Friday Pause: I love you like a love song

12

Oh hi, welcome back.

It’s Friday! So, there’s no such thing as news today. Instead, we’ll talk about tips, recs and bunch of memes! We know that Fridays should be light, fun and exciting. This time, more than any other time, we need that. So much. So let’s go!


For the love of Meme: Hah apa mas? gimana massss?


For when anxiety hits you squad…

You know you’re together.

So, we must admit that somehow, pandemi makes everybody anxious.
Kalau lagi anxious gini, kadang ngobrol sama sahabat-sahabat kamu bisa bikin kamu temanmu juga merasa lebih baik. Tapi kadang, kita juga nggak sadar bahwa topik-topik yang kita bahas, soal pandemi, politik, karantina, dll yang malah bikin kamu dan temenmu sama-sama overwhelmed.
 
FYI guys, berdasarkan survei yang dilakukan oleh UK’s Office for National Statistics (ONS), diketahui bahwa 76% dari orang dewasa bilang bahwa Covid-19 meningkatkan kecemasan di hidup mereka dan bikin mereka lebih anxious.  Not just in the UK, di Amerika Serikat juga ada studi yang bilang kalau 1 dari 5 pasien Covid-19 kena gangguan mental.
Di Indonesia belum ada sih studi yang mengukur tentang kesehatan mental di masa pandemi, but just by catching up with your friends, pasti somehow we end up saying “iya, gw juga gitu! Gw sesek nggak bisa nafas, tapi pas ke dokter, ternyata gw nggak kenapa-kenapa” and so on. 
Nah, now that you and your friend are anxious, terus harus gimana dong? According to some psychotherapists, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk support temen kita yang anxiouswalaupun kita sendiri juga anxious, let’s hear it.

  • Ask what they want/need.  Misalnya temen kamu lagi ngomongin soal vaksin corona atau permasalahan politik, terus kamu juga udah mulai kepengaruh sama berbagai hal negatif yang meningkatkan kecemasan kamu, nah coba alihkan pembicaraannya ke “what do you want/need?”  This way, kamu bisa ngobrol tentang hal-hal lain, except the Covid. Or the politics.

  • Let them know you’re there for them.  Yap, se-simple itu, tapi pasti susah banget apalagi kalau kita sendiri juga anxious.  Jadi, salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan tanyain ke temen kammu, kira-kira dia lagi butuh apa? Misalnya butuh udara segar, makan, olah raga, liburan hingga ketemu psikiater. Kadang kalo lagi anxious, kita juga suka lupa kan, apa yang sebenernya kita butuhkan?

  • Don’t dismiss your own anxiety.  Kalau kamu memang lagi anxious juga, ya jangan mengabaikannya anxiety-mu dengan mantra “Tapi gw masih untung sih, banyak yang lain yang lebih parah”. Mimin yakin banyak banget neh yang kayak gini. No, this is not a good thing. Karena dengan melakukannya, kamu seakan mengabaikan keadaan dan perasaan diri kita sendiri. Di jangka panjang, kalau kamu keseringan mikir gini, akan nggak baik juga untuk anxiety kamu. Remember that every feeling are valid.

  • Be gentle and honest.  There are times di mana kamu pasti lagi ngerasa capek dan anxious banget, dan kamu nggak sanggup dengerin curhatan temen kamu yang kemungkinan curhat tentang pandemi, just tell them. Jujur aja bahwa kamu juga lagi mengkhawatirkan hal yang sama, dan ngomongin itu bikin kamu nggak nyaman. We know, we know, too upfront. Gimana kalo pas temenmu lagi bahas isu Covid-19, kalo kamu nggak nyaman, kamu kasih hint dengan bilang something like “duh, gue udah lama banget sih ga baca berita soal itu karena gue takut anxious gengs. Bahas yang lain aja apa?” Atau you can do as simple as mengalihkan pembicaraan aja gitu.
  •  Get professional help.  Jadi, kalau kamu nggak mau ngobrol atau dengerin curhatan temanmu lagi, or udah keseringan nolak, ini tanda kalau kamu juga butuh bantuan profesional. Go. Set up your apointment.


    Now, let’s talk about things you shouldn’t do.
  • Don’t try to fix the problem.  Yep, nggak usah kasih nasehat atau saran untuk mengatasi masalahnya, kecuali, dia memang minta saran ya gengs.  Kalau dia nggak minta saran, nggak usah ngasih nasihat pokoknya, dengerin aja udah membantu banget.
  • Don’t say “I know how you feel”.  Ini juga nggak usah deh karena by saying that, kamu jadi kayak nggak serius menanggapi kondisi gangguan emosi mereka.  Bisa jadi, kalian berdua malah ‘saingan’ tentang siapa yang feeling worst.

  • Don’t say “lo mah nggak seberapa, harusnya bersyukur. Tuh si ini, atau si itu, nasibnya lebih malang lagi”. Don’t be ‘dat b*tch.

  • Gausah ceramahCheck again point one.
Finally, always remember that we are all in this together. So be kind.


Hello, it’s your weekly quarantips speaking…

Hi there, welcome back to quarantips. Your guide to a fun, light and enjoyable weekend. Here’s our quarantips for today.

But before…
We loooove to point out that just like our country, these quarantips are exercising democracy: Oleh kamu, dari kamu, untuk kamu. Karenanya kalo kamu punya apapun (literally anything! books, movies, recipes, podcasts, pokoknya apa aja!) yang kamu pengen rekomendasikan, just shoot it out here. Ditunggu yha..

  • di masa pandemi gini ga heran banyak bgt relationship yg berakhir karna adanya masalah yg ga diduga dateng secara tiba-tiba. rasanya susah bgt sih buat kembali percaya & bangkit lagi 🙁 tp jgn khawatirrr you are not alone! *virtual hugs* cek deh ignya @carry.on.carry.on atau bisa jg dengerin 24 episode podcastnya di app Noice. mereka ngasih tau banyak insight buat nenangin dari berbagai pengalaman relationshipnya dan bikin kita semangat lg. semogaa hati yg patah bisa kembali pulih yaa! xo (@dzihninzhh)
  • Halo aku mau rekomendasiin sebuah lagu yang cocok banget didengerin saat hujan, sebelum tidur, atau saat kalian lagi pengen nangis. Judulnya From Home dari NCT U. Lagu ini menggambarkan “rumah” kalian saat ini. Enjoy! (Anonymous)
  • Anna and the king (1999) cocok buat yang suka film ringan tapi punya banyak knowledge. tentang guru privat dari inggris di kerajaan siam untuk mempersiapkan pendidikan pangeran dan putri supaya terbuka dengan peradaban barat. trus, gimana budaya antara Anna sebagai orang inggris dan siam saat itu tergambar jelas disini. funfact, hasil dari pembelajaran guru inggris ini, muridnya yaitu raja chulalongkorn jadi raja terbesar siam sampai saat ini! fenomena thailand yg gak dijajah saat hampir semua negara2 asean dijajah saat itu ya di masa raja ini btw (anonymous).

  • Halo guys, happy weekend!!!! Aku mau ngasi rekomendasi buku karya Gita Savitri Devi yang judulnya “a cup of tea”. Buku doi yang satu itu bagus banget, guys. Ringan tapi yang ga receh gitu, loh. Alias tetap serius. Banyak hal yang bisa diambil dari buku dia. Tampilannya juga fresh banget. Pokoknya worth to read banget, deh. Also, my fav line from her book, “remember, you are not in a race with anyone.” Happy reading <3 (anonymous)

  • Ada sedikit quarantips buat kalian2 yg udah gatau lg mau liat drakor apa, terus punya waktu luang, dan tentu gamau mikir yg berat2. Coba liat series ringan Netflix judulnya “Prison Playbook”. Ceritanya soal sisi lain dari kehidupan penjara tp msh realistis, dan jauh dari kekerasan, justru heartwarming. Banyak nyentil2 soal keadilan jugak. Ringan dan nyenengin. Sekian ! (@rizqifperdana)

  • Banyaknya isu-isu sosial di Indonesia, kemungkinan bikin kamu jadi gak bisa keep up terus-terusan. Sementara penting buat tau apa aja nih isu sosial yang ada di sekitar kita. Jadi, aku mau rekomendasiin salah satu podcast namanya Sebuah Siniar. Yang main topic-nya ngebahas soal isu-isu sosial dengan perspektif psikologi dan tentu diselingi beberapa candaan, karena tampaknya mereka berdua (kadang bertiga) emang sobat karib (@grumpyel)

  • Podcast dan socmed @followyouflow.id! Baru dengerin satu podcast-nya sih yang membahas tentang Impostor Syndrome tapi SUKA banget dan menurutku wajib didengerin oleh kalian yg sering merasa undeserving/ga cukup dengan pencapaian sendiri. Tips-nya jg sgt praktikal dan ga omdo. Konten ig-nya jg menurutku oke2 banget bukan yg sgt utopis/glorifying hard work tapi jg smart work. This is a real testi from happy listener! (Anonymous)

  • I love watching US talk shows! Well, who doesnt?! Tapi aku ngerasa Conan O’Brien sangat underrated, coba deh nonton Conan Without Border di channel youtube Team Coco. Itu segmen dimana Conan pergi ke berbagai negara dan belajar culturenya, gak cuma acara komedi tapi menurutku dia ngangkat awareness juga terhadap isu-isu internasional! (SA)

Quote of the day:
 
 “As you grow older, you will discover that you have two hands, one for helping yourself, the other for helping others.” 
 
-Audrey Hepburn-

Angel’s Stories

1. Terima kasih kepada mela (yg waktu itu cerita kl aku ngasih rekomen 2 days 1 night ke dia pas edisi jumat) karena sudah mendengarkan semua keluh kesah ku saat ini dimana saat ini jd waktu yg lumayan berat dan ditambah masalah sm teman dekat sendiri. Terima kasih sudah mendengarkan cerita tengah malem disertai kesedihan:( dan ngasih saran juga. Terima kasih juga kepada Adiyah dan Karina yang udah mau mendengarkan aku dan nemenin aku lewat virtual sambil aku nangis. Mungkin kalo gada kalian pasti aku udh nangis bgtbgtbgt dan sedih bgt. Dan untuk semuanya jangan lupa untuk berterima kasih buat orang orang yang selalu ada buat kamu dan mendukung kamu dimanapun itu. Terima kasih juga cerita cerita CMU yang bikin aku sadar untuk selalu bersyukur.

-KF-
2. Suatu hari aku harus ngurus berbagai urusan kuliah ke kampus, karena ada beberapa yang aku nggak bisa lakukan dari rumah. Terus karena aku udah nggak tinggal di kosan dan jarak dari rumahku ke kampus lumayan jauh (beda kota) aku jadi agak worry berangkat sendirian, karena belum tahu juga urusannya selesai kapan. Pas aku lagi ngomongin gini sama mamaku, kakakku menawarkan diri untuk nemenin dan nyetirin mobil. Padahal aku tau dia juga lagi banyak kerjaan dari kantornya. Makasih ya kak!
-DMF-
 
3. Ini bukan ceritaku, tapi cerita temanku. Suatu hari, dia datang ke kantor dengan muka yang nggak bisa dijelaskan. Kayak terharu banget gitu. Aku tanya ada apa? Ternyata kata dia, tadi pas jalan ke kantor dia liat nenek-nenek lagi jalan terus nemuin ada kucing jalanan. Nenek-nenek itu kemudian berhenti dan beliin lauk dari warung terdekat untuk ngasih makan para kucing. Ga lama abis itu, pas neneknya mau nyebrang, ada seorang anak muda yang bantuin neneknya nyebrang. Ya tuhan ternyata masih banyak orang tulus di dunia ini.
-Alia, Bandung-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it hereCome, share us your versions of angels!)