Kota Dengan Biaya Hidup Termahal Di Dunia, Limbah Elektronik Di DKI Jakarta Mencapai 22,6 Ton, Covid-19 Semakin Parah: Angka Kematian Tenaga Kesehatan Meningkat, Perayaan Thanksgiving Dari Aplikasi Zoom: Pengguna Dapatkan Unlimited Calls.

14

Hi there,

It’s Thursday. So, take a deep breath and hang on a little because we are thiiiiiis close to the weekend. We hope that whatever your weekend plan would be, don’t forget to always practice social distancing, wash your hands, wear a mask, and check our tomorrow’s Friday Pause. See you!

When you’ve been singing “someday, I’ll be living in a big ‘ol city…”

Isn’t it Taylor Swift song?
Rite. But also, kalo selama ini kamu lagi mikir-mikir untuk cabs dari Indo (YHA siapa tau aja kan!) dan pindah ke big ‘ol city aka kota-kota besar lain di dunia, well, you miiiight want to check your wallet first…
 
Kenapa?
Karena amids the pandemic, lembaga riset yang namanya The Economist Intelligence Unit (EIU) justru baru aja merilis daftar kota-kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Riset ini dilakukan bulan Maret kemarin, pas Covid-19 lagi menyebar di seluruh dunia. Disebutkan juga bahwa tentunya hal ini bakal ngaruh sama hasil penelitiannya. Yhaa hasilnya bakal beda lah sama tahun-tahun sebelumnya.
 
Hah emang cara penelitiannya gimana?
Caranya adalah dengan membandingkan harga-harga dari 138 everyday items aka kebutuhan sehari-hari di 133 kota di seluruh dunia. Nah karena pandemi, nilai pertukaran mata uang juga nggak menentu, hingga menyebabkan ada beberapa komoditas yang harganya justru naik atau turun di beberapa kota.
 
Go on…
Selain itu, perubahan pada pola konsumsi masyarakat juga berubah. Misalnya, seiring dengan berlakunya stay-at-home order di berbagai negara, harga barang-barang elektronik jadi naik secara global. Sebaliknya, harga pakaian justru turun karena permintaan juga menurun drastis.
I see. Now take me to the cities.
The most expensive ones, you mean? OK.
1. Sama-sama mahal jadi posisi seri: Paris (Perancis), Hong Kong, Zurich (Swiss)
4. Singapura
5. Posisi sama juga, yakni Osaka (Jepang) dan Tel Aviv (Israel)
7. Jenewa (Swiss)
8. New York City (USA)
9. Copenhagen (Denmark)
10. Los Angeles (USA)
I thought Singapore was always on the top of the list…
True ‘dat. Until last year. Nah tahun ini, gara-gara pandemi, jadi banyak pekerja asing yang pulang ke negaranya masing-masing hingga bikin posisi Singapura menurun ke posisi empat. Selain itu, pulkamnya para pekerja asing ini juga bikin total populasi Singapura jadi turun drastis for the first time dalam 17 tahun terakhir.
How about the cheapest ones? I am cheap. 
Well, untuk 10 kota yang paling murah adalah: Damaskus (Suriah), Tashkent (Uzbekistan), Lusaka (Zambia), Caracas (Venezuela), Almaty (Kazakhstan), Karachi (Pakistan), Buenos Aires (Argentina), Algiers (Algeria) dan Bangalore serta Chennai, dua-duanya di India.
 
So, pindah ke mana guysss?

For when you’ve been eyeing the newest iPhone 12…

Hayooo dipikir-pikir lagi kalo kamu udah pengen ganti hape, padahal yang sekarang aja masih bagus guys. Hal ini karena ternyata di DKI Jakarta aja, limbah elektronik aka e-waste udah sekitar 22,6 ton!
 
Whaaaaat?
Iya. Data ini disampaikan sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Andono Warih kemarin. Disebutkan pula bahwa jumlah ini diitung dari bulan Februari sampe Bulan Oktober lalu, aka cuma dalam waktu sembilan bulan aja!
 
Whoaaa banyak ugha.
Ya gitu. Menurut Pak Andono, e-waste ini dikumpulkan dari puluhan tempat penampungan limbah elektronik di ibu kota, kayak drop box atau proses jemput e-waste.  Menurutnya, saat ini udah ada puluhan titik drop box e-waste yang terletak di berbagai tempat kayak di gedung atau kantor Pemprov DKI, perusahaan swasta, sekolah, halte TransJakarta, stasiun kereta api, stasiun MRT, hingga ruang publik.
 
Emang limbah elektronik tuh apa?
Sesuai dengan namanya, limbah elektronik (ewaste) adalah barang elektronik yang udah ga dipake, rusak, usang, atau emang udah selesai aja daur hidupnya. FYI gengs, limbah elektronik ini mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) kayak merkuri, mangan, timbal, lithium dan bahan-bahan lain yang nggak bisa diurai secara alami di alam. Makanya, pengumpulan limbah ini jadi penting banget.
Baru tau jujur.
Same. Nah kalo kamu warga Jakarta, selain lewat drop box tadi, kamu juga bisa minta e-waste-nya dijemput sama DLH melalui website www.lingkunganhidup.jakarta.go.id atau melalui medsos Facebook di akun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Salah satu syaratnya yaitu kamu warga Jakarta, perorangan, dan berat limbahnya harus minimal 5 kg.
Got it.
Yep, Jadi kalo emang nantinya kamu mau minta dijemput, kamu bisa isi formulir online di websitenya and you’ll go from there. FYI gengs sejak Februari sampe Oktober 2020, baru ada 40 pemohon yang e-waste-nya dijemput oleh DLH. So, try try try!

For when you need another reason to just stay. at. home.

Iya guys, plz kalo ga essential jangan keluar-keluar rumah dulu ya. Karena Covid-19 is still happening, and here’s the newest updates: our healthcare warriors are experiencing burnout.
 
What? really? 
Of course, tenaga medis juga kan manusia guys. Jadi dalam keterangannya di awal minggu ini, Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Moh. Adib Khumaidi menyebut bahwa saat ini, udah 85% dari tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang mengalami gejala burnout dan depresi. Alasannya? Covid-19.
 
How come?
Yha secara mereka tiap hari berhadapan dengan kasus Covid-19, maka para nakes ini mengalami burnout aka kelelahan hebat. Selain itu, penanganan Covid-19 juga menguras tenaga dan nggak diketahui kapan akan berakhir.
Now I understand…
Good. Selain itu guys, masih kata dr. Adib, para nakes juga resiko tertular Covid-19nya lebih besar, secara mereka berhadapan langsung dengan pandemi ini. Selain itu kalo diliat dari angkanya, hingga 10 November lalu, jumlah kematian dokter udah mencapai 159 dokter dan 114 perawat. Selain itu, kasus kematian ini nggak hanya terjadi di rumah sakit rujukan Covid-19, melainkan juga fasilitas kesehatan lain.
Anything we could do? 
Yep, as simple as menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak. Selain itu kalo nggak penting, nggak usah kumpul-kumpul dulu. Hal ini karena menurut dr. Adib, rekan-rekan nakesnya kerap mengeluhkan kabar soal pelanggaran protokol kesehatan yang kerap terjadi.
 
Ok, will do… 
That’s the spirit! Tambahan lagi guys, Dokter Konsultan di Wisma Atlet, Dokter Andi Khomeini Haruni juga menyebut bahwa masyarakat harusnya lebih considerate sama para nakes kalo mau keluar-keluar. Hal ini karena faktanya, tiap abis libur panjang, angka kasus selalu kembali naik. Yhaa contohnya pas sebelum lebaran kemarin, Tower 4 Wisma Atlet udah sempet kosong, tapi minggu lalu, angkanya naik lagi…

For when Thanksgiving is in a week…

You’ll do Zoom-giving instead.
Yep guys, in case you are not familiar, jadi Thanksgiving ini merupakan hari untuk bersyukur yang merupakan salah satu tradisi perayaan besar di Amerika Serikat. Pas Thanksgiving, biasanya para anggota keluarga dari mana aja akan dateng untuk ngumpul dan makan bareng (yhaaa kayak Lebaran di kita, lah. Cuma mungkin ga ditanyain kapan nikah ajha sama sodara *uhuk*)
Aaaaaanyway, jadi, dalam rangka merayakan Thanksgiving ini, perusahaan video conference Zoom mengumumkan bahwa pihaknya bakal ngasih unlimited calls buat para penggunanya.
Iya, kalo kamu suka kzl karena belum selesai ngobrol tapi udah keburu harus udahan karena Zoom gratisan cuma ngasih batas video call-an selama 40 menit aja, maka pada Hari Thanksgiving yang akan jatuh pada 26 November, batasan waktu ini bakal dihilangkan. Meaning kamu bisa call your loved ones, non stop seharian!
Nah yang serunya lagi, kebijakan ini bakal berlaku secara global, dan nggak di AS aja. Menurut keterangan dari perusahaan, kebijakan ini diambil sebagai bentuk rasa terima kasih pada pengguna, dan supaya waktu kamu sama keluarga nggak terbatas waktu. Nah kalo kamu mau nandain kalender kamu supaya bisa unlimited calls pas Thanksgiving, pastikan kamu ngikutin zona waktu Eastern Time (ET) ya!

“Gemuk nggak apa-apa asal strong!”
Gitu kata politisi NasDem yang juga anggota DPR RI Ahmad Sahroni saat ngomentarin soal penambahan posisi di struktur organisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bikin lembaga antirasuah itu jadi makin “gemuk”. Kata Bang Roni, yha gpp sih gemuk asal strong, dari pada struktur kecil tapi nggak kuat memberantas korupsi.
 
When you need an excuse to eat those extra cookies…

Angel’s Stories

1. Hello CMU writers and readers, hari ini aku sedikit mau curhat tentang suatu momen yang menurutku menarik sekaligus bisa bikin feel blessed & grateful.  Sejak WFH ini aku tinggal sama ortu di suatu kota yang cukup banyak tempat wisatanya.  I know, I know, seharusnya ga berlibur di saat pandemi ini. Tapi kalau udah tujuh bulan burnout sama kerjaan dan rutinitas WFH yg toxicI think this is a wise time to take a break.  So, awal November kemarin aku ajak ortuku utk staycation bareng di suatu resort utk 1-2 malam saja, gausah kemana-mana, cukup di dalem hotel yang penting ikutin protokol kesehatan.  Dan yang terpenting, dapet suasana baru deh. My parents know how tiring and demanding my work is dan betapa capeknya aku sama rutinitas kerja. So, ortu setuju tapi bilangnya bakal kesana by the end of year aja.  Di posisi itu aku udah cape banget kan ya padahal, huhu butuh refreshing banget saat ini juga, tapi aku tetep seneng dan bersyukur kita bakal ke sana nanti.  Di saat yang bersamaan, aku dapet mailing list dari suatu charity organization. Dulu sebelum pandemi ini aku selalu give certain budget to spend for donations.  Tapi karena pandemi ini, aku butuh lebih banyak saving untuk jaga-jaga, jadi aku kurangin lah budget untuk donasi itu. Entah kenapa terketuk hatiku untuk mengirim donasi sesuai budget sebelum pandemi, padahal ya…aku tau seharusnya lebih banyak saving.  Kemudian…jengjengjeng. Di minggu yang sama (masih awal November), ortuku langsung ngajak aku packing. Katanya, udah booking kamar untuk kita staycation di dua resort yang berbeda.  Padahal kan, aku cuma minta 1 resort aja :’)  Aku amazed kenapa doaku bisa dikabulkan secepet itu dan diberikan lebih baik dari harapanku yang sebelumnya. I don’t think this is a coincidence, aku percaya pasti ada aksi dan reaksi dari setiap hal yang aku lakukan. Be it instantly or in longer term.  Biasanya kalo baca cerita Angel’s Stories dengan tema “kalo kita memberi, pasti dilipatgandakan” aku sedikit berharap aku bisa merasakan hal itu juga. Akhirnya…itu terjadi kepadaku. Okeh, sekian dari curhatku. Terima kasih sudah membaca sejauh ini.  To close, mau ngucapin terima kasih banyak ke semua stakeholders di CMU yang sudah menebarkan semangat untuk saling memberi. Semoga menjadi pahala dan amal jariyah ya. Aamiin..
-M, Indonesia-
2. Halo para pembaca CMU, aku mau cerita. Jadi akhir-akhir ini aku lagi sering nge-down karena kerjaan aku yang lagi banyak dan bosku yang nge-pressure aku terus-terusan. Aku udah berusaha melamar kerjaan di berbagai kantor lain tapi belum ada panggilan. Dengan kondisi kayak gini, susaaaah banget buat aku untuk stay positive, ditambah sosial media yang bikin mental health aku makin terganggu. Nah, satu-satunya yang bikin aku bisa lebih positif adalah dengan baca Angel’s Stories-nya CMU. Aku jadi sadar bahwa kita harus selalu bersyukur dan percaya bahwa banyak orang yang saat ini juga lagi berjuang. Karenanya, kali ini aku mau berterima kasih sama CMU yang udah ngasih aku source of positivity tiap hari. Your stories are inspiring other people and travel farThank you so much CMU and angels!
-Tiara-
3. Halo, teman-teman. Aku udah tiga tahun kena bipolar. Sebelumnya aku resign dari kantor tanpa sadar karena halusinasi. Setiap hari aku harus minum lima obat. Berat bagiku untuk nerima itu semua tetapi aku mencoba bangkit dari itu dan jadi enterpreur kopi karena aku passionate sama hal tersebut. Jujur aku ngiri sama temen-temenku yang kerja kantoran. Mereka punya gaji yang stabil sedangkan aku sendiri enggak. Kehidupan sehari-hari mereka terlihat produktif, tapi aku engga. Belom lagi aku harus berperang melawan mood-ku yang ga stabil. Tapi aku berpikir rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Dan aku masih bersyukur karna banyak angels di sana yang mendukung aku. Pesan aku jaga kesehatan mental kalian, dan yakinlah angels itu ada dimana-mana even kalian ada di lubang terdalam. Aku mau mengutip kata-kata Mas Didit Maulana, “everyone has their own battle.
-IMS-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!

Catch Me Up! Recommendations

You’re really just gonna looooove this heartwarming video. Click away.