Memperingati Hari Pahlawan 10 November, Pemilu Di Myanmar 90 Partai Politik Berkompetisi Raih Kursi Parlemen, Indonesia Mengalami Resesi Ekonomi Pertama Kali Setelah Krisis Tahun 1998, Major dan Champ Dua Anjing Milik Joe Biden Ikut Pindah Ke White House.

16

Happy November 10th!

It’s National Heroes Day, and this morning, we commemorate about all of those brave and fearless souls that fought for the independence of this nation. We also remember the medical front-liners, teachers, those who marched on the street to safeguard our democracy, and you. You. Who work hard and tirelessly to contribute to our society. You are heroes.
We thank you for your service.

What people are commemorating today…

Definitely our late, hard-fighting heroes. Since it’s National Heroes Day aka Hari Pahlawan Nasional.

Dude I almost forgot.
That’s ok. In case you need a reminder about the why and when, Hari Pahlawan ini udah dirayakan sejak tahun 1959 melalui Keputusan Presiden tentang Hari Nasional yang bukan Hari Libur. Adapun tanggal 10 November ini bertepatan sama peristiwa Battle of Surabaya, di mana terjadi pertempuran antara kelompok pro-kemerdekaan Indonesia melawan tentara Inggris. Battle ini merupakan pertempuran pertama pasca Indonesia merdeka dan menjadi pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Karenanya, Battle of Surabaya juga menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
 
Thanks for the quick history class. Now what are we going to do today?
Well, despite the pandemic, peringatan Hari Pahlawan is still on. Seperti biasanya, peringatan dilakukan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, upacara tabur bunga, and other online eventsFyi, tema Hari Pahlawan tahun ini adalah “Pahlawanku Sepanjang Masa”. If you want more information about it, check the guidelines, here.  
 
I heard there will be some new national heroes?
Correct. Minggu lalu, Menteri Sosial Juliari P Batubara menyebut bahwa Pak Predisen Jokowi bakal menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional ke 6 tokoh di Istana Negara. Adapun keenamnya adalah…
  • Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara
    Short bio: Beliau adalah sultan ke-7 dari Kesultanan Ternate tahun 1570 – 1583.  Pengaruh beliau mencapai ke 72 pulau, termasuk Pulau Mindanao di Filipina dan juga pulau-pulau lainnya di Papua. Sultan Baabullah berhasil mengusir penjajah Portugis yang datang ke wilayahnya, dan terus memimpin Maluku dalam masa kejayaan di akhir abad ke-16 melalui perdagangan bebas, khususnya rempah-rempah dan produk dari hutan.
  • Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat.
    Short bio: Machmud Singgirei adalah Raja wilayah Sekar (sekarang Kabupaten Fakfak) yang melawan pemerintahan Belanda dan mendirikan Gerakan Tjendrawasih Revolusi Irian Barat (GTRIB).
  • Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta.
    Short bio: Beliau merupakan Kepala Polisi Repubik Indonesia (Kapolri) pertama yang menjabat pada tahun 1945 – 1959.
  • Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara.
    Short bio: Beliau adalah tokoh pergerakan dan pernah jadi Menteri Penerangan di era Soekarno. Pada tahun 1953, beliau menjabat sebagai Duta Besar RI di China.
  • Sutan Mohammad Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara
    Short bio: Merupakan seorang pengacara dari Aceh-Mandailing yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan.  Dia pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara, dan kemudian jadi Gubernur Riau yang pertama. Beliau juga merupakan salah satu tokoh Sumpah Pemuda.
  • Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.
    Short bio: Beliau adalah Panglima perang dari Kesultanan Jambi di abad ke-19 yang melawan penjajah Belanda.  Di tahun 1885, Mattaher dan pamannya, Thaha Syaifuddin (also named as a national hero in 1977), berhasil menenggelamkan kapal perang Belanda di Kumpeh, Sungai Muaro Jambi.

Cool. . .anything else? 

Well, if you wanna watch the ceremonies online, bisa check di sini ya gengs.

For when you thought we’ve done talking about elections…

Eittts, not yet guys. Now let’s talk about….
Myanmar election. 
 
Hah gimana? 
Yep, jadi nggak cuma Amerika Serikat yang baru selesai pemilu, namun negara tetangga Myanmar juga baru aja menggelar pesta demokrasi tersebut, tepatnya pada hari Minggu (9/11) kemarin.
 
Tell me more…
OK. Jadi pas pemilu kemarin itu, ada lebih dari 37 juta warga Myanmar yang bisa menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya, ada lebih dari 90 partai politik (yep, you read it right!) yang ikut berkompetisi dalam pemilu untuk meraih kursi di Parlemen Myanmar.
Go on…
To give you some context, pada pemilu sebelumnya di  tahun 2015, partai yang keluar sebagai pemenang adalah Partai National League for Democracy (NLD) yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi. Partai ini berhasil menang melawan kekuatan militer yang berkuasa lebih dari 50 tahun, dan pada pemilu kali ini, NLD berupaya untuk mempertahankan kemenangannya.
Terus? Berhasil?
Masih penghitungan suara gengs, kan pemilunya baru Hari Minggu kemarin. Namun banyak prediksi yang menyebutkan bahwa Suu Kyi berhasil mempertahankan kemenangannya. Selanjutnya kemarin sore, partai-nya Suu Kyi aka NLD juga udah mengumumkan kemenangannya walaupun belum ada hasil resmi dari komisi pemilu di sana. Makin banyak yang begini de…
Tru.
Xixixii. Nah soal kemenangannya Suu Kyi ini, para pengamat menilai bahwa beliau tetap mendapat dukungan tinggi dari rakyatnya meskipun reputasinya di luar negeri udah minus gara-gara isu genosida etnis Rohingya. Selain itu, emang Suu Kyi merupakan satu-satunya politisi yang paling populer saat ini di Myanmar.
I see…tell me about the voting then. 
Well, meski lagi pandemi Covid-19,  komisi pemilu di sana tetap mengharuskan para pemilih untuk datang dan melakukan pencoblosan in-person. Belum dirilis secara resmi sih, jumlah voter turnout-nya berapa, namun yang pasti, muncul isu juga terkait hak pilih yang tidak diberikan kepada beberapa etnis minoritas.
HAH masa?
Yep, organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) bahkan menilai pemilu ini “fundamentally flawed” karena banyak dari warga etnis minoritas yang nggak bisa milih. Selain etnis Rohingya, disebutkan bahwa ada juga etnis-etnis lainnya yang tidak memiliki hak memilih, dan totalnya ada sekitar 1,5 juta penduduk yang stripped off from their voting’s rights. 
Got it. Anything else?
Well, despite all, Mother Suu tetap diprediksi bakal memenangkan pemilu tahun ini. Menurut analis politik, Richard Horsey, warga memilih Mother Suu karena dukungan personal tanpa melihat kinerjanya selama ini.  FYI, Aung Suu Kyi pernah mendapatkan Nobel Peace Prize di tahun 1991, namun pada tahun lalu, beliau justru disidang di Mahkamah Internasional di Belanda karena dugaan aksi genosida terhadap etnis Rohingya yang dilakukan di bawah pemerintahannya.

For when we finally fell into recession…

Yep guys, not so good news: Indonesia saat ini udah resmi mengalami resesi (Baca: ekonominya nggak numbuh). Ini adalah pertama kalinya kita mengalami resesi setelah krisis ekonomi yang terjadi di tahun 1998.
 
What seriously???
Yes.  Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), GDP (Gross domestic product) Indonesia turun jadi 3,49 persen di bulan July-September kemarin.  Angkanya lebih banyak dari perkiraan awal, yang memprediksi penurunan sekitar 3 persen Terus, ekonomi Indonesia juga menurun 5,32 persen year-on-year di kuartal kedua.
 
Tell me more…
Selain itu, kalo diliat dari laju pertumbuhan ekonomi, hanya konsumsi pemerintah yang berada di jalur positif, yaitu 9,76 persen. Adapun konsumsi rumah tangga minus 4,04 persen, investasi minus 6,48 persen, ekspor minus 10,82 persen, impor minus 21,86 persen, dan konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) minus 2,21 persen.
 
OMG…
Masih lanjut guys. Dengan adanya resesi ini, gelombang PHK aka pemutusan hubungan kerja juga mulai terjadi di mana-mana. Berbagai PHK ini dialami oleh pabrik-pabrik, hingga perusahaan jasa servis.
 
Terus gimana?
Kayak yang kita udah tahu, selama ini sih Pak Jokowi udah sering meminta menteri-menterinya untuk mempercepat belanja negara sampai akhir tahun ini, dan bikin rencana project-project yang bakal ningkatin tingkat belanja di awal tahun 2021 nanti. Namun yhaa kebijakan sosial distancing yang diperketat, especially di Jakarta, yang memperlambat pemulihan ekonominya.

Who’s joining Joe Biden in the White House?

Meet:  Major and Champ Biden, the First Dog-elects. 

LOLS. Woof 🐶kenalan nih guys, sama Major dan Champ, dua anjing milik presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden yang bakal ikut pemiliknya pindahan ke White House. Jadi Major dan Champ ini berjenis German Shepherds dan diadopsi oleh keluarga Biden dari shelter hewan Delaware Humane Association.
Jadi untuk anjing pertama, namanya Champ dan udah menjadi bagian dari keluarga Biden sejak tahun 2008. Second dog is Major, yang diadopsi Biden sejak tahun 2018. Selama pemilu, Major dan Champ ini juga sering muncul dalam berbagai kesempatan kampanye Biden, salah satunya lewat video Instagram bersama anjingnya dan ber-caption “let’s put a dog back in the White House!” 
Kenapa coba, Biden nulis gitu? Karena secara tradisi, hampir semua presiden AS yang tinggal di White House punya anjing. Misalnya Barack Obama yang punya Bo dan Sunny yang berjenis black Portuguese. Terus ada Barney yang merupakan Scottish Terrier milik George W. Bush. Ada juga Buddy, anjing berjenis Labrador Retriever milik Bill Clinton. Nah, giliran Trump, beliau gapunya anjing. In fact, Trump adalah Presiden pertama in over a century yang nggak punya anjing.

“Nggak usah ngomong ke saya, saya ngalamin sendiri ngurus juga lama banget. Saya pernah ngalamin sendiri, nggak usah diceritain pun saya sudah tahu.”

Gitu kata Presiden Joko Widodo yang juga curhat soal ribetnya ngurus sertifikat tanah dalam kesempatan penyerahan sertifikat tanah pada masyarakat secara online di Istana Kepresidenan kemarin. Kata Pak Jokowi, emang salah satu keluhan yang paling sering masuk pada dirinya adalah soal ngurus sertifikat tanah yang sangat susah, dan dia setuju, karena dia juga mengalaminya sendiri.

Hashtag #canrelate


Angel’s Stories

1. Halo readers, pandemi ini bikin gue stres banget. Gue lulus bulan Agustus kemaren di salah satu PTS di Semarang, and now? Gue bingung mau kerja apaan, so I started my own business in OctoberI hope bisnis ini bisa bertumbuh dengan baik, semoga. Tahun ini gue juga ngerasa punya banyak banget salah sama seseorang dan gue berharap hubungan gue sama dia bisa baik-baik aja. Semoga bukan cuma badai yang bisa berlalu, tapi pandemi juga ya.
-Aldy Emeraldy-
2. So, akhir-akhir ini memang semakin banyak banget masalah yang aku hadapi. Aku ngerasa, “Kok semakin menuju ke dunia orang dewasa, hidup makin riwet ya”. Jujur, beberapa bulan ini aku down banget dan udah mulai capek belajar. Padahal tahun depan aku sudah masuk dunia perkuliahan, huhu. Rasa insecure pun kadang datang silih berganti. Insecure sama pencapaian orang lain lah, sampai hal-hal kecil yg sepertinya gak perlu dipikirin, aku malah pikirin :’) . Tapi untungnya, setiap email dari CMU masuk, selalu aku save (gak langsung dihapus) atau capture terutama Angel’s Stories yang aku suka dan kalo lagi ngerasa down aku baca lagi. Mau bilang makasih sama kak AH dari Yogya yg udah nge-share Angel’s Stories di tanggal 21 Oktober 2020. Ada kutipan menarik yg aku suka : “Insecure sesekali itu wajar, tapi harus belajar menghargai diri sendiri dan yakin bahwa selama kamu hidup pasti kamu sudah pernah bermanfaat untuk orang di sekitarmu” . Dari situ, aku sadar bahwa ternyata selama ini aku cuma kurang mencintai diri sendiri aja dan terlalu membandingkan diri sama org lain 🙂 Oh iya, mohon doanya ya teman-teman CMU… semoga tahun depan aku bisa lolos masuk kuliah di kampus impianku! Aamiin! Sukses selalu untuk semuanya!
-Kota Seribu Sungai-
3. Sebagai orang yang masih awam dengan dunia perkantoran, gue cukup shock dengan kehidupan baru gue (ditambah gue masih kuliah juga lol). Sampai suatu ketika, gue jadi sering menyalahkan diri sendiri dan teriak-teriak nggak jelas. Untuk pertama kalinya, gue akhirnya mencoba tatap muka dengan psikolog yang merupakan salah satu fasilitas yang kantor kasih. Hasilnya cukup mengejutkan bagi gue. Psikolognya bilang gue terlalu galak sama diri gue sendiri, tanpa tau tujuannya untuk apa. Hal tersebut menjadi salah satu pemicu ketika gue selalu menyalahkan diri. Gue seperti punya prinsip gue nggak boleh salah dalam hidup dan sulit menerima kondisi diri gue sendiri. Gue nggak mencintai diri gue sendiri. Akhirnya gue sadar, gue nggak bisa terus-terusan begini. Gue inget Abimana pernah bilang disuatu podcast, “Bullsh*t kalo lo cinta ama orang, tapi lo nggak cinta ama diri lo” (pantes gue jomblo mulu wk). Walaupun gue masih suka menyalahkan diri sendiri, tapi gue masih mencoba pelan-pelan untuk lebih mencintai diri gue sendiri. Bagi kalian yang memiliki permasalahan sama kayak gue, yuk mari berjuang sama2 ❤P.S: adakah yang bisa memberikan rekomendasi buku tentang self-love yang bisa gue baca? Terima kasih
-IA-Depok-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!

Catch Me Up! Recommendations

Your best friend’s birthday is within days and you’re not exactly a wordy person? Check these thoughtful birthday wishes, like no other.