Limbah Elektronik Di DKI Jakarta Mencapai 22,6 Ton

17
For when you’ve been eyeing the newest iPhone 12…

Hayooo dipikir-pikir lagi kalo kamu udah pengen ganti hape, padahal yang sekarang aja masih bagus guys. Hal ini karena ternyata di DKI Jakarta aja, limbah elektronik aka e-waste udah sekitar 22,6 ton!
 
Whaaaaat?
Iya. Data ini disampaikan sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Andono Warih kemarin. Disebutkan pula bahwa jumlah ini diitung dari bulan Februari sampe Bulan Oktober lalu, aka cuma dalam waktu sembilan bulan aja!
 
Whoaaa banyak ugha.
Ya gitu. Menurut Pak Andono, e-waste ini dikumpulkan dari puluhan tempat penampungan limbah elektronik di ibu kota, kayak drop box atau proses jemput e-waste.  Menurutnya, saat ini udah ada puluhan titik drop box e-waste yang terletak di berbagai tempat kayak di gedung atau kantor Pemprov DKI, perusahaan swasta, sekolah, halte TransJakarta, stasiun kereta api, stasiun MRT, hingga ruang publik.
 
Emang limbah elektronik tuh apa?
Sesuai dengan namanya, limbah elektronik (ewaste) adalah barang elektronik yang udah ga dipake, rusak, usang, atau emang udah selesai aja daur hidupnya. FYI gengs, limbah elektronik ini mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) kayak merkuri, mangan, timbal, lithium dan bahan-bahan lain yang nggak bisa diurai secara alami di alam. Makanya, pengumpulan limbah ini jadi penting banget.
Baru tau jujur.
Same. Nah kalo kamu warga Jakarta, selain lewat drop box tadi, kamu juga bisa minta e-waste-nya dijemput sama DLH melalui website www.lingkunganhidup.jakarta.go.id atau melalui medsos Facebook di akun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Salah satu syaratnya yaitu kamu warga Jakarta, perorangan, dan berat limbahnya harus minimal 5 kg.
Got it.
Yep, Jadi kalo emang nantinya kamu mau minta dijemput, kamu bisa isi formulir online di websitenya and you’ll go from there. FYI gengs sejak Februari sampe Oktober 2020, baru ada 40 pemohon yang e-waste-nya dijemput oleh DLH. So, try try try!