KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikatan Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap

122

Need to Catch Up! on Edhy Prabowo’s alleged corruption case? Well, you’re in the right email.

And we will walk you through verrry slowly. Let’s go. 
 
Edhy who?

Edhy Prabowo. Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang juga merupakan kader Partai Gerindra.

Hah? Serius? 
Iya. Jadi Pak Edhy ini ditangkap sama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) hari Rabu (25/11) early in the morning. Waktu itu, Pak Edhy baru aja nyampe di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 1.23 dini hari, setelah melakukan kunjungan kerja ke Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. FYI, kunjungan kerjanya ini dilakukan untuk memperkuat kerja sama dengan Oceanic Institute (OI) tentang budidaya udang secara berkelanjutan di Indonesia. Dalam kunjungan itu, Pak Edhy juga sempat ketemuan sama 201 nelayan Indonesia yang ada di Honolulu, Hawaii.
I see…
Nah ketika ditangkap, Pak Edhy lagi bareng istrinya Iis Edhy Prabowo, yang juga merupakan anggota Komisi V DPR RI.  Selain itu, ajudan, dan istri ajudannya juga ikutan ditangkap, gengs.  Sekarang mereka semua lagi diperiksa di KPK. Totalnya yang jadi tersangka ada tujuh orang. FYI, istrinya kemudian dibebaskan karena KPK nggak menemukan keterlibatan sang istri dalam dugaan kasus korupsinya Pak Edhy.
What happened?
Well, Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Pak Edhy diduga terlibat korupsi dalam dugaan suap izin ekspor baby lobster atau benih lobster (yang dulu sempat heboh). Jadi, pas zamannya Bu Susi dulu, baby lobster ini dilarang diekspor, tapi setelah Pak Edhy menjadi menteri, larangannya dicabut dan ekspornya dibolehin lagi.
Terus masalahnya apa?
Well, there’s a lot pros and cons about this. Jadi kalo yang mendukung larangan ekspor benih lobster (kayak Bu Susi), mereka menyebut bahwa ngekspor lobster yang masih bayi itu merugikan negara. Hal ini karena secara masih baby, harga jualnya bakal muraaaah banget. Terus lobsternya dibudidaya sama negara lain, misalnya Vietnam, dan pas dijual lagi, harganya bisa jauh lebih mahal. Selain itu, ngekspor lobster bayi juga bahaya buat populasi lobster di Indonesia karena bakal mengurangi secara drastis jumlah lobster di tanah air (karena dari bayi udah diambil-ambilin). Finally, para nelayan tradisional yang kerjanya budidaya lobster juga nggak setuju, karena kan kerjaan mereka budi daya, kalo benihnya aja diekspor, mereka mau budi daya apa?
Well, I believe there’s some pros too…
Of course. Dukungan datang dari mantan Menteri KKP era Pak SBY, Fadel Muhammad yang menyebut bahwa ekspor ini bagus karena bisa meningkatkan ekonomi. Selain itu emang kebutuhan pasarnya ada, jadi harus dilayani. Selain Pak Fadel, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) juga mendukung kebijakan ini, asal aturannya aja jelas. Finally, stafsusnya Pak Edhy Prabowo sendiri, namanya TB Ardi Janiar bilang bahwa kebijakan ini makes everybody happy. 
Got it. Back to Pak Edhy…
OK. Adapun beberapa barang bukti yang diamankan sama KPK terkait kasus Pak Edhy ini adalah berbagai barang mewah kayak jam tangan Rolex, tas LV, hingga sepeda. Disebut KPK bahwa Pak Edhy dan istrinya belanja barang-barang mewah ini pas lagi di Hawaii. KPK sendiri menyebut bahwa pihaknya udah mulai menyelidiki dugaan korupsi Pak Edhy sejak Agustus lalu.
I wonder what people say about this tho…
There are two parties that we want to hear from, at least. First, is the one who hires him, aka Istana, dan kedua tentunya Ketua Umum Partai Gerindra, Pak Prabowo Subianto. Nah kalo dari istana, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian, bilang bahwa mereka belum bisa ngasih komentar apa-apa karena belum ada penjelasan resmi dari KPK (KPK baru konpers tadi malem banget guys jadi belum ada update lagi dari Istana). Sedangkan kalau Pak Prabowo, responsnya sama. Tunggu perkembangan dari KPK.