroes Day aka Hari Pahlawan Nasional.

Dude I almost forgot.
That’s ok. In case you need a reminder about the why and when, Hari Pahlawan ini udah dirayakan sejak tahun 1959 melalui Keputusan Presiden tentang Hari Nasional yang bukan Hari Libur. Adapun tanggal 10 November ini bertepatan sama peristiwa Battle of Surabaya, di mana terjadi pertempuran antara kelompok pro-kemerdekaan Indonesia melawan tentara Inggris. Battle ini merupakan pertempuran pertama pasca Indonesia merdeka dan menjadi pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Karenanya, Battle of Surabaya juga menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
 
Thanks for the quick history class. Now what are we going to do today?
Well, despite the pandemic, peringatan Hari Pahlawan is still on. Seperti biasanya, peringatan dilakukan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, upacara tabur bunga, and other online eventsFyi, tema Hari Pahlawan tahun ini adalah “Pahlawanku Sepanjang Masa”. If you want more information about it, check the guidelines, here.  
 
I heard there will be some new national heroes?
Correct. Minggu lalu, Menteri Sosial Juliari P Batubara menyebut bahwa Pak Predisen Jokowi bakal menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional ke 6 tokoh di Istana Negara. Adapun keenamnya adalah…
  • Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara
    Short bio: Beliau adalah sultan ke-7 dari Kesultanan Ternate tahun 1570 – 1583.  Pengaruh beliau mencapai ke 72 pulau, termasuk Pulau Mindanao di Filipina dan juga pulau-pulau lainnya di Papua. Sultan Baabullah berhasil mengusir penjajah Portugis yang datang ke wilayahnya, dan terus memimpin Maluku dalam masa kejayaan di akhir abad ke-16 melalui perdagangan bebas, khususnya rempah-rempah dan produk dari hutan.
  • Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat.
    Short bio: Machmud Singgirei adalah Raja wilayah Sekar (sekarang Kabupaten Fakfak) yang melawan pemerintahan Belanda dan mendirikan Gerakan Tjendrawasih Revolusi Irian Barat (GTRIB).
  • Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta.
    Short bio: Beliau merupakan Kepala Polisi Repubik Indonesia (Kapolri) pertama yang menjabat pada tahun 1945 – 1959.
  • Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara.
    Short bio: Beliau adalah tokoh pergerakan dan pernah jadi Menteri Penerangan di era Soekarno. Pada tahun 1953, beliau menjabat sebagai Duta Besar RI di China.
  • Sutan Mohammad Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara
    Short bio: Merupakan seorang pengacara dari Aceh-Mandailing yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan.  Dia pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara, dan kemudian jadi Gubernur Riau yang pertama. Beliau juga merupakan salah satu tokoh Sumpah Pemuda.
  • Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.
    Short bio: Beliau adalah Panglima perang dari Kesultanan Jambi di abad ke-19 yang melawan penjajah Belanda.  Di tahun 1885, Mattaher dan pamannya, Thaha Syaifuddin (also named as a national hero in 1977), berhasil menenggelamkan kapal perang Belanda di Kumpeh, Sungai Muaro Jambi.

Cool. . .anything else? 

Well, if you wanna watch the ceremonies online, bisa check di sini ya gengs.