Bank Sentral Eropa Memperketat Aturan Pinjaman Modal Terkait Dampak Lingkungan, Menteri Agama “Fachrul Razi” Ungkap Kasus Perceraian Meningkat Selama Pandemi Covid-19, ‘Apple’ Bayar Denda US$113 juta Ke 34 Negara Bagian Di Amerika, Taylor Swift Raih Penghargaan ‘Artist of the Year’.

143

Hi there,

Today, we will take you around.. from Europe to Silicon Valley, to “marriage story” *not that one*  to… some old Taylor Swift records. Babe, it’s a love story, so just say yes. Scroll down.

Let’s start today by…showing the earth some love. With $$$.

What are you talking about?
The banks. Jadi mulai tahun 2022, Bank Sentral Eropa aka ECB bakal mengawasi lebih ketat bank-bank supaya mereka nggak menyalurkan dana ke perusahaan yang merusak lingkungan. Langkah ini diambil tentunya sebagai upaya mengurangi resiko kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh big companies.
 
I need some background.
OK. Jadi kamu pasti udah paham bahwa selama ini, perusahaan yang menghasilkan emisi karbon paling banyak ke atmosfer bumi hingga menyebabkan pemanasan global adalah perusahaan-perusahaan bahan bakar fosil (batu bara, minyak, gas, dll). Sebagai contoh, perusahaan penghasil emisi karbon terbesar saat ini adalah Saudi Aramco, perusahaan minyak asal Arab Saudi. Posisi kedua kemudian ditempati oleh Chevron dari US, selanjutnya oleh Gazprom dari Rusia, terus di posisi keempat ada ExxonMobil dari AS juga…
 
Go on…
Nah untuk ngemodalin biaya operasionalnya yang gede banget ini (read: explorasi, nge-drill minyak mentah dari perut bumi, mengolah, sampe akhirnya jadi bensin *dan pembangkit energi lainnya yang kamu pake sehari-hari*), biasanya perusahaan-perusahaan tersebut minjem dana dari bank. This is where the ECB is getting serious…
How serious?
Meet: responsible investment atau sustainable financeJadi responsible investment ini adalah aturan di mana sebelum melakukan investasi, setiap bank harus bener-bener mempertimbangkan dulu neh, gimana dampak bisnis tersebut terhadap lingkungan.  Harapannya, kalau bank peduli terhadap lingkungan, maka bisnisnya bakal lebih peduli juga. Nah, aturan inilah yang bakal mulai diwajibkan sama European Central Bank di tahun 2022 mendatang.
Whoaaaa, now I got it.
Right. Sebagai bank sentral Eropa (kayak BI-nya di kita), tentu aturan ini menunjukkan keseriusan ECB dalam meng-address isu lingkungan di kalangan institusi keuangan. Selain itu dalam keterangannya minggu lalu, ECB juga menyatakan bahwa aturan ini bakal mulai didiskusikan ke bank-bank pemberi pinjaman mulai tahun depan. Dengan begini, pengawasan terhadap kelestarian lingkungan nggak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga oleh sektor swasta.
Cool! Anything else I need to know?
Dengan adanya peraturan ini, banyak pihak yang optimis bahwa aturan serupa bakal segera berlaku di Amerika Serikat, di mana bank-banknya lebih banyak modalin perusahaan bahan bakar fossil dibanding bank-bank di Eropa. FYI gengs, bank AS kayak JP Morgan Chase, Wells Fargo, Citi, dan Bank of America adalah bank-bank yang paling banyak mendanai perusahaan bahan bakar fosil dengan total gabungan investasi sebesar lebih dari US$800 miliar sejak tahun 2016 lalu.
Hmmmm di Indonesia kapan yhaaaa *WINK Gubernur BI WINK*

For when you see more people hold the “virtual” wedding online…More people actually got divorced, too.

Really? 
Yep. Jadi kemarin, Menteri Agama Pak Fachrul Razi menggelar rapat sama Komisi VIII DPR RI yang emang membawahi urusan agama dan sosial. Nah dalam paparannya, pak Fachrul menjelaskan bahwa jumlah kasus perceraian meningkat selama pandemi covid-19.
 
Didn’t expect to hear this but go on.
Well, Pak Menag dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa emang belum ada laporan resmi, tapi itung-itungan Kemenag sih, sejak Januari sampe Juli 2020 kemarin, jumlah kasus perceraian udah sekitar 151.863 kasus. Sebagai perbandingan, di sepanjang tahun 2019 aja, total jumlah kasus perceraian adalah 244.452 kasus.
Alasan perceraiannya kenapa sih?
Yha macem-macem, tapi kebanyakan sih karena bertengkar, masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dll.
Terus terus…
Yha seiring dengan peningkatan kasus ini, Kemenag kemudian meminta Kantor Urusan Agama (KUA) untuk melakukan pembinaan pernikahan secara lebih serius, di mana bimbingan nggak cuma dikasih pas mau nikah, tapi juga pas udah nikah. Adapun bimbingannya dilakukan melalui penyuluhan masyarakat.
 
Got it. Anything else?
Well, akhir-akhir ini emang ditemukan meningkatnya kasus perceraian di berbagai daerah yang may or may not be related to the pandemic. Contohnya di Malang, diketahui bahwa meningkatnya angka perceraian didominasi sama kasus suami yang banyak menghabiskan hasil jerih payah istrinya yang jadi TKW, sekaligus melakukan perselingkuhan. Selain itu, fenomena serupa juga ditemukan di Surabaya, di mana faktor finansial dan psikologis karena dampak Covid-19 jadi faktor utama perceraian.

Who’s just being guilty as charged?

Apple.

 
Apple as in the computer? The phone?
Yep, 100 percent.
What happened?
Jadi sekitar minggu lalu, Apple baru aja menyetujui pembayaran “denda” aka ganti rugi sebesar US$113 juta ke 34 Negara Bagian yang ada di Amerika Serikat sebagai bentuk tanggung jawabnya atas skandal yang disebut banyak orang: Battery gate. 
Again, what happened?
Yha jadi gini guize, kamu pasti sadar banget kan kalo Apple kerap kali merilis hape series barunya dalam jangka waktu beberapa tahun aja? Nah jadi battery gate ini disebut sebagai upaya perusahaan bikin para pelanggannya beli hape baru dengan cara bikin baterai lamanya rusak dan gampang mati.
 
Whoaaa I need some background.
Got it. Jadi dalam gugatan yang dilayangkan oleh negara bagian Arizona dan California, disebutkan Apple nggak transparan soal kondisi baterai di iPhone versi lamanya yang sering rusak. Jadi ketika pelanggan datang dan mengeluhkan baterainya yang bermasalah, instead of menjelaskan masalahnya dan ganti baru, mereka malah meminta para customer untuk update iOS. Nah update iOS inilah yang diduga bikin hape iPhone versi lama jadi makin bermasalah.
 
Good lord…
Nah karena kejadian ini, banyak spekulasi beredar yang menyebutkan bahwa Apple sengaja bikin solusi kayak gitu supaya para konsumen yang pake iPhone jadul ganti hape jadi iPhone baru.
 
Buset…
Iya, terkait hal ini, seorang jaksa agung di Arizona yang juga ikut menyelidiki kasus ini, namanya Mark Brnovich, menyebut bahwa dirinya berkomitmen untuk memastikan perusahaan-perusahaan teknologi bertanggung jawab penuh ketika mereka justru menyembunyikan informasi penting dari penggunanya.

Terus Apple gimana?

Well, Apple kemudian meminta maaf. Dalam keterangan perusahaan di tahun 2017 lalu, Apple, in their words says: “We know that some of you feel Apple has let you down. We apologize,” Selanjutnya, Apple bilang bahwa mereka nggak pernah secara sengaja memperpendek umur baterai penggunanya, apalagi dengan sengaja mengurangi kepuasan pelanggan.
Udah?
Yha belom. Meskipun udah minta maaf, Apple teteup menghadapi konsekuensi hukum dengan kewajiban bayar milyaran dollar untuk aksinya dan kemudian mereka menurunkan harga baterainya dari US$79 ke US$29. Selain itu, Apple juga setuju untuk menambahkan fitur yang bikin penggunanya bisa memonitor battery health, performance dan power management di hapenya.

Who’s just breaking another record?

Taylor Swift.
And she is also literally “recording”. Yep, satu-satu ya guys. Jadi kemarin, Taylor Swift baru aja meraih penghargaan bergengsi “Artist of the Year” dari ajang penghargaan American Music Awards (AMA) yang digelar di The Microsoft Theatre, Los Angeles pada Hari Minggu waktu setempat. Dalam acara yang tetap mempraktikkan social distancing itu, muncul juga penampilan live dari Justin Bieber, Shaun Mandez, hingga Katy Perry. Nah, Taylor Swift sendiri baru aja memecahkan rekor sebagai artis solo dengan raihan penghargaan AMA terbanyak, yakni 32 piala.
Dalam keterangannya, Taylor Swift yang nggak bisa dateng langsung ke acara penghargaan itu bilang bahwa dirinya berhalangan hadir karena lagi “recording” aka literally merekam kembali lagu-lagu dari enam album pertamanya.
 
Kenapa tuuuch? 
Well, because of the Scooter Braun drama. Jadi, Scooter Braun ini adalah seorang produser di Hollywood yang juga meng-handle artis-artis besar lain kayak Ariana Grande dan Justin Bieber. Nah tahun lalu, Braun membeli “Big Machine Records”, label musik yang dulunya menaungi TS di awal-awal kariernya dan memiliki hak atas enam album pertama TS. Dengan dibeli oleh Braun, maka Braun juga memiliki hak atas keenam album tersebut dan baru-baru ini diketahui bahwa keenamnya dijual Braun ke sebuah perusahaan investasi dengan harga US$300 Juta. Terkait hal ini, TS kzl banget karena dia udah berkali-kali berusaha membeli kembali karya-karyanya namun ditolak oleh Braun maupun Big Machine Records. Lebih ngeselin lagi, Taylor jadi nggak diperbolehkan untuk menampilkan lagu-lagu di album lamanya karena album tersebut udah bukan lagi “miliknya”. Karena itulah, Taylor kemudian memutuskan untuk merekam ulang semua lagu-lagunya dan dalam keterangannya kemarin, Taylor bilang bahwa, “It’s been amazing and I can’t wait for you to hear it”. 
 
Ok teteh, we can’t wait either…

“Excitingly, we’ve found that one of our dosing regimens may be around 90% effective.”
Gitu isi keterangan dari perusahaan farmasi asal Inggris AstraZeneca kemarin, yang baru aja ngumumin terkait efektivitas vaksin Covid-19 yang dikembangkannya bareng sama Oxford University. Pengumuman dari AZ ini menambah daftar perusahaan yang mengumumkan keefektifan vaksinnya setelah Moderna dan Pfizer yang baru aja mengklaim bahwa vaksin yang dikembangkannya efektif hingga mencapai lebih dari 90%.
 
Finally another good news in 2020…

Angel’s Stories

1. Bulan Agustus 2020, gue lagi bener-bener diuji, jadi kerjaan lagi banyak banget dan harus lembur hampir setiap hari. Gue diputusin pacar yang udah sekitar 5 tahun kita jalan dengan alasan yang ga gue duga dan pecahnya setelah itu gue dinyatakan positif COVID-19 dengan hasil swab PCR dari kantor. Sedih, pasti, apalagi keluarga. Dan, akhirnya gue memutuskan untuk isolasi di Wisma Atlet untuk mengurangi penularan ke keluarga gue (FYI saat itu gue memang OTG dan merasa sehat). Bulan itu bener-bener gue lagi merasa sedih karna pacar mutusin dan mikirin keluarga gue terutama orang tua gue dan Bapak memang punya komorbid diabetes. Ikhlas, kunci utama gue saat itu. Sumpah gue baru ngerasain yang namanya ikhlas dan berdoa itu beneran bikin gue tenang dan senyaman itu. Di balik gue habis putus dan dinyatakan COVID-19, alhamdulillah keluarga gue semua dinyatakan negatif dan di Wisma Atlet gue ketemu orang-orang yang luar biasa yang sampai saat ini gue masih sering tanya kabar masing-masing. Dari mereka juga gue bisa lebih mudah ikhlas dan sadar kalau masih banyak hal yang belum gue capai. Ikhlas emang susah banget, tapi gue percaya dari keikhlasan itu gue dapet banyak banget “penghargaan” yang ga pernah gue duga juga selama ini. So guys, you must have positive energy in your life, even it it is just a little.
-PRU-Bekasi-
2. So, a couple days ago a friend of mine contacted me for an advice and support. Fyi, kita beda kota dan kita bertemu lewat sebuah community beberapa bulan lalu. Pas diceritain semua masalah yang dia alami aku jadi pengen banget ketemu dan meluk dia karena menurutku dia hebat banget masih bisa berdiri tegak ngadepin semuanya sampe akhirnya dia ceritain ke aku. At some point, aku seneng karena dia percaya aku untuk ngebantu yang buat dia lega juga. Kita janji bakalan sama-sama men-support karena aku juga bilang bahwa, “You’re not alone”. For those CMU readers out there who’ve been struggling, you’re not alone okay 😉 kamu bisa melewatinya!! Semangat!!!
-Your somebody, from hiu dan buaya-
3. “Membaca yang baik-baik mampu membuat gue jadi ikutan pengen berbuat baik.” Sebelumnya, makasih banyak sama CMU atas kolom Angel’s Story-nya. Jadi ceritanya pernah di suatu hari gue seharian kayak dikasih makan enak terus sama Tuhan, literally dari pagi sampe malam. Kaya begah banget makan terus. Sampai akhirnya pas gue pulang ke rumah, gue gak sengaja lihat ibu-ibu pake kostum badut dan ada anak laki-lakinya di samping dia lagi duduk di trotoar. Entah kenapa kayanya gue pengen berbagi meskipun cuma sedikit, akhirnya gue drive thru MCD dan beli PaNas sama Happy Meal (niatnya biar si anak seneng dapet mainan juga) pas gue kasih makananya. Si Ibu sama anaknya happy banget dan bener-bener ya berbagi itu bikin perasaan kita jauh lebih bahagia
-Sofia (West Jakarta)-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!

Catch Me Up! Recommendations

We don’t really talk a lot about this, but today, let’s get started on…astrology.