Friday Pause: Light up in the sky…

20


Hi there!

At this point, everyone would agree that it has been a craaazzzy week. So why don’t we take a little breather, enjoy some memes and stay in bed a little longer to watch a new series. We’ve got some recommendations here! Enjoy! Happy Friday!

For the love of Meme: Yhaaa gitu dee…


For when you always hate waiting…

Who doesn’t?

Mau soal hasil pemilu, hasil ujian, hasil lab, atau mungkin, nunggu kelanjutan dari balasan “aku pikir-pikir dulu ya…” pasti somehow bikin kamu ngerasain yang namanya stress waiting. Jadi sambil nunggu itu kamu ngerasa nervous, nggak sabaran, bete, kesel, takut, and be like “cepetan kek….”

Totally can relate.
Nah menurut psikolog, yang terjadi di otak kita ketika kita lagi ‘stress waiting’ itu beda-beda, tergantung sama perspektif kamu. Kalau yang kamu tunggu itu merupakan hal-hal yang short-term (kayak misalnya hasil pemilu, atau kamu nyalain mobil, tapi mobilmu nggak nyalaBiasanya, di situasi yang short term gini, window nunggu kamu lebih kecil)karena itulah, nervous system kamu akan minta jawaban secepatnya dan ini yang bikin emosimu jadi nggak stabil. Di sisi lain, kalo yang kamu tunggu adalah hal-hal yang lebih lama aka longer term (kayak hasil ujian, hasil hasil pitching di kerjaan, dll), biasanya otak kamu udah tahu bahwa dibutuhkan waktu beberapa lama untuk tahu hasilnya, jadi walaupun harus nunggu, kamu tend to be more patient. 
Oh gitu…so what to do? 
Now let’s focus on the short term. There are three tips for you to feel at ease while waiting for something: 

  • Get something done.  Supaya kamu nggak mikirin yang ‘ditunggu’ itu terus, coba alihkan pikiran kamu sama hal-hal yang lain. For example, sekarang kamu lagi stress nunggu hasil pemilu yang clearly nggak bisa kamu kontrol, jadi coba alihkan pikiranmu sama hal-hal yang bisa kamu kontrol. Misalnya, beres-beres rumah, masak, baca, nyicil kerjaan. It feels like hitting two birds with one stone, rite?
  • Connect and reach out to others.  Otak kita adalah organ tubuh yang kompleks. Di otak itu ada sistem ketakutan, sistem ancaman, tapi kita juga punya sistem ‘care and tending to friends’ aka peduli sama teman-teman. Jadi, coba sibukkan diri kamu dengan reaching out ke teman-teman kamu. Coba ngobrol gimana kabar mereka, gimana pengalaman WFH mereka, sampe lagi nonton series apa di Netflix. Dengan gini, kamu menghentikan stress waiting kamu dengan fokus ke berkomunikasi dengan temanmu dan tentunya ini juga bisa bikin kamu lebih rileks.
  • Move your body:  Waiting can be tense, sampai badan kita ikutan tegang physically.  So, shake things up by jalan santai, olah raga, even dancing!  Intinya lakukan hal-hal yang berbau fisik supaya bisa mengalihkan pikiranmu.

In the long term…

Self-regulation is key. Meskipun nunggu itu bikin stress banget, but deep down, kita tahu kalau memang kita ‘harus’ nunggu. Bahkan kadang kita tahu juga kalau lebih baik nunggu daripada buru-buru *uhuk* yang ngedraft Omnibus Law *uhuk* .
Nah, salah satu contoh dari bersabar untuk situasi long term adalah nunggu hasil ujian. Emang sih, kamu udah kepo banget nih gimana hasil ujian kamu, tapi kamu juga tahu bahwa dibutuhkan waktu untuk memeriksa ujian tersebut, dan kalau proses penilaiannya buru-buru bisa jadi hasilnya nggak bagus juga. The point is nothing is instant.
Nah, balik lagi ke aspek psikologinya, menurut seorang psikolog, namanya Vanessa King, ada dua bentuk kebahagiaan. Pertama, ada yang namanya ‘instant pleasure’ atau kesenangan instan yang bikin kamu berpikir, “I want it now!” Contohnya ketika kamu lagi mengakses sosial media terus tiba-tiba quota kamu abis, suka kzl sendiri kan? Kedua, ada yang namanya ‘eudaimonia’ yang kebahagiaannya butuh waktu lebih lama untuk dicapai karena berhubungan dengan pencapaian, makna, dan tujuan. Contohnya kayak dipromosiin di kerjaan. Inikan bukan hal yang mudah dan bisa diburu-buru karena untuk mencapainya kamu akan menghadapi tantangan, kesulitan, klien rese, coworkers drama, sampeee coffee machine that doesn’t work, misalnya.
Finally, untuk menghadapi dua situasi ini, kamu perlu tahu bahwa the key to stay sane while waiting is to think in a long term, pikirin jangka panjangnya gimana dan sibuk melakukan hal-hal positif secara fisik in a short term.        
 
In the meantime, breathe in, breathe out….


Welcome back! To your weekly quarantips…

Hi there, it’s another round of quarantips! You know, it’s been an intense week.. So, you. Need. This. And so do we. 
 
But before…
We loooove to point out that just like our country, these quarantips are exercising democracy: Oleh kamu, dari kamu, untuk kamu. Karenanya kalo kamu punya apapun (literally anything! books, movies, recipes, podcasts, pokoknya apa aja!) yang kamu pengen rekomendasikan, just shoot it out hereDitunggu yha….
  • Aku recommend podcast “Not Overthinking” yang bisa di-play di Spotify, Apple Podcast, dll tempat kamu biasa dengerin podcast. Podcast ini di-host oleh kakak beradik Ali dan Taimur Abdaal, lulusan Kedokteran Cambridge University dan Matematika Oxford University dari Inggris. Tapi, di podcast ini mereka membahas banyak tentang fenomena sosial baik pada masyarakat maupun diri manusia itu sendiri, kayak kenapa motivasi itu sebenarnya mitos, apa yang orang maksud ketika mereka bilang mau mencari pasangan yang ambisius, dan sebagainya. Suara mereka soothing banget dan sering undang guest host juga. Highly recommended! (@syafiarizky)
  • Rekomendasi podcast menarik di edisi Friday Pause kali ini adalah “YOLO (YOur Life with Ours)“. Podcast ini dibawakan apik oleh Iwet Ramadhan, Novita Angie, dan Dave Hendrik, yang sudah malang melintang di dunia radio dan public speaking. Saya yakin mayoritas pembaca Catch Me Up! akan sangat ‘relate’ dengan topiknya, mulai dari karier, relationship…. you name it, intinya tentang peliknya kehidupan orang dewasa, tapi dibahas secara ringan, menghibur, dan tetap padat berisi. Episode barunya tayang setiap Senin dan bisa didengarkan di Spotify (dari seorang Sahabat YOLO yang budiman dan budiwanda)

  • Nonton series When They See Us di Netflix! Episodenya dikit jadi enak buat binge watching. Mulai dari episode pertama sampe episode yang terakhir beuh siap aja ember ga cukup satu!!! Gilaaaaa bener bener wow sedih wajib bgt ditonton karena ceritanya real story, tentang black people di Amerika yang ternyata bikin sadar ketimpangan sosialnya masih ada banget gabisa ilang. omg. wajibun. ain. nonton. pls.(@nabilapram)
  • Untuk kalian yang lagi ga ngerasa baik-baik aja dan pengen cari sesuatu yang bisa bantu healing, I recommend you to watch this TED Talk by Amy Morin, seorang psychotherapist dan penulis buku “13 Things Mentally Strong People Don’t Do”. TED Talk ini adalah TED Talk paling sakti buat gue dan bagian favorit gue adalah ketika dia bilang, “The only way to get through uncomfortable emotions, the only way to deal with them, is you have to go through them. To let yourself feel sad, and then move on.” (Anonymous)
  • Hello, buat kalian yang lagi cari mainan anak yang edukatif, bisa cek di Lovanna Shop yah. Barangnya menarik dan bagus-bagus. Terus seller-nya juga fast resp, ramah, dan kreatif (in case kalian lagi cari kado anak trus stuck mau kasih apa dan dikemas bagaimana, minta aja saran sama seller-nya. Recommended banget, soalnya doi suka kasih surprise katanya). Btw ini bukan lagi promosi pribadi ya, ini adalah sebuah testimoni dari customer yang bersyukur banget karena dipertemukan dengan seller yang ramah dan memberi banyak masukan dalam memberi hadiah untuk temanku 😀  (Anonymous)

  • Aku mau rekomendasikan aplikasi yang membantuku menata diri & pikiran, namanya Intellect (ada di Google Play Store). Jujur aku baru pakai app ini sehari, tetapi sejauh ini aku terbantu dalam me-manage beberapa hal. So I’m eager to use it more. App ini nyediain sesi2 pendek yang bantu kita menanggulangi isu diri seperti procrastination, perfectionism, stress, fear, loneliness, lack of motivation, dsb. Lewat sesi itu kita diberi materi singkat, juga diajak memetakan apa yg kita rasakan, serta mencari solusinya lewat guided journals. Oh ya, di awal juga ada tes kepribadian singkat untuk kita memetakan diri. Menurut lamannya, app ini dikembangin oleh tim psikolog dan menggunakan zero-knowledge encryption. Dia juga gratis dan tanpa iklan. Untuk info selebihnya bisa cek laman Play Store-nya aja hehe. Ini bukan endorse btw wkwk. Semoga app ini membantu juga buatmu!! Stay healthy 😊 (twt@hermitastic)

  • Rekomendasi film dokumenter yang baru kutonton :
    1. The life on our planet : Tentang perubahan planet bumi dalam beberapa dekade terakhir, menyinggung soal keanekaragaman hayati dan lifestyle manusia yang cepat berubah. Gambar, narasi, contoh dan penjelasannya sangat bagus dan eye-opening!
    2. The Social Dilemma : Dark side industri media sosial. Pasti sangat relatable untuk semua orang yang punya smartphone, apalagi media sosial!
    3. Blackpink : Light Up The Sky: Dokumenter girlband kpop, hehe. Kalau pernah dengar tentang mereka, di film ini dijelaskan struggle mereka menjadi idol. Sekian. Selamat menonton! (_alyayasmine_)
  • Aku mau rekomendasikan salah satu lagu favorit aku yang pasti diputer tiap kali mau ngerjain tugas or lagi ngerasa bad mood gitu. Judulnya auditory halucination. Ini tuh OST nya K-drama “Kill me heal me”. Buat kalian yang suka sama mental health issues ini K-drama sama OST-nya adorable banget deh🥰 (@nelta.e.ef)

Quote of the day:
 
 “Elections belong to the people. It’s their decision. If they decide to turn their back on the fire and burn their behinds, then they will just have to sit on their blisters.”
 
-Abraham Lincoln-

Angel’s Stories

1. Halo pembaca setia Catch Me Up!Aku mau berbagi cerita, beberapa waktu lalu aku dan adikku pergi ke Alf*mart utk belanja kebutuhan. Pas ngantri di kasir, di luar aku liat ada ibu-ibu duduk di depan pintu sambil nadahin mangkuk sama orang-orang yang keluar supaya bisa ngasih sedikit rejeki mereka. Tapi cukup lama aku perhatiin, beberapa orang malah cuekkin ibu-ibu itu. Tiba-tiba aku liat dompet di tasku, aku niat mau kasih uang dengan nominal yang ga terlalu besar. Tapi perhatianku justru terfokus sama uangku yang nominalnya lebih besar ini. Dalam hati aku blg, “Rejeki ini juga bukan seutuhnya punya aku, mungkin ini mmg rejekinya ibu itu”. Akhirnya pas keluar, aku kasih uang dengan nominal yang lebih besar ke ibu-ibu itu. Besoknya, speechless, ternyata aku dapat rejeki 100x lipat dari nominal yang aku kasih ke ibu-ibu itu kemarin. Aku jadi membayangkan, kalo seandainya kemren aku kasih ibu itu dengan nominal yang lebih sedikit, mungkin aku ga akn dapat rejeki sebesar ini. Emang dahsyat banget berbagi itu. Untuk temen-temen semua, makasih ya udah baca ceritaku ini. Semoga kita smua bisa jadi pribadi yang lebih murah hati dan mau membantu orang lain. Thank you and stay well.

-Miss AS – Depok-

2. Kemarin sore dengar kabar kalo bos-bos besar resign dan udah di-approve. Semua timnya juga berencana resign dalam waktu dekat. Termasuk senior gue yang selama ini jadi support system karena dia sempat jadi alasan gue stay di kantor (this is because of my anxiety). Terus dia bilang dia juga udah dapet offering dan kayanya by the end of the year, dia resign. Sedih banget, down seharian. Kantor bakalan rombak manajemen besar-besaran lagi, dan jujur itu bikin stress. Tapi gue mencoba lihat silver lining-nya, bahwa pasti akan ada moment di mana orang-orang akan pergi, jadi jangan anggap semua itu taken for granted, termasuk situasi sekarang. Hargai setiap momentnya. Plus, I’m trying to stay positive, hadapi masalah dan cari solusinya. Pasti bisa walau nyaris gila. haha!
-A Hustler, Tangsel-
3. Sebagai mahasiswa semester akhir yang punya laporan super banyak di akhir pekan dan bulan, ditambah KKN yang dirumahkan semakin buat beban secara fisik dan mental. Ga ada hiburan dan liburan lagi selain nonton acara-acara komedi. Terimakasih Kintan sudah merekomendasikan KShow 2Days1Night! Bener-bener sangat menghibur banget.
-Mela G-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it hereCome, share us your versions of angels!)